Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potensi Zakat Banyuwangi Capai Rp 120 Miliar, Baznas Dorong Pelaporan Terintegrasi

Kompas.com, 22 April 2026, 07:42 WIB
Add on Google
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Potensi zakat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencapai angka Rp 120 miliar.

Nilai ini menjadi perhatian serius Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi untuk memastikan pengelolaannya berjalan terintegrasi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Ketua Baznas Banyuwangi, Dwi Yanto, menegaskan bahwa besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang tertib, khususnya dalam hal pelaporan dari setiap Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Saya berharap seluruh perolehan zakat dari LAZ dapat dicatatkan kepada kami. Perlu diingat bahwa laporan ini bersifat autobalanced atau administratif semata, tujuannya adalah agar data kita terintegrasi,” kata Dwi, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Mendes Gandeng Baznas Tarik Zakat hingga Desa, Yandri: Dapat Duit dari Allah, Keluarkan Dong Zakat Mal

Menurutnya, tanpa pencatatan yang menyeluruh, potensi ratusan miliar rupiah tersebut berisiko tidak terpetakan dengan baik. Padahal, integrasi data menjadi kunci untuk mengoptimalkan pendistribusian zakat agar tepat sasaran di seluruh wilayah Banyuwangi.

Dalam rapat koordinasi yang juga dihadiri perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, para pengelola zakat didorong untuk aktif melaporkan kinerja mereka sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Perwakilan Kemenag Banyuwangi, Hariyanto, menyampaikan bahwa pengelolaan zakat perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga apa yang sudah berjalan baik saat ini, ke depan bisa menjadi semakin baik lagi. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan (mustahik) dapat merasakan dampak positif dan semakin bahagia dengan adanya pengelolaan zakat yang lebih terorganisir,” ujarnya.

Baca juga: Baznas Perkuat Strategi Zakat: Digitalisasi hingga SDM Amil

Dukungan terhadap penguatan tata kelola zakat juga datang dari berbagai organisasi masyarakat, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi.

“Transparansi dan pelaporan yang baik adalah kunci kepercayaan masyarakat. Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan administratif ini demi kemaslahatan umat yang lebih luas,” kata pengurus LDII Banyuwangi, Rudi Hidayat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!
Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!
Aktual
Aplikasi Kawal Haji: Jemaah Bisa Lapor Masalah Haji Real Time, Begini Caranya
Aplikasi Kawal Haji: Jemaah Bisa Lapor Masalah Haji Real Time, Begini Caranya
Aktual
Cara Kerja 'One Stop Service' yang Mudahkan Jemaah Haji Sejak di Embarkasi
Cara Kerja "One Stop Service" yang Mudahkan Jemaah Haji Sejak di Embarkasi
Aktual
Potensi Zakat Banyuwangi Capai Rp 120 Miliar, Baznas Dorong Pelaporan Terintegrasi
Potensi Zakat Banyuwangi Capai Rp 120 Miliar, Baznas Dorong Pelaporan Terintegrasi
Aktual
Daftar Layanan Terbaru Haji 2026 di Arab Saudi, dari Teknologi Canggih hingga Penitipan Anak
Daftar Layanan Terbaru Haji 2026 di Arab Saudi, dari Teknologi Canggih hingga Penitipan Anak
Aktual
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Aktual
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Aktual
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Aktual
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Aktual
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Aktual
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Aktual
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Aktual
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com