KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kali ini, Kementerian Haji dan Umrah Saudi meluncurkan panduan khusus bagi jemaah domestik atau jemaah lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan keteraturan selama musim haji.
Dilansir dari Saudi Gazette, panduan tersebut disusun untuk membantu jemaah memahami seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan manasik di tempat-tempat suci.
Pemerintah Saudi menilai meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun membuat edukasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kelancaran operasional haji.
Oleh karena itu, panduan ini tidak hanya memuat tata cara ibadah, tetapi juga petunjuk teknis perjalanan, penggunaan layanan digital, hingga langkah menghadapi cuaca ekstrem.
Baca juga: Saudi Luncurkan Haji Tanpa Bagasi 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Berbeda dengan buku panduan haji konvensional yang cenderung fokus pada aspek fikih, panduan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi dirancang lebih praktis dan terintegrasi.
Materi di dalamnya mencakup berbagai kebutuhan jemaah selama perjalanan haji. Mulai dari daftar persiapan pribadi sebelum berangkat, syarat perjalanan, titik kumpul keberangkatan, hingga sistem transportasi menuju lokasi-lokasi ibadah di Makkah dan tempat suci lainnya.
Panduan itu juga dilengkapi ilustrasi peta kawasan haji, jadwal perjalanan, sistem pengelompokan jemaah, hingga mekanisme perpindahan antar lokasi ibadah.
Tujuannya agar jemaah lebih mudah memahami alur perjalanan haji yang sangat padat dan kompleks.
Selain itu, pemerintah Saudi juga memasukkan edukasi tentang perilaku positif selama ibadah haji, seperti menjaga kebersihan, menghindari kepanikan saat terjadi kepadatan, hingga pentingnya bekerja sama dengan petugas lapangan.
Salah satu fokus utama dalam panduan baru ini adalah penggunaan kartu dan aplikasi Nusuk.
Sebagaimana diketahui, Nusuk kini menjadi bagian penting dalam sistem penyelenggaraan haji modern di Arab Saudi.
Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke kawasan suci, termasuk Masjidil Haram.
Dalam panduan itu dijelaskan cara penggunaan kartu fisik maupun versi digital Nusuk, termasuk prosedur aktivasