KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau Haji 2026.
Salah satu langkah terbarunya terlihat dari kunjungan inspeksi yang dilakukan Wakil Emir Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah Arab Saudi, Pangeran Saud bin Mishaal, ke kawasan Masjidil Haram pada Minggu (10/5/2026).
Dilansir dari Saudi Gazette, kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan operasional Masjidil Haram menjelang musim haji 2026, mulai dari area mataf di sekitar Ka’bah, sistem pengaturan jamaah, hingga layanan penerimaan dan transportasi jamaah haji.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi jutaan jamaah yang diperkirakan akan datang dari berbagai negara.
Baca juga: Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Dalam kunjungan tersebut, Pangeran Saud bin Mishaal memeriksa kesiapan area mataf, yaitu lokasi thawaf yang mengelilingi Ka’bah dan menjadi titik paling padat selama musim haji maupun umrah.
Area ini menjadi perhatian utama karena setiap tahun jutaan jamaah melakukan thawaf secara bersamaan, terutama menjelang puncak ibadah haji.
Pejabat terkait menjelaskan berbagai rencana operasional yang telah disiapkan, termasuk:
Menurut otoritas Saudi, sistem tersebut dirancang agar pergerakan jamaah tetap lancar tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya M. Arifin dijelaskan bahwa pengaturan kerumunan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji modern karena melibatkan jutaan manusia dalam ruang dan waktu yang hampir bersamaan.
Oleharena itu, teknologi dan koordinasi lintas lembaga menjadi aspek penting dalam keberhasilan operasional haji.
Baca juga: Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Selain memeriksa area ibadah, Wakil Emir Makkah juga meninjau perkembangan proyek Ekspansi Saudi Ketiga di Masjidil Haram.
Proyek besar tersebut merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang pemerintah Saudi untuk meningkatkan kapasitas Masjidil Haram agar mampu menampung jamaah dalam jumlah lebih besar.
Pangeran Saud menerima penjelasan mengenai proses penyerahan operasional bertahap yang dilakukan Kantor Manajemen Proyek Kementerian Keuangan bersama Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Pengembangan tersebut meliputi:
Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dijelaskan bahwa perluasan Masjidil Haram menjadi salah satu proyek infrastruktur keagamaan terbesar di dunia karena harus tetap menjaga fungsi spiritual kawasan suci di tengah meningkatnya jumlah jamaah global setiap tahun.
Kunjungan juga dilakukan ke Pusat Penerimaan dan Bimbingan Jamaah Al-Nawariyah di Makkah.
Di lokasi ini, Wakil Emir memantau langsung sistem operasional digital yang digunakan untuk mengelola kedatangan jamaah haji.
Sistem tersebut mencakup:
Melalui layar pemantauan terpadu, petugas dapat mengetahui posisi armada bus secara real-time sehingga proses perpindahan jamaah menuju penginapan dapat berlangsung lebih cepat dan terorganisir.
Pemerintah Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang terus memperluas penggunaan teknologi digital untuk mendukung pelayanan haji.
Dalam buku Transformasi Digital Pelayanan Haji karya Ahmad Munir disebutkan bahwa digitalisasi menjadi solusi penting dalam pengelolaan jutaan jamaah, terutama untuk mengurangi antrean, meningkatkan keamanan, dan mempercepat respons layanan darurat.
Baca juga: Arab Saudi Gelar 23.000 Inspeksi Jelang Haji 2026, Awasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Selain itu, Pangeran Saud juga memeriksa mekanisme pertukaran bus asing dan bus Saudi di pusat layanan tersebut.
Proses ini penting karena jamaah internasional umumnya tiba menggunakan armada dari berbagai negara sebelum kemudian dialihkan ke sistem transportasi resmi Arab Saudi.
Petugas menjelaskan bahwa mekanisme baru dirancang untuk:
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur masuk Kota Makkah menjelang puncak musim haji.
Musim haji 2026 diperkirakan akan kembali dipadati jamaah dari seluruh dunia seiring meningkatnya kuota dan pulihnya mobilitas global pascapandemi beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu, pemerintah Saudi menargetkan pelayanan haji tahun ini berlangsung lebih tertata melalui:
Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah Saudi juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengalaman ibadah jamaah lebih aman, nyaman, dan mudah diakses.
Baca juga: Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang
Sebagai masjid suci umat Islam, Ka'bah dan Masjidil Haram selalu menjadi pusat perhatian menjelang musim haji.
Jutaan jamaah dari berbagai negara datang dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda, sehingga pengelolaan kawasan suci membutuhkan koordinasi sangat besar.
Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah Kontemporer karya Yusuf Qardhawi dijelaskan bahwa pelayanan jamaah merupakan bagian dari kemaslahatan umum yang sangat dijaga dalam Islam, terutama ketika berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan ibadah.
Karena itu, kesiapan fasilitas, transportasi, hingga pengaturan jamaah menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan haji setiap tahun.
Di balik berbagai proyek infrastruktur dan modernisasi teknologi, tujuan utama persiapan ini tetap untuk menjaga kekhusyukan ibadah jamaah.
Pemerintah Saudi berharap seluruh layanan yang disiapkan mampu membantu jamaah lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah haji tanpa terganggu persoalan teknis di lapangan.
Dengan inspeksi langsung yang dilakukan Wakil Emir Makkah, pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa persiapan Haji 2026 tidak hanya berfokus pada kapasitas fisik, tetapi juga pengalaman spiritual jamaah selama berada di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang