Editor
KOMPAS.com - Ibadah Haji 2026 tinggal menghitung pekan dengan jutaan jemaah bersiap menuju Tanah Suci.
Pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan sistem identitas digital dan fisik untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan haji.
Salah satu dokumen terpenting yang wajib dimiliki setiap jemaah adalah Kartu Nusuk.
Baca juga: Kartu Nusuk Hilang? Ini 4 Langkah Penting yang Harus Dilakukan
Tanpa kartu ini, akses ke sejumlah layanan dan kawasan suci dapat dibatasi selama pelaksanaan ibadah haji.
Diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Kartu Nusuk menjadi identitas resmi wajib bagi seluruh jemaah haji terdaftar sejak tiba di Arab Saudi hingga kepulangan.
Kartu ini berfungsi sebagai akses masuk ke lokasi ibadah, layanan jemaah, serta sistem keamanan selama musim haji.
Baca juga: Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Dilansir dari Gulf News, Kartu Nusuk adalah dokumen identitas pintar resmi yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Kartu ini menjadi identitas utama seluruh jemaah haji yang telah terdaftar secara resmi dan wajib dibawa selama seluruh rangkaian ibadah haji.
Kartu tersebut memuat data pribadi, informasi medis, dan data akomodasi dalam satu dokumen. Fungsinya sekaligus sebagai kartu fisik dan identitas digital.
Melalui kartu ini, jemaah dapat mengakses kawasan suci Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Selain itu, kartu juga menjadi bukti bahwa pemegangnya merupakan jemaah resmi yang mendapat izin melaksanakan haji.
Selain kartu fisik, jemaah juga bisa mengakses versi digital melalui aplikasi resmi.
Kartu Nusuk menjadi satu-satunya dokumen resmi yang diakui di Arab Saudi untuk membuktikan identitas jemaah serta legalitas pelaksanaan haji.
Kartu ini juga berperan penting dalam pengelolaan jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara.
Beberapa fungsi utama Kartu Nusuk antara lain menyimpan data pribadi dan catatan medis untuk memudahkan penanganan cepat oleh petugas atau tenaga kesehatan.
Kartu ini juga memuat alamat penginapan di Mekkah, kawasan suci, dan Madinah sehingga memudahkan petugas membantu jemaah yang tersesat kembali ke rombongan.
Selain itu, kartu dipakai untuk pengaturan naik bus, perpindahan kelompok antar lokasi ibadah, menghubungkan jemaah dengan perusahaan layanan resmi, serta akses layanan pendampingan selama musim haji.
Setiap jemaah diwajibkan membawa Kartu Nusuk setiap saat selama pelaksanaan haji. Kartu ini bukan sekadar dokumen simpanan, tetapi digunakan aktif sepanjang perjalanan ibadah.
Jemaah harus menyimpan kartu di badan sejak tiba di Arab Saudi hingga pulang ke negara asal.
Kartu wajib ditunjukkan saat memasuki kawasan suci, naik transportasi rombongan, atau menggunakan layanan jemaah.
Jika tersesat atau terpisah dari rombongan, petugas dapat memindai kartu untuk mengetahui lokasi penginapan dan titik kumpul kelompok.
Aplikasi Nusuk juga tersedia sebagai platform resmi Kementerian Haji dan Umrah yang tersedia secara global bagi seluruh jemaah terdaftar.
Setelah mengunduh aplikasi dan membuat akun, jemaah dapat membuka ikon “Nusuk Card” untuk melihat kartu digital.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur Al Quran, jadwal salat, izin umrah, pemesanan kunjungan Raudhah, pemesanan hotel dan penerbangan, tur Mekkah dan Madinah, hingga layanan pengaduan.
Sementara untuk jemaah yang berdomisili di Arab Saudi atau jemaah domestik dapat mengakses kartu digital melalui aplikasi Tawakkalna yang terhubung dengan sistem identitas nasional setempat.
Kehilangan kartu fisik tidak harus mengganggu perjalanan ibadah. Jemaah tetap memiliki beberapa pilihan untuk verifikasi atau penggantian kartu.
Jemaah dapat melapor kepada ketua rombongan atau perusahaan layanan untuk meminta penerbitan ulang.
Pilihan lain adalah menggunakan kartu digital melalui aplikasi Nusuk atau Tawakkalna.
Jemaah juga bisa datang ke Nusuk Care Center terdekat atau menghubungi Unified Call Center di nomor 1966.
Arab Saudi juga menerapkan pembatasan masuk ke Mekkah menjelang musim haji.
Pada 13 April 2026, warga dan ekspatriat tanpa izin resmi tidak diperbolehkan masuk ke Mekkah.
Pengecualian berlaku bagi pemegang izin haji, kartu residensi Mekkah, atau izin kerja di kawasan suci.
Mulai 18 April 2026, seluruh pemegang visa umrah wajib meninggalkan Arab Saudi. Masuk ke Mekkah hanya diizinkan bagi pemegang visa haji.
Pada periode 18 April hingga 31 Mei 2026, izin umrah melalui platform Nusuk juga dihentikan sementara untuk seluruh pengguna.
Kartu Nusuk menjadi salah satu instrumen utama dalam penyelenggaraan Haji 2026 yang lebih tertib, aman, dan terintegrasi.
Karena itu, setiap jemaah diminta memahami fungsi kartu ini sejak sebelum keberangkatan agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang