Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf turun langsung menyambut jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026).
Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menjadi perhatian para jemaah yang baru tiba di Tanah Suci.
Ia menyapa satu per satu jemaah haji Indonesia sambil mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Arafah.
Baca juga: Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna 2026, Atur Pergerakan Jamaah di Fase Puncak Haji
Selain memberikan semangat, Gus Irfan juga meminta jemaah tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan selama berada di Arab Saudi.
Mochamad Irfan Yusuf terlihat menyambut langsung rombongan jemaah haji Indonesia di area kedatangan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.
Baca juga: Obat-obatan Apotek Mini Ini Perlu Dibawa Jemaah Saat Armuzna, Apa Isinya?
Gus Irfan menjabat tangan jemaah satu per satu saat mereka tiba di terminal kedatangan.
Beberapa jemaah bahkan meminta berfoto bersama Menteri Haji dan Umrah RI tersebut.
Akibat antusiasme jemaah, Gus Irfan beberapa kali harus berhenti cukup lama di tengah rombongan.
“Sehat bu? jaga kesehatan yah!” ujarnya kepada jemaah perempuan.
Berulang kali, Gus Irfan menyampaikan doa dan pesan kesehatan kepada para jemaah haji Indonesia.
Dalam beberapa momen, Gus Irfan tampak jongkok saat berbicara dengan jemaah haji agar posisinya lebih rendah dan nyaman saat berinteraksi.
Ia melakukan hal tersebut berulang kali saat menyapa jemaah, termasuk kepada jemaah lanjut usia.
Setelah menyapa rombongan di terminal kedatangan, Gus Irfan bergerak menuju area lain di bandara.
Di lokasi tersebut, ia kembali menghampiri seorang ibu yang menggunakan kursi roda.
Gus Irfan meminta jemaah tersebut menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Saat berpamitan, cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari itu menempelkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.
Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, Irfan Yusuf juga mengingatkan jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah yang terlalu berat.
Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing agar tetap sehat hingga puncak haji berlangsung.
Menurutnya, terlalu sering melaksanakan umrah sunnah dapat menguras stamina jemaah.
“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.
Selain mengingatkan jemaah, Gus Irfan juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak mengadakan city tour sebelum fase Arafah selesai.
Ia menilai kondisi kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama menjelang rangkaian ibadah Armuzna.
“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Kala Gus Irfan Jongkok di Depan Jemaah Haji".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang