Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Puasa Syawal Dimulai? Ini Waktu Terbaik, Hukum, dan Tips Maksimalkan Pahala

Kompas.com, 23 Maret 2026, 09:15 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Usai merayakan Idulfitri, banyak umat Islam ingin melanjutkan semangat ibadah dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan puasa Syawal dimulai?

Pertanyaan ini penting, karena berkaitan langsung dengan keabsahan ibadah dan peluang meraih pahala besar yang dijanjikan Rasulullah SAW.

Puasa Syawal Dimulai Tanggal Berapa?

Secara syariat, puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal. Hal ini karena pada tanggal 1 Syawal—hari raya Idulfitri—umat Islam diharamkan berpuasa.

Baca juga: Puasa Syawal Harus 6 Hari Berturut-turut? Ini Penjelasan Lengkapnya

Hari raya adalah momen makan, minum, dan bergembira sebagai bentuk syukur setelah menjalani Ramadhan. Maka, memulai puasa Syawal baru bisa dilakukan keesokan harinya.

Setelah itu, waktu pelaksanaannya cukup panjang, yakni hingga akhir bulan Syawal, sehingga umat Islam memiliki fleksibilitas untuk menunaikan enam hari puasa tersebut.

Apakah Harus 6 Hari Berturut-turut?

Banyak yang mengira puasa Syawal harus dilakukan langsung enam hari tanpa jeda. Padahal, menurut pendapat ulama—termasuk mazhab Imam Syafi’i—puasa Syawal tidak wajib berturut-turut.

Artinya, Anda boleh:

  • Puasa 2 hari, lalu jeda
  • Dilanjutkan di hari lain
  • Hingga genap 6 hari dalam bulan Syawal

Namun, melaksanakannya secara berurutan sejak 2 Syawal lebih utama, karena:

  • Lebih cepat menunaikan ibadah
  • Menghindari kelalaian atau lupa
  • Menjaga momentum ibadah setelah Ramadhan

Di beberapa daerah bahkan ada tradisi merayakan “Lebaran Ketupat” pada 8 Syawal sebagai penanda selesai puasa enam hari berturut-turut.

Dalil Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan puasa ini sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.”

Konsep ini dijelaskan melalui pelipatgandaan pahala, di mana setiap amal kebaikan dilipatkan sepuluh kali lipat. Ramadhan setara 10 bulan, dan 6 hari Syawal setara 2 bulan—genap 12 bulan.

Mana Didahulukan: Qada Ramadhan atau Syawal?

Menurut penjelasan ulama, termasuk yang disampaikan Buya Yahya dalam Kanal YouTube Buya Yahya, utang puasa Ramadhan harus didahulukan.

Namun, ada kabar baik:

  • Jika Anda mengqada puasa di bulan Syawal, Anda tetap bisa mendapatkan pahala Syawal
  • Tidak perlu menggabungkan niat (cukup niat qada saja)

Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dalam memberi kemudahan beribadah.

Tips Maksimalkan Pahala Puasa Syawal

Agar lebih optimal, Anda bisa menggabungkan momentum puasa Syawal dengan hari-hari sunnah lain, seperti:

  • Senin dan Kamis
  • Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Syawal)

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pahala berlipat ganda dalam satu waktu.

Kesimpulan

Jadi, jawaban dari pertanyaan kapan puasa Syawal dimulai adalah sejak tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal.

Baca juga: Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya

Puasa ini tidak harus berurutan, namun lebih utama jika disegerakan. Bagi yang memiliki utang puasa, dahulukan qada, sambil tetap berharap pahala Syawal dari Allah SWT.

Di tengah kesibukan pasca-Lebaran, puasa Syawal menjadi kesempatan emas untuk menjaga konsistensi ibadah—dan meraih pahala setara puasa setahun penuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari
Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari
Aktual
Arab Saudi Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026
Arab Saudi Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026
Aktual
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Aktual
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Aktual
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Aktual
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Aktual
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Aktual
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Aktual
Menangis Haru, Penjual Sayur Asal Kebumen: Orang seperti Saya Kok Bisa Berhaji
Menangis Haru, Penjual Sayur Asal Kebumen: Orang seperti Saya Kok Bisa Berhaji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com