Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Azophi, Astronom Muslim Penemu Awal Galaksi Andromeda dan Namanya Jadi Kawah di Bulan

Kompas.com, 17 Maret 2026, 10:32 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sejak berabad-abad lalu, manusia telah berusaha memahami misteri langit. Bintang, planet, dan galaksi menjadi objek pengamatan yang memicu lahirnya berbagai teori ilmiah tentang alam semesta.

Pada masa Zaman Keemasan Islam, banyak ilmuwan Muslim yang memainkan peran penting dalam pengembangan astronomi.

Salah satu tokoh yang kerap disebut dalam sejarah ilmu bintang adalah Abd al-Rahman al-Sufi, yang di Barat dikenal dengan nama Azophi.

Ia merupakan astronom Persia abad ke-10 yang menghasilkan karya penting tentang katalog bintang dan pengamatan langit.

Pengaruhnya begitu besar hingga namanya diabadikan sebagai kawah di permukaan Bulan, sebuah penghormatan yang jarang diberikan kepada ilmuwan dalam sejarah.

Ilmuwan Astronomi dari Persia

Abd al-Rahman al-Sufi lahir sekitar tahun 903 M di wilayah Persia, yang kini masuk dalam kawasan Iran.

Ia hidup pada masa dinasti Buyid dan diketahui pernah bekerja di istana penguasa Persia, Emir Adud al-Dawla di kota Isfahan.

Sebagai astronom istana, Al-Sufi memiliki akses terhadap berbagai manuskrip ilmiah serta fasilitas untuk melakukan pengamatan langit.

Menurut catatan yang dikutip dari buku Islamic Astronomy and the Medieval World karya sejarawan sains Edward S. Kennedy,

Al-Sufi dikenal sebagai salah satu astronom praktis terbesar pada abad pertengahan. Ia tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap benda-benda langit.

Penelitiannya banyak terinspirasi oleh karya astronom Yunani kuno, terutama kitab Almagest karya Claudius Ptolemy.

Namun Al-Sufi tidak sekadar menyalin karya tersebut. Ia justru melakukan koreksi dan pembaruan berdasarkan pengamatannya sendiri.

Baca juga: 3 Ilmuwan Islam Iran yang Mengubah Sejarah Ilmu Pengetahuan Dunia

Penemu Awal Galaksi Andromeda

Salah satu pencapaian paling terkenal Al-Sufi adalah pengamatannya terhadap objek langit yang kini dikenal sebagai Galaksi Andromeda.

Dalam bukunya, ia menggambarkan sebuah objek samar di langit yang tampak seperti “awan kecil”. Objek tersebut kemudian diketahui sebagai Andromeda Galaxy.

Pengamatan itu dicatat sekitar tahun 964 M, jauh sebelum teleskop ditemukan.

Menurut catatan dari European Southern Observatory, deskripsi yang dibuat Al-Sufi merupakan catatan tertua tentang Galaksi Andromeda dalam sejarah astronomi.

Baru sekitar enam abad kemudian, objek tersebut kembali dicatat oleh astronom Eropa, Simon Marius pada tahun 1612 menggunakan teleskop.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengamatan astronom Muslim telah lebih dahulu mengenali objek langit penting jauh sebelum perkembangan astronomi modern di Eropa.

Mahakarya Astronomi: Book of Fixed Stars

Karya terbesar Al-Sufi adalah kitab astronomi berjudul Book of Fixed Stars yang ditulis pada tahun 964 M.

Dalam buku tersebut, ia menyusun katalog bintang lengkap dengan deskripsi dan ilustrasi rasi bintang. Karya ini menjadi salah satu katalog bintang paling penting pada abad pertengahan.

Buku itu memuat beberapa hal penting, antara lain:

  • peta rasi bintang berdasarkan pengamatan langsung
  • pengukuran kecerahan bintang (magnitudo)
  • koreksi terhadap katalog bintang milik Ptolemy
  • penyatuan nama bintang Yunani dengan tradisi astronomi Arab

Dalam buku A History of Astronomy karya A. Pannekoek disebutkan bahwa karya Al-Sufi merupakan salah satu sumber astronomi paling akurat sebelum era teleskop.

Ia bahkan mencatat beberapa objek langit seperti:

  • gugus bintang IC 2391
  • gugus bintang yang kini dikenal sebagai Collinder 399
  • serta fenomena langit yang berkaitan dengan rasi bintang Arab.

