Editor
KOMPAS.com – Pemerintah terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji 2026. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) meluncurkan inovasi digital berupa aplikasi pengaduan bernama Kawal Haji.
Aplikasi ini menjadi terobosan penting karena memungkinkan jemaah dan petugas menyampaikan laporan langsung dari lapangan secara cepat, transparan, dan terintegrasi.
Kepala Pusdatin, Farosa, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang lebih responsif.
“Aplikasi Kawal Haji kami hadirkan sebagai sarana pengaduan yang transparan dan responsif. Jemaah maupun petugas dapat langsung melaporkan kejadian di lapangan secara real time, lengkap dengan lokasi dan bukti pendukung,” ujarnya dilansir dari siaran pers Kemenhaj, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Cara Kerja One Stop Service yang Mudahkan Jemaah Haji Sejak di Embarkasi
Melalui aplikasi ini, jemaah tidak lagi kesulitan menyampaikan keluhan. Semua proses dibuat sederhana dan praktis.
Pengguna cukup:
Dengan sistem ini, laporan menjadi lebih akurat dan mudah ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
Tidak hanya sekadar melapor, aplikasi Kawal Haji juga memungkinkan pengguna memantau perkembangan laporan mereka.
Tersedia fitur:
“Melalui fitur riwayat dan tanggapan, pengguna dapat memantau sejauh mana penanganan pengaduan dilakukan,” jelas Farosa.
Bahkan, pengguna juga bisa melihat laporan lain yang masuk melalui fitur pencarian, termasuk filter khusus bagi petugas berdasarkan embarkasi hingga kloter.
Menariknya, Kawal Haji tidak perlu diunduh melalui toko aplikasi. Pengguna cukup mengakses situs resminya melalui browser seperti Google Chrome, lalu menambahkan ke layar utama (Add to Home Screen).
Cara ini membuat aplikasi lebih ringan dan bisa diakses di berbagai perangkat tanpa memakan banyak ruang penyimpanan.
Dengan hadirnya Kawal Haji, pemerintah ingin mendorong keterlibatan aktif jemaah dalam mengawasi layanan haji.
Setiap laporan yang masuk menjadi bagian penting dalam evaluasi dan perbaikan sistem penyelenggaraan haji ke depan.
“Partisipasi semua pihak sangat penting dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik,” kata Farosa.
Baca juga: Daftar Layanan Terbaru Haji 2026 di Arab Saudi, dari Teknologi Canggih hingga Penitipan Anak
Peluncuran aplikasi Kawal Haji menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital dalam layanan haji terus bergerak maju.
Kini, jemaah tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga bagian dari pengawasan demi terciptanya ibadah haji yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang