Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam

Kompas.com, 12 April 2026, 21:26 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Nama Abu Hurairah tentu tidak asing di telinga umat Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits dalam jumlah sangat banyak.

Hingga kini, namanya masih kerap disebut dalam kitab hadits, ceramah, hingga pelajaran agama di sekolah.

Namun, di balik popularitas namanya, tidak semua orang memahami secara utuh perjalanan hidup dan perjuangannya.

Baca juga: Biografi Abu Hurairah, Sahabat yang Meriwayatkan Hadis Paling Banyak

Nama Asli dan Arti Julukan Abu Hurairah

Dilansir dari laman Kemenag Denpasar, nama asli Abu Hurairah adalah Abd al-Rahman ibn Sakhr al-Dawsi. Ia berasal dari kabilah Daws di wilayah Yaman. 

Julukan “Abu Hurairah” yang berarti “ayah dari anak kucing” diberikan karena kegemarannya memelihara seekor kucing kecil yang sering ia bawa ke mana-mana.

Kebiasaan sederhana itu membuat para sahabat memanggilnya dengan julukan tersebut, hingga akhirnya nama Abu Hurairah lebih dikenal dibandingkan nama aslinya.

Baca juga: Abu Hurairah, Periwayat Hadis dan Bapak Para Kucing

Abu Hurairah Masuk Islam dan Perjalanan ke Madinah

Abu Hurairah memeluk Islam beberapa tahun setelah dakwah Nabi berkembang. Ia masuk Islam melalui dakwah sahabat Al-Tufayl ibn Amr al-Dawsi, pemimpin kabilahnya yang lebih dahulu menerima Islam.

Setelah itu, ia datang ke Madinah untuk bertemu langsung dengan Muhammad. Di kota ini, Abu Hurairah menjalani kehidupan sederhana dengan bekerja sebagai buruh.

Ia kerap merasakan lapar hingga harus mengikatkan batu di perutnya untuk menahan rasa lapar.

Diceritakan, ia pernah berbaring di mimbar masjid hingga orang-orang mengira dirinya tidak waras.

Ketika Rasulullah mendengar hal itu, beliau segera menemui Abu Hurairah dan menjelaskan kepada orang-orang bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh rasa lapar, lalu beliau memberinya makanan.

Kehidupan Abu Hurairah sebagai Ahl al-Suffah

Dikutip dari laman DPPAI Universitas Islam Indonesia (UII), Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. https://dppai.uii.ac.id/biografi-abu-hurairah/

Ia termasuk dalam kelompok Ahl al-Suffah, yaitu orang-orang miskin atau penuntut ilmu yang tinggal di serambi masjid.

Suatu hari, ia duduk di pinggir jalan tempat orang-orang berlalu-lalang. Saat itu ia melihat Abu Bakr berjalan, lalu ia meminta agar dibacakan satu ayat Al-Qur’an.

Ia berkata, “Saya bertanya begitu supaya beliau mengajakku ikut dengannya dan memberiku pekerjaan”. Namun Abu Bakar hanya membacakan ayat tersebut lalu pergi.

Tak lama kemudian, ia melihat Umar ibn al-Khattab dan meminta hal yang sama. Namun Umar juga melakukan hal serupa seperti Abu Bakar.

Tidak lama berselang, Rasulullah datang. Nabi tersenyum, dan Abu Hurairah berkata dalam hatinya bahwa Rasulullah memahami apa yang ia rasakan.

Nabi memanggilnya, “ya Aba Hurairah!” Ia menjawab, “Labbaik, ya Rasulullah!”. Rasulullah kemudian mengajaknya ke rumah.

Di dalam rumah terdapat semangkuk susu. Rasulullah bertanya dari mana susu itu berasal dan mendapat jawaban bahwa ada seseorang yang memberikannya.

Rasulullah lalu berkata, “ya Aba Hurairah! Tolong panggilkan ahli suffah”. Susu tersebut kemudian dibagikan kepada para Ahl al-Suffah, termasuk Abu Hurairah.

Sejak peristiwa itu, Abu Hurairah semakin mengabdikan dirinya kepada Rasulullah dan bergabung sepenuhnya dengan Ahl al-Suffah.

Kedekatan Abu Hurairah dengan Rasulullah  

Abu Hurairah meriwayatkan banyak hadits karena ia selalu mendampingi Rasulullah sejak masuk Islam.

Ia berkata, “…….sesungguhnya saudara kami dari golongan muhajirin sibuk dengan urusan mereka dipasar dan orang-orang Anshar sibuk bekerja diladang mereka, sementara aku seorang yang miskin senantiasa bersama Rasulullah di mil’i batni. Aku hadir di majelis yang mereka tidak hadir dan aku hafal pada saat mereka lupa” (Hadits Riwayat Bukhari).

Pada awalnya, Abu Hurairah mengaku memiliki daya ingat yang lemah. Ia kemudian mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah.

Rasulullah lalu mendoakannya agar diberi kekuatan hafalan. Sejak saat itu, Abu Hurairah memiliki ingatan yang sangat kuat dan mampu menghafal banyak hadits.

Abu Hurairah Menjadi Perawi Hadits Terbanyak

Sejak tinggal dekat dengan Nabi, hidup Abu Hurairah berubah. Ia memilih untuk terus berada di sekitar Rasulullah dan menimba ilmu.

Ia juga memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendengar, menghafal, dan meriwayatkan hadits.

Karena ketekunan dan kedekatannya itu, Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Dalam berbagai literatur hadits, jumlah riwayat yang disandarkan kepadanya mencapai lebih dari lima ribu hadits, yang tersebar dalam kitab-kitab hadits seperti Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Meski masa kebersamaannya dengan Nabi tidak terlalu lama, yaitu sekitar tiga tahun sejak tahun ke-7 Hijriah hingga wafatnya Nabi, waktu tersebut ia manfaatkan sepenuhnya untuk belajar dan mengabdi.

Nama Abu Hurairah terus hidup dalam tradisi Islam hingga saat ini. Setiap kali seorang Muslim membaca hadits yang diawali dengan kalimat “dari Abu Hurairah, ia berkata…”, sejatinya ia sedang menyimak kembali riwayat dari seorang sahabat yang pernah duduk dekat dengan Rasulullah lebih dari empat belas abad yang lalu.

Perannya yang besar dalam meriwayatkan hadits menjadikan Abu Hurairah sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Rasulullah kepada generasi berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Aktual
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Aktual
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Aktual
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Doa dan Niat
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Aktual
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
Aktual
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Aktual
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Aktual
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Aktual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Aktual
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Aktual
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa dan Niat
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Aktual
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com