Selain itu, Al-Sufi juga mencatat objek langit yang kini dikenal sebagai Large Magellanic Cloud, yang dalam tradisi Arab Selatan ia sebut sebagai Al Bakr atau “Banteng Putih”.

Baca juga: Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun

Menggabungkan Tradisi Yunani dan Arab

Salah satu kontribusi unik Al-Sufi dalam astronomi adalah kemampuannya menggabungkan dua tradisi ilmiah yang berbeda.

Ia menyelaraskan nama rasi bintang Yunani yang digunakan oleh Ptolemy dengan penamaan bintang dalam tradisi Arab.

Menurut buku Islamic Science and the Making of the European Renaissance karya George Saliba, usaha tersebut sangat penting karena membantu mempertahankan dan mengembangkan ilmu astronomi klasik dalam dunia Islam.

Tanpa proses adaptasi seperti ini, banyak pengetahuan Yunani mungkin tidak akan bertahan hingga masa modern.

Namanya Diabadikan di Kawah Bulan

Sebagai penghormatan atas kontribusinya terhadap astronomi, nama Al-Sufi diabadikan menjadi sebuah kawah di Bulan bernama Azophi crater.

Kawah ini memiliki diameter sekitar 47 kilometer dan terletak pada koordinat sekitar 22,1° lintang selatan dan 12,7° bujur timur.

Pemberian nama tersebut merupakan bentuk penghargaan komunitas astronomi dunia terhadap kontribusi ilmuwan Muslim dalam sejarah pengamatan langit.

Baca juga: Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut

Warisan Ilmu yang Bertahan Berabad-abad

Lebih dari seribu tahun setelah masa hidupnya, karya-karya Al-Sufi masih dipelajari oleh sejarawan sains dan astronom modern.

Pengamatannya terhadap bintang dan galaksi menunjukkan bahwa tradisi ilmiah dalam peradaban Islam memiliki standar observasi yang tinggi.

Dalam buku Stars and Galaxies in the Medieval Islamic World, sejarawan sains David A. King menegaskan bahwa katalog bintang Al-Sufi menjadi salah satu referensi penting bagi perkembangan astronomi di Timur Tengah maupun Eropa.

Warisan tersebut membuktikan bahwa pencarian manusia terhadap misteri alam semesta telah melibatkan banyak peradaban, termasuk kontribusi besar dari ilmuwan Muslim.

Melalui pengamatan sederhana terhadap langit malam, Azophi telah meninggalkan jejak ilmiah yang tidak hanya tercatat dalam buku-buku astronomi, tetapi juga terukir di permukaan Bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Prajurit TNI Juara Dunia MHQ di Libya, Hafal 30 Juz Bikin Indonesia Bangga
Prajurit TNI Juara Dunia MHQ di Libya, Hafal 30 Juz Bikin Indonesia Bangga
Aktual
Tata Cara Shalat Jamak Qashar saat Safar, Lengkap dengan Syaratnya
Tata Cara Shalat Jamak Qashar saat Safar, Lengkap dengan Syaratnya
Aktual
10 Ilmuwan Islam Berpengaruh: Penemu Kamera, Aljabar, dan Peta Dunia
10 Ilmuwan Islam Berpengaruh: Penemu Kamera, Aljabar, dan Peta Dunia
Aktual
7 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia: Dari Aljabar hingga Sosiologi
7 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia: Dari Aljabar hingga Sosiologi
Aktual
Azophi, Astronom Muslim Penemu Awal Galaksi Andromeda dan Namanya Jadi Kawah di Bulan
Azophi, Astronom Muslim Penemu Awal Galaksi Andromeda dan Namanya Jadi Kawah di Bulan
Aktual
Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Bandung 20 Maret 2026, Ini Titik Lengkapnya
Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah di Bandung 20 Maret 2026, Ini Titik Lengkapnya
Aktual
Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?
Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?
Aktual
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Jaga Toleransi
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Jaga Toleransi
Aktual
Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI: Tunggu Sidang Isbat 19 Maret 2026
Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI: Tunggu Sidang Isbat 19 Maret 2026
Aktual
Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran
Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
 Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026
Aktual
Baznas Perkuat Strategi Zakat: Digitalisasi hingga SDM Amil
Baznas Perkuat Strategi Zakat: Digitalisasi hingga SDM Amil
Aktual
Arab Saudi Imbau Warga Lakukan Pemantauan Hilal 1 Syawal pada 18 Maret 2026
Arab Saudi Imbau Warga Lakukan Pemantauan Hilal 1 Syawal pada 18 Maret 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com