Editor
KOMPAS.com - Pusat Transportasi Umum di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci menggelar simulasi virtual sistem transportasi sebagai persiapan musim haji 2026.
Simulasi tersebut difokuskan pada pengujian efisiensi operasional transportasi jemaah.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 24 instansi pemerintah dan operasional.
Selain itu, koordinasi lintas lembaga juga diperkuat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan haji.
Baca juga: Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Saudi Press Agency melaporkan bahwa simulasi tersebut dilakukan menggunakan model operasional yang mereplikasi pergerakan jemaah antara Makkah dan kawasan tempat suci.
Sebanyak 3.000 bus dikerahkan dalam lima fase operasional utama yang mencakup seluruh tahapan transportasi.
Selain itu, simulasi juga melibatkan 15 rute utama untuk menguji efektivitas pengelolaan arus jemaah.
Pengujian ini sekaligus menilai efisiensi manajemen lalu lintas di berbagai tahapan perjalanan.
Simulasi ini dirancang untuk memodelkan pergerakan lebih dari 1,2 juta jemaah virtual melalui lebih dari 75.000 perjalanan yang telah direncanakan.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20.500 personel operasional serta 74 perusahaan transportasi.
Skala tersebut mencerminkan kompleksitas sistem transportasi yang diterapkan selama musim haji.
Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan layanan transportasi berskala besar.
Pelaksanaan simulasi juga mencakup implementasi langsung berbagai fase operasional di lapangan.
Tahapan dimulai dari proses persiapan dan kesiapan awal. Selanjutnya, simulasi berlanjut pada pergerakan menuju Arafah, kemudian perpindahan ke Muzdalifah.
Tahap akhir adalah perjalanan menuju Mina guna memastikan sistem berjalan optimal dalam berbagai kondisi operasional.
Latihan ini menunjukkan tingkat koordinasi yang erat antarinstansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
Selain itu, simulasi mendukung pengembangan sistem transportasi yang mampu mengakomodasi kepadatan jemaah dalam jumlah besar.
Metode yang digunakan berbasis uji coba awal, pengukuran kinerja, serta peningkatan prosedur operasional.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman mobilitas jemaah yang lebih tertata dan efisien selama musim haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang