Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit

Kompas.com, 20 April 2026, 14:02 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com - Musim haji segera tiba. Dokter pada tugas fungsi (Tusi) Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) PPIH Arab Saudi dr M Fathi Banna AL F mengungkapkan perkiraan suhu Arab Saudi saat musim haji.

"Suhu di Saudi saat musim haji sebenarnya memasuki awal musim panas. Namun suhunya tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan Indonesia," kata Fathi kepada Kompas.com saat ditemui di Madinah, Arab Saudi, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan pemantauannya, beberapa hari terakhir suhu di Arab Saudi mencapai 39 derajat Celcius untuk Kota Mekah. Sedangkan Madinah 38 derajat Celcius.

Baca juga: PPIH Pastikan Layanan Haji 2026 Siap, Jemaah Kloter Pertama Tiba 22 April di Madinah

Sedangkan untuk puncak musim haji atau pada saat Armuzna, suhu diperkirakan mencapai 40,5 derajat Celcius.

"Bagaimana pun juga perlu persiapan karena perbedaan suhu Mekah dan Madinah yang lebih panas dan kering (daripada Indonesia) bisa saja menimbulkan risiko dan dikhawatirkan mengganggu proses ibadah," papar dia.

Apa Risiko Suhu Tinggi terhadap Tubuh Jemaah?

Suhu yang lebih tinggi bisa menimbulkan berbagai risiko. Salah satunya dehidrasi.

"Yang pertama jika suhunya tinggi mudah terjadi penguapan. Tubuh lebih mudah berkeringat tapi enggak terasa, karena keringatnya menguap. Kalau tubuh kekurangan cairan akan timbul dehidrasi," kata dia.

Tak hanya itu jemaah juga rentan mengalami masalah bibir pecah-pecah, bibir berdarah, hingga sariawan.

"Akhirnya makan pun jadi tidak enak. Energinya berkurang dan cairan juga kurang karena bibir kering bisa menimbulkan efek tersebut," paparnya

Trik Dua Teguk dalam Sepuluh Menit

Dokter Fathi menerangkan jemaah perlu membawa botol minum berisi air biasa atau air zamzam.

Dia membagikan tips agar jemaah minum sebelum haus tanpa perlu khawatir terlalu sering buang air kecil.

"Minum dua teguk setiap sepuluh menit," katanya.

Menurutnya meminum dua teguk air setidaknya tiap sepuluh menit dapat membantu tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Cairan yang hilang akibat penguapan bisa tergantikan.

Jemaah haji juga dianjurkan membawa pelembab bibir.

"Perlu membawa pelembab bibir di keterangan ada kandungan petroleum jelly biar tidak mudah kering," katanya.

Baca juga: Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji

Jemaah juga bisa membawa spray yang diisi air untuk disemprotkan ke bagian luar tubuh.

"Untuk membantu menjaga suhu bagian luar tubuh," ujar dia.

Jemaah haji Indonesia akan mulai tiba di Arab Saudi pada April 2026. Saat itu, Arab Saudi memasuki awal musim panas. Sedangkan puncak haji atau wukuf di Arafah akan dilakukan pada 26 Mei 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
Aktual
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Aktual
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Aktual
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Aktual
Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Doa dan Niat
Wamenhaj Imbau Daerah Kurangi Seremonial Pelepasan Haji
Wamenhaj Imbau Daerah Kurangi Seremonial Pelepasan Haji
Aktual
Shalat Safar Haji: Niat, Tata Cara, dan Doa Lengkap Sebelum Berangkat
Shalat Safar Haji: Niat, Tata Cara, dan Doa Lengkap Sebelum Berangkat
Doa dan Niat
Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Aktual
Kabut Tebal Tunda Keberangkatan Kloter Pertama Haji Palembang, Pesawat Baru Lepas Landas Pukul 08.15 WIB
Kabut Tebal Tunda Keberangkatan Kloter Pertama Haji Palembang, Pesawat Baru Lepas Landas Pukul 08.15 WIB
Aktual
Bacaan Shalawat Badar Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Bacaan Shalawat Badar Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Saudi Perkuat Mina untuk Haji 2026, Sistem Elektronik Pantau Jemaah Real Time
Saudi Perkuat Mina untuk Haji 2026, Sistem Elektronik Pantau Jemaah Real Time
Aktual
Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026
Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026
Aktual
Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Long Weekend
Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Long Weekend
Aktual
Kemenag Bantah Pengelolaan Kas Masjid oleh Pemerintah, Thobib: Itu Hoaks!
Kemenag Bantah Pengelolaan Kas Masjid oleh Pemerintah, Thobib: Itu Hoaks!
Aktual
Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!
Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com