Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Sediakan Solusi Kenaikan Avtur, Biaya Haji 2026 Dijaga Tetap Ringan

Kompas.com, 8 April 2026, 06:47 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Pemerintah memastikan biaya haji 2026 tidak akan terbebani kenaikan harga avtur pesawat.

Prabowo Subianto disebut menyediakan solusi atas lonjakan biaya tersebut demi menjaga keterjangkauan bagi jamaah.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai menutup Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M Bank Sumut di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026).

“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” ujar Dahnil dilansir dari Antaranews.

Baca juga: Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi

Kenaikan Avtur Picu Lonjakan Biaya

Dahnil menjelaskan, kenaikan harga avtur terjadi cukup tajam akibat dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan haji.

Maskapai nasional Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Indonesia disebut harus menanggung biaya tambahan yang besar.

Bahkan, maskapai Arab Saudi juga telah menyampaikan adanya kenaikan beban biaya.

“Maskapai Saudi beberapa hari yang lalu juga mengirimkan surat kepada kami, menyampaikan tanggungan yang mereka harus tambah rata-rata hampir 4.000 dolar AS per jamaah,” ungkap Dahnil.

Pemerintah Cari Solusi, Jamaah Tak Dibebani

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama otoritas penerbangan saat ini terus mencari solusi agar tambahan biaya akibat kenaikan avtur tidak dibebankan kepada jamaah.

Menurut Dahnil, Presiden telah memberikan arahan tegas agar biaya haji tetap terjangkau.

“Insya Allah, Presiden sudah menawarkan solusi, sudah menyediakan solusi memastikan beban jamaah haji tidak ditambah, meskipun ada kenaikan avtur,” tegasnya.

Kuota dan Jadwal Keberangkatan Haji 2026

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jamaah haji pada 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah khusus.

Baca juga: Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei

Adapun jadwal keberangkatan telah ditetapkan, di mana kelompok terbang (kloter) pertama akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi calon jamaah haji Indonesia di tengah dinamika biaya global, sekaligus memastikan ibadah tetap dapat dijalankan dengan nyaman tanpa tambahan beban finansial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Aktual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Aktual
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Aktual
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa dan Niat
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Aktual
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Doa dan Niat
Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?
Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?
Doa dan Niat
Kemenhaj Peringatkan Penipuan Jemaah Haji, Waspada Modus Update Data hingga Video Call
Kemenhaj Peringatkan Penipuan Jemaah Haji, Waspada Modus Update Data hingga Video Call
Aktual
Sholat Hajat Lengkap: Tata Cara, Niat, Doa Mustajab dan Waktu Terbaik agar Hajat Terkabul
Sholat Hajat Lengkap: Tata Cara, Niat, Doa Mustajab dan Waktu Terbaik agar Hajat Terkabul
Doa dan Niat
Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam
Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam
Aktual
Gaza Butuh 450 Ton Tepung per Hari, Baru Tersedia 200 Ton, Jutaan Warga Terancam Kelaparan
Gaza Butuh 450 Ton Tepung per Hari, Baru Tersedia 200 Ton, Jutaan Warga Terancam Kelaparan
Aktual
100 Ucapan Barakallah Fii Umrik untuk Menyampaikan Doa Saat Ulang Tahun
100 Ucapan Barakallah Fii Umrik untuk Menyampaikan Doa Saat Ulang Tahun
Aktual
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Aktual
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Aktual
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com