Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026

Kompas.com, 12 Mei 2026, 05:49 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau Haji 2026.

Salah satu langkah terbarunya terlihat dari kunjungan inspeksi yang dilakukan Wakil Emir Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah Arab Saudi, Pangeran Saud bin Mishaal, ke kawasan Masjidil Haram pada Minggu (10/5/2026).

Dilansir dari Saudi Gazette, kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan operasional Masjidil Haram menjelang musim haji 2026, mulai dari area mataf di sekitar Ka’bah, sistem pengaturan jamaah, hingga layanan penerimaan dan transportasi jamaah haji.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi jutaan jamaah yang diperkirakan akan datang dari berbagai negara.

Baca juga: Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026

Fokus pada Kesiapan Mataf dan Manajemen Kerumunan

Dalam kunjungan tersebut, Pangeran Saud bin Mishaal memeriksa kesiapan area mataf, yaitu lokasi thawaf yang mengelilingi Ka’bah dan menjadi titik paling padat selama musim haji maupun umrah.

Area ini menjadi perhatian utama karena setiap tahun jutaan jamaah melakukan thawaf secara bersamaan, terutama menjelang puncak ibadah haji.

Pejabat terkait menjelaskan berbagai rencana operasional yang telah disiapkan, termasuk:

  • mekanisme pengaturan arus jamaah,
  • pengawasan kepadatan di area thawaf,
  • peningkatan jalur pergerakan,
  • serta kesiapan fasilitas pendukung di sekitar Masjidil Haram.

Menurut otoritas Saudi, sistem tersebut dirancang agar pergerakan jamaah tetap lancar tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya M. Arifin dijelaskan bahwa pengaturan kerumunan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji modern karena melibatkan jutaan manusia dalam ruang dan waktu yang hampir bersamaan.

Oleharena itu, teknologi dan koordinasi lintas lembaga menjadi aspek penting dalam keberhasilan operasional haji.

Baca juga: Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah

Tinjau Proyek Ekspansi Saudi Ketiga

Selain memeriksa area ibadah, Wakil Emir Makkah juga meninjau perkembangan proyek Ekspansi Saudi Ketiga di Masjidil Haram.

Proyek besar tersebut merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang pemerintah Saudi untuk meningkatkan kapasitas Masjidil Haram agar mampu menampung jamaah dalam jumlah lebih besar.

Pangeran Saud menerima penjelasan mengenai proses penyerahan operasional bertahap yang dilakukan Kantor Manajemen Proyek Kementerian Keuangan bersama Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pengembangan tersebut meliputi:

  • perluasan area shalat,
  • peningkatan akses masuk dan keluar,
  • modernisasi fasilitas pendingin udara,
  • sistem keamanan,
  • hingga peningkatan kenyamanan bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dijelaskan bahwa perluasan Masjidil Haram menjadi salah satu proyek infrastruktur keagamaan terbesar di dunia karena harus tetap menjaga fungsi spiritual kawasan suci di tengah meningkatnya jumlah jamaah global setiap tahun.

Sistem Digital dan Pemantauan Bus Jamaah

Kunjungan juga dilakukan ke Pusat Penerimaan dan Bimbingan Jamaah Al-Nawariyah di Makkah.

Di lokasi ini, Wakil Emir memantau langsung sistem operasional digital yang digunakan untuk mengelola kedatangan jamaah haji.

Sistem tersebut mencakup:

  • verifikasi akomodasi jamaah sebelum tiba,
  • pemantauan pergerakan bus,
  • pengawasan lalu lintas jamaah,
  • hingga sinkronisasi data transportasi dan hotel.

Melalui layar pemantauan terpadu, petugas dapat mengetahui posisi armada bus secara real-time sehingga proses perpindahan jamaah menuju penginapan dapat berlangsung lebih cepat dan terorganisir.

Pemerintah Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang terus memperluas penggunaan teknologi digital untuk mendukung pelayanan haji.

Dalam buku Transformasi Digital Pelayanan Haji karya Ahmad Munir disebutkan bahwa digitalisasi menjadi solusi penting dalam pengelolaan jutaan jamaah, terutama untuk mengurangi antrean, meningkatkan keamanan, dan mempercepat respons layanan darurat.

Baca juga: Arab Saudi Gelar 23.000 Inspeksi Jelang Haji 2026, Awasi Harga dan Ketersediaan Pangan

Pertukaran Bus Jamaah Jadi Perhatian

Selain itu, Pangeran Saud juga memeriksa mekanisme pertukaran bus asing dan bus Saudi di pusat layanan tersebut.

Proses ini penting karena jamaah internasional umumnya tiba menggunakan armada dari berbagai negara sebelum kemudian dialihkan ke sistem transportasi resmi Arab Saudi.

Petugas menjelaskan bahwa mekanisme baru dirancang untuk:

  • mempercepat perpindahan jamaah,
  • mengurangi kemacetan,
  • serta memastikan jamaah langsung diarahkan menuju hotel atau akomodasi masing-masing secara efisien.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur masuk Kota Makkah menjelang puncak musim haji.

Persiapan Haji 2026 Diperkirakan Lebih Padat

Musim haji 2026 diperkirakan akan kembali dipadati jamaah dari seluruh dunia seiring meningkatnya kuota dan pulihnya mobilitas global pascapandemi beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, pemerintah Saudi menargetkan pelayanan haji tahun ini berlangsung lebih tertata melalui:

  • modernisasi fasilitas,
  • peningkatan kapasitas Masjidil Haram,
  • integrasi sistem digital,
  • serta penguatan keamanan dan transportasi.

Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah Saudi juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengalaman ibadah jamaah lebih aman, nyaman, dan mudah diakses.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang

Masjidil Haram Jadi Pusat Perhatian Dunia Islam

Sebagai masjid suci umat Islam, Ka'bah dan Masjidil Haram selalu menjadi pusat perhatian menjelang musim haji.

Jutaan jamaah dari berbagai negara datang dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda, sehingga pengelolaan kawasan suci membutuhkan koordinasi sangat besar.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah Kontemporer karya Yusuf Qardhawi dijelaskan bahwa pelayanan jamaah merupakan bagian dari kemaslahatan umum yang sangat dijaga dalam Islam, terutama ketika berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan ibadah.

Karena itu, kesiapan fasilitas, transportasi, hingga pengaturan jamaah menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan haji setiap tahun.

Upaya Menjaga Kekhusyukan Ibadah

Di balik berbagai proyek infrastruktur dan modernisasi teknologi, tujuan utama persiapan ini tetap untuk menjaga kekhusyukan ibadah jamaah.

Pemerintah Saudi berharap seluruh layanan yang disiapkan mampu membantu jamaah lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah haji tanpa terganggu persoalan teknis di lapangan.

Dengan inspeksi langsung yang dilakukan Wakil Emir Makkah, pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa persiapan Haji 2026 tidak hanya berfokus pada kapasitas fisik, tetapi juga pengalaman spiritual jamaah selama berada di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Aktual
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Aktual
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Aktual
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
Aktual
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Aktual
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Aktual
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Aktual
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Aktual
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com