KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan rangkaian libur dan skema kerja fleksibel menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, masyarakat mendapatkan kepastian jadwal cuti bersama sekaligus penerapan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus mudik.
Kebijakan ini tertuang dalam SKB Nomor 1497, Nomor 2, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB.
Momentum ini menjadi perhatian publik karena total masa fleksibilitas kerja dan libur yang bisa dimanfaatkan mencapai 12 hari.
Berdasarkan SKB tersebut, periode libur terkait Nyepi dan Idul Fitri 1447 H berlangsung pada:
Dengan tambahan akhir pekan dan skema WFA, rentang fleksibilitas aktivitas kerja dan perjalanan menjadi lebih panjang.
Baca juga: Libur Lebaran 2026: Tanggal Libur dan Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H serta Ketentuan WFA ASN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan flexible working arrangement untuk mengurangi penumpukan kendaraan saat puncak mudik dan arus balik.
WFA diberlakukan dalam dua fase:
Skema ini bukan hari libur tambahan, melainkan pengaturan kerja dari lokasi mana pun. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa WFA tidak mengurangi hak cuti tahunan dan pekerja tetap menerima upah penuh sesuai ketentuan.
Jika dihitung sejak awal WFA hingga akhir cuti bersama, masyarakat memiliki rentang fleksibel hingga 12 hari untuk mengatur perjalanan dan silaturahmi Lebaran.
Pemerintah mengecualikan sejumlah sektor strategis dari kebijakan ini, antara lain layanan kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, manufaktur, serta industri makanan dan minuman.
Kebijakan tersebut diambil demi menjaga layanan publik dan stabilitas produksi nasional selama periode Lebaran.
Di tingkat daerah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap pengaturan mudik bertahap untuk mencegah lonjakan kendaraan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program mudik gratis guna membantu warga pulang kampung dengan aman.
Baca juga: Libur Lebaran 2026 Mulai Tanggal Berapa? Cek Lagi Tanggal dan Total Hari Liburnya
Mudik bukan hanya tradisi tahunan, melainkan sarana mempererat silaturahmi. Dalam perspektif Islam, menjaga hubungan kekerabatan memiliki nilai ibadah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad disebutkan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah menyambung tali silaturahmi.
Dalam buku Fiqh al-Sirah karya Muhammad Said Ramadan al-Buthi dijelaskan bahwa interaksi sosial dan ukhuwah merupakan fondasi kuat dalam membangun masyarakat Islam yang harmonis. Tradisi mudik menjadi refleksi nyata dari ajaran tersebut.
Sementara itu, dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah karya Ali Mustafa Yaqub, perjalanan jauh dianjurkan untuk diawali doa dan persiapan matang, baik secara spiritual maupun fisik.
Islam mengajarkan doa ketika hendak bepergian jauh:
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[1]. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.
Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga."
Doa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan berlangsung atas izin Allah dan manusia tetap berada dalam lindungan-Nya.
Selain doa, keselamatan di jalan juga menjadi prioritas. Pemerintah mengimbau masyarakat memastikan kendaraan layak jalan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan rekayasa arus yang telah disiapkan.
Baca juga: Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Kombinasi cuti bersama dan WFA diharapkan menciptakan distribusi arus mudik yang lebih merata.
Dengan perencanaan matang, masyarakat dapat pulang kampung tanpa terburu-buru sekaligus tetap menjaga produktivitas kerja.
Lebaran bukan hanya tentang libur panjang. Ia adalah momentum kembali ke fitrah, mempererat keluarga, dan memperkuat solidaritas sosial.
Ketika kebijakan publik dan nilai keagamaan berjalan beriringan, perjalanan mudik bukan sekadar perpindahan jarak, melainkan perjalanan makna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang