Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Ilmuwan Islam Berpengaruh: Penemu Kamera, Aljabar, dan Peta Dunia

Kompas.com, 17 Maret 2026, 11:27 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam sejarah peradaban manusia, dunia Islam pernah mengalami periode yang sangat gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan.

Masa tersebut dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam, yang berlangsung sekitar abad ke-7 hingga ke-13 Masehi.

Pada periode ini, wilayah kekuasaan Islam—mulai dari Timur Tengah hingga Andalusia—menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Berbagai kota seperti Baghdad, Damaskus, Kairo, hingga Cordoba berkembang menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan penerjemahan karya ilmiah.

Sejarawan sains George Saliba dalam bukunya Islamic Science and the Making of the European Renaissance menjelaskan bahwa ilmuwan Muslim memainkan peran penting dalam menjaga, mengembangkan, sekaligus memperluas ilmu pengetahuan yang berasal dari Yunani, Persia, dan India.

Dari lingkungan intelektual tersebut lahirlah sejumlah ilmuwan besar yang pemikirannya memengaruhi berbagai bidang ilmu modern, mulai dari matematika, kedokteran, kimia, astronomi, hingga teknologi.

Berikut sepuluh ilmuwan Muslim yang kontribusinya turut mengubah arah perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Baca juga: 3 Ilmuwan Islam Iran yang Mengubah Sejarah Ilmu Pengetahuan Dunia

1. Al-Farabi: Filsuf yang Dijuluki “Guru Kedua”

Nama Al-Farabi dikenal luas sebagai salah satu filsuf terbesar dalam tradisi intelektual Islam. Ia hidup pada abad ke-9 hingga ke-10 dan dikenal sebagai “The Second Teacher” setelah Aristotle.

Dalam buku Al-Farabi and the Foundation of Islamic Political Philosophy karya Muhsin Mahdi disebutkan bahwa Al-Farabi mengembangkan sistem filsafat yang menggabungkan pemikiran Yunani dengan tradisi intelektual Islam.

Ia menulis banyak karya tentang logika, musik, etika, hingga teori politik. Salah satu gagasannya yang terkenal adalah konsep negara ideal yang menurutnya harus dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kebijaksanaan moral dan intelektual.

Pemikirannya kemudian memengaruhi banyak ilmuwan dan filsuf besar, termasuk Ibn Sina.

2. Ibn al-Haytham: Pelopor Ilmu Optik dan Cikal Bakal Kamera

Dalam sejarah ilmu fisika, nama Ibn al-Haytham menempati posisi yang sangat penting.

Ilmuwan yang dikenal di Barat sebagai Alhazen ini hidup pada abad ke-10 dan dikenal sebagai pelopor penelitian ilmiah berbasis eksperimen.

Karyanya yang paling terkenal adalah Kitab al-Manazir, yang membahas secara rinci tentang sifat cahaya, proses penglihatan, serta fenomena optik.

Menurut buku Ibn al-Haytham: First Scientist karya Jim Al-Khalili, Ibnu al-Haytham adalah ilmuwan pertama yang menjelaskan bagaimana cahaya masuk ke mata manusia dan membentuk penglihatan.

Dari eksperimennya, ia juga menjelaskan prinsip kamera obscura, alat sederhana yang menjadi dasar perkembangan kamera modern.

3. Abbas Ibn Firnas: Perintis Mesin Terbang

Jauh sebelum dunia mengenal pesawat terbang modern yang dikembangkan oleh Orville Wright dan Wilbur Wright, seorang ilmuwan Muslim dari Andalusia telah melakukan eksperimen penerbangan.

Ia adalah Abbas Ibn Firnas.

Menurut catatan sejarah yang dikutip dari buku 1001 Inventions: The Enduring Legacy of Muslim Civilization karya Salim Al-Hassani, Ibn Firnas mencoba terbang menggunakan alat bersayap yang dirancang menyerupai burung.

Percobaan tersebut dilakukan di wilayah Cordoba pada abad ke-9. Meskipun akhirnya ia jatuh dan mengalami cedera, eksperimen tersebut dianggap sebagai salah satu upaya awal manusia untuk memahami mekanisme penerbangan.

Baca juga: Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun

4. Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi: Penemu Aljabar

Dalam bidang matematika, kontribusi besar datang dari Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.

Ia dikenal sebagai pencetus konsep aljabar, yang berasal dari bukunya berjudul Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala.

Dalam buku A History of Mathematics karya Carl B. Boyer dijelaskan bahwa karya Al-Khawarizmi memperkenalkan metode sistematis untuk menyelesaikan persamaan matematika.

Istilah algorithm dalam ilmu komputer modern juga berasal dari latinasi namanya.

5. Al-Zahrawi: Bapak Bedah Modern

Ilmu kedokteran modern juga memiliki akar kuat dari dunia Islam. Salah satu tokoh penting dalam bidang ini adalah Al-Zahrawi.

Ia merupakan ahli bedah yang hidup di Andalusia pada abad ke-10.

Karyanya yang terkenal adalah Al-Tasrif, sebuah ensiklopedia medis yang memuat berbagai teknik operasi dan alat bedah.

Menurut buku The Canon of Medicine and Surgery in the Middle Ages karya Peter E. Pormann, Al-Zahrawi merancang lebih dari 200 instrumen bedah yang kemudian memengaruhi praktik kedokteran di Eropa selama berabad-abad.

6. Al-Razi: Perintis Diagnosa Medis

Tokoh besar lain dalam dunia kedokteran adalah Al-Razi, yang di Barat dikenal dengan nama Rhazes.

Ia menulis banyak karya medis, salah satunya Al-Hawi.

Dalam buku Medieval Islamic Medicine karya Peter E. Pormann dijelaskan bahwa Al-Razi menekankan pentingnya diagnosis berdasarkan observasi klinis.

Ia juga menjadi salah satu ilmuwan pertama yang membedakan penyakit cacar dan campak secara ilmiah.

7. Ibn Sina: Ensiklopedia Kedokteran Dunia

Nama Ibn Sina atau Avicenna sangat terkenal dalam sejarah ilmu kedokteran.

Karya monumentalnya adalah Al-Qanun fi al-Tibb.

Buku ini menjadi referensi utama di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-17.

Menurut buku The Canon of Medicine yang diterjemahkan oleh O. Cameron Gruner, karya tersebut mencakup berbagai topik medis mulai dari diagnosis penyakit, farmakologi, hingga metode pengobatan.

8. Jabir ibn Hayyan: Bapak Kimia Modern

Dalam bidang kimia, nama Jabir ibn Hayyan menjadi tokoh yang sangat berpengaruh.

Ia mengembangkan berbagai teknik kimia seperti:

  • distilasi
  • kristalisasi
  • sublimasi

Menurut buku Alchemy and Chemistry in Islam karya Pierre Lory, metode eksperimen yang digunakan Jabir menjadi dasar perkembangan ilmu kimia modern.

Baca juga: Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut

9. Al-Battani: Astronom yang Menghitung Tahun Matahari

Astronomi juga berkembang pesat pada masa kejayaan Islam.

Salah satu tokohnya adalah Al-Battani.

Ia berhasil menghitung panjang tahun matahari dengan presisi tinggi, yakni 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik.

Menurut buku The History of Astronomy karya A. Pannekoek, perhitungan tersebut sangat mendekati nilai astronomi modern.

10. Al-Idrisi: Pembuat Peta Dunia Abad Pertengahan

Ilmuwan terakhir dalam daftar ini adalah Al-Idrisi, seorang kartografer terkenal dari Andalusia.

Ia menyusun peta dunia yang sangat rinci pada abad ke-12 dalam karyanya Tabula Rogeriana.

Peta ini dianggap sebagai salah satu peta paling akurat pada masa abad pertengahan dan digunakan selama beberapa abad di dunia Islam maupun Eropa.

Warisan Ilmu yang Mengubah Peradaban

Kontribusi para ilmuwan Muslim tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak terlepas dari tradisi intelektual peradaban Islam.

Sejarawan sains George Saliba menyebut bahwa karya ilmuwan Muslim menjadi jembatan penting yang menghubungkan ilmu pengetahuan klasik dengan perkembangan sains modern.

Dari matematika hingga teknologi, warisan pemikiran mereka masih terasa hingga hari ini, mengingatkan bahwa pencarian ilmu pengetahuan adalah bagian penting dari perjalanan peradaban manusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan dan Berbagi Dosa Ekologis
Ramadhan dan Berbagi Dosa Ekologis
Aktual
Prajurit TNI Juara Dunia MHQ di Libya, Hafal 30 Juz Bikin Indonesia Bangga
Prajurit TNI Juara Dunia MHQ di Libya, Hafal 30 Juz Bikin Indonesia Bangga
Aktual
Tata Cara Shalat Jamak Qashar saat Safar, Lengkap dengan Syaratnya
Tata Cara Shalat Jamak Qashar saat Safar, Lengkap dengan Syaratnya
Aktual
10 Ilmuwan Islam Berpengaruh: Penemu Kamera, Aljabar, dan Peta Dunia
10 Ilmuwan Islam Berpengaruh: Penemu Kamera, Aljabar, dan Peta Dunia
Aktual
7 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia: Dari Aljabar hingga Sosiologi
7 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia: Dari Aljabar hingga Sosiologi
Aktual
Azophi, Astronom Muslim Penemu Awal Galaksi Andromeda dan Namanya Jadi Kawah di Bulan
Azophi, Astronom Muslim Penemu Awal Galaksi Andromeda dan Namanya Jadi Kawah di Bulan
Aktual
Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Bandung 20 Maret 2026, Ini Titik Lengkapnya
Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Bandung 20 Maret 2026, Ini Titik Lengkapnya
Aktual
Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?
Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?
Aktual
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Jaga Toleransi
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Jaga Toleransi
Aktual
Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI: Tunggu Sidang Isbat 19 Maret 2026
Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI: Tunggu Sidang Isbat 19 Maret 2026
Aktual
Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran
Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
 Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
Baznas Perkuat Strategi Zakat: Digitalisasi hingga SDM Amil
Baznas Perkuat Strategi Zakat: Digitalisasi hingga SDM Amil
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com