Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat

Kompas.com, 20 Maret 2026, 19:31 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sholat Idul Fitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadhan, tetapi juga menjadi momentum spiritual yang sarat makna.

Ibadah ini merepresentasikan kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri, sekaligus menjadi ruang kolektif umat Islam untuk meneguhkan kembali nilai ketakwaan.

Di balik pelaksanaannya, terdapat susunan bacaan, niat, serta tata cara yang telah dirumuskan para ulama berdasarkan hadis dan praktik Nabi Muhammad SAW.

Kedudukan dan Makna Sholat Idul Fitri

Dalam khazanah fikih, hukum sholat Idul Fitri memang menjadi ruang perbedaan pendapat. Mazhab Hanafi menetapkannya sebagai wajib, sementara mazhab Syafi’i, Maliki, dan sebagian Hanbali mengkategorikannya sebagai sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.

Perbedaan ini, sebagaimana dijelaskan dalam Panduan Sholat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, menunjukkan fleksibilitas hukum Islam tanpa mengurangi esensi ibadah itu sendiri.

Terlepas dari perbedaan tersebut, sholat Idul Fitri tetap memiliki posisi penting karena dilaksanakan secara berjamaah dan diiringi khutbah, yang berfungsi sebagai penguatan nilai sosial dan spiritual umat.

Baca juga: Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama

Niat Sholat Idul Fitri: Fondasi Awal Ibadah

Niat menjadi pembeda utama antara satu ibadah dengan ibadah lainnya. Dalam sholat Idul Fitri, niat cukup dihadirkan dalam hati, meskipun pelafalannya dianjurkan untuk membantu kekhusyukan.

Dalam praktiknya, terdapat perbedaan niat antara imam dan makmum:

1. Niat sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'ala.

Artinya: Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

2. Niat sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini imaaman lillaahi ta'ala.

Artinya: Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Menurut kitab Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH Muhammad Habibillah, niat menjadi pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, sekaligus penentu sah atau tidaknya suatu amalan.

Baca juga: Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas

Tata Cara Sholat Idul Fitri yang Perlu Diketahui

Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan ciri khas pada jumlah takbir tambahan. Hal ini yang membedakannya dari sholat fardhu pada umumnya.

Dalam Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH Muhammad Habibillah dijelaskan bahwa niat memiliki dimensi batiniah yang menentukan kualitas ibadah, bukan sekadar formalitas lisan.

Bacaan dalam Sholat Idul Fitri

Salah satu ciri khas sholat Idul Fitri terletak pada takbir tambahan di setiap rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir tambahan, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima takbir tambahan.

Di sela-sela takbir tersebut, jamaah dianjurkan membaca tasbih:

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

Bacaan ini tidak hanya menjadi pengisi jeda, tetapi juga memperkuat dimensi dzikir dalam sholat. Setelah takbir, imam membaca Surah Al-Fatihah yang diikuti dengan surah lain.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW disebut kerap membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, pemilihan surah ini mengandung pesan eskatologis tentang kehidupan akhirat dan kebesaran Allah.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Secara umum, tata cara sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan urutan yang sistematis. 

Rakaat Pertama

  • Membaca Niat dan Takbiratul Ihram.
  • Membaca Doa Iftitah.
  • Takbir Tambahan 7 Kali: Mengangkat tangan sebanyak 7 kali.
  • Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan Surah Al-A'la).

Rakaat Kedua

  • Berdiri dari sujud.
  • Takbir Tambahan 5 Kali: Mengangkat tangan sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
  • Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan Surah Al-Ghasyiyah).
  • Rukuk, sujud, hingga salam seperti sholat biasa.

Setelah sholat selesai, jamaah dianjurkan untuk tetap berada di tempat guna mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Khutbah ini menjadi bagian penting karena berisi pesan moral, sosial, dan keagamaan yang relevan dengan kondisi umat.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang waktu zawal.

Para ulama, seperti dijelaskan dalam kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri dianjurkan sedikit diakhirkan dibanding Idul Adha, agar memberi kesempatan bagi umat Islam menunaikan zakat fitrah.

Adapun tempat pelaksanaannya lebih dianjurkan di tanah lapang. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa melaksanakan sholat Id di musala (lapangan terbuka).

Namun, jika terdapat uzur seperti cuaca atau keterbatasan, pelaksanaan di masjid tetap diperbolehkan.

Baca juga: Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh

Tujuh Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri

Sebelum berangkat menuju tempat sholat, terdapat sejumlah amalan sunnah yang memiliki nilai simbolik dan spiritual.

Mandi sunnah menjadi bentuk penyucian diri secara lahir. Mengenakan pakaian terbaik mencerminkan rasa syukur atas nikmat hari raya.

Bagi laki-laki, memakai wewangian juga dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap momen istimewa ini.

Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat, biasanya dengan kurma dalam jumlah ganjil. Tradisi ini menegaskan bahwa hari raya adalah hari berbuka.

Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sepanjang perjalanan menuju tempat sholat.

Berjalan kaki jika memungkinkan juga menjadi bagian dari sunnah, karena setiap langkah mengandung pahala.

Menariknya, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menempuh rute yang berbeda saat berangkat dan pulang.

Dalam Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dijelaskan bahwa hal ini memiliki hikmah untuk memperluas syiar Islam serta mempererat interaksi sosial di tengah masyarakat.

Ibadah yang Sarat Dimensi Sosial

Sholat Idul Fitri tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga sosial. Ia mempertemukan umat dalam satu ruang tanpa sekat, memperkuat ukhuwah, serta menjadi momentum refleksi setelah Ramadhan.

Dengan memahami niat, bacaan, tata cara, hingga amalan sunnahnya secara komprehensif, pelaksanaan sholat Idul Fitri tidak lagi sekadar rutinitas tahunan.

Ia berubah menjadi ibadah yang dijalankan dengan kesadaran penuh, menghadirkan kekhusyukan, sekaligus memperdalam makna kemenangan yang sejati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
9 Ucapan Sungkeman Idul Fitri yang Sangat Mengharukan
9 Ucapan Sungkeman Idul Fitri yang Sangat Mengharukan
Aktual
Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir 7 dan 5 Kali, hingga Bacaan yang Dianjurkan
Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir 7 dan 5 Kali, hingga Bacaan yang Dianjurkan
Aktual
Panduan Khutbah Idul Fitri Lengkap: Urutan, Rukun, dan Dalilnya, Khatib Wajib Tahu
Panduan Khutbah Idul Fitri Lengkap: Urutan, Rukun, dan Dalilnya, Khatib Wajib Tahu
Aktual
7 Amalan Wanita Haid Saat Lebaran, Tetap Dapat Pahala Meski Tak Shalat Id
7 Amalan Wanita Haid Saat Lebaran, Tetap Dapat Pahala Meski Tak Shalat Id
Aktual
Bagi-Bagi THR dalam Islam: Hukum, Etika, dan Potensi Dosa
Bagi-Bagi THR dalam Islam: Hukum, Etika, dan Potensi Dosa
Aktual
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Aktual
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Aktual
Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat
Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Aktual
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Aktual
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Aktual
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com