Editor
KOMPAS.com — Terobosan baru dilakukan di Dubai. Masjid-masjid kini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi fasilitas modern dengan menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging).
Langkah inovatif ini diwujudkan melalui kerja sama antara Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD) dan Emarat EV Charging Stations Company (UAEV).
Keduanya menandatangani perjanjian untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pengisian mobil listrik di area parkir masjid di seluruh emirat.
Kesepakatan ini berlaku selama delapan tahun dan dapat diperpanjang, mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mengembangkan solusi energi bersih dan infrastruktur pintar.
Baca juga: Bantah Narasi Dubai Akan Runtuh, Media Pemerintah: Kota Ini Makin Tangguh
Direktur Jenderal IACAD, Ahmed Darwish Al Muhairi, menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah besar dalam mengubah wajah layanan masjid.
Menurutnya, masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat komunitas modern yang mendukung keberlanjutan dan teknologi.
“Proyek ini mencerminkan transformasi dari layanan tradisional menuju ekosistem yang berorientasi masa depan,” ujarnya.
Dalam proyek ini, berbagai fasilitas modern akan dihadirkan, seperti:
Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengakses aplikasi digital untuk menemukan lokasi stasiun pengisian terdekat, sehingga pengalaman menjadi lebih praktis dan efisien.
Anggota dewan UAEV, Ahmed Al Kaabi, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan di Uni Emirat Arab.
“Infrastruktur ini akan membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mengintegrasikan transportasi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Plt CEO UAEV, Ali Al Darwish, yang menilai proyek ini sebagai solusi nyata menghadirkan layanan EV di lokasi yang dekat dengan masyarakat.
Konsultan teknik Ali Al Halyan Al Suwaidi menjelaskan bahwa infrastruktur ini dibangun dengan teknologi terkini, standar keamanan tinggi, serta desain yang fleksibel dan dapat dikembangkan di masa depan.
Hal ini penting mengingat penggunaan kendaraan listrik di Dubai terus meningkat pesat.
Baca juga: Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah
Proyek ini mempertegas peran masjid sebagai bagian dari ekosistem kota pintar dan berkelanjutan. Integrasi nilai keagamaan dengan teknologi modern menjadi contoh bagaimana fasilitas publik dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dengan langkah ini, Dubai kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu kota terdepan dalam inovasi global—bahkan hingga ke lingkungan masjid.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang