Editor
KOMPAS.com-Bulan Syawal menjadi momen penting bagi umat Islam untuk melanjutkan ibadah setelah Ramadan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah Syawal selama enam hari.
Sebagian umat Islam juga menggabungkannya dengan puasa Senin dan Kamis untuk memaksimalkan pahala.
Praktik niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis pun menjadi topik yang sering dibahas dalam kajian fikih.
Baca juga: Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya
Dilansir dari laman Baznas, Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah sesuai kemampuan.
Sementara itu, puasa Senin Kamis adalah amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW karena keutamaan kedua hari tersebut.
Niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis berarti melaksanakan kedua ibadah dalam satu waktu, yakni pada hari Senin atau Kamis di bulan Syawal.
Praktik ini memungkinkan seorang Muslim memperoleh pahala dari dua amalan sunnah sekaligus.
Baca juga: Puasa Syawal: Hukum, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama
Dalam pandangan fikih, niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis diperbolehkan selama memenuhi syarat sah puasa.
Ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi menyatakan penggabungan dua niat sunnah dalam satu ibadah diperbolehkan.
Hal ini karena keduanya termasuk ibadah sunnah yang tidak saling bertentangan.
Dasar utamanya adalah hadis Rasulullah SAW:
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.”
Selain itu, hadis lain menyebutkan:
“Amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Meski demikian, sebagian ulama menyarankan menetapkan satu niat utama agar tidak menimbulkan keraguan.
Niat puasa dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Contoh niatnya adalah berniat puasa sunnah Syawal sekaligus puasa Senin atau Kamis karena Allah SWT.
Pelaksanaan puasanya sama seperti puasa sunnah lainnya.
Seseorang harus menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib.
Puasa dapat dilakukan pada hari Senin atau Kamis selama bulan Syawal.
Dengan cara ini, enam hari puasa Syawal dapat diselesaikan secara bertahap dalam beberapa pekan.
Baca juga: Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkap dan Hukumnya
Menggabungkan puasa Syawal dan Senin Kamis memberikan pahala berlipat.
Puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa setahun penuh sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Praktik ini juga membantu efisiensi waktu bagi umat Islam yang memiliki kesibukan.
Selain itu, puasa ini dapat menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.
Dari sisi spiritual, amalan ini membantu meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Bulan Syawal menjadi kesempatan untuk mempertahankan semangat ibadah pasca-Ramadan.
Niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis menjadi salah satu cara praktis untuk melanjutkan amalan sunnah.
Islam memberikan kemudahan dalam beribadah selama tetap sesuai syariat.
Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, ibadah ini dapat memberikan keberkahan di dunia dan akhirat.
Umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum Syawal untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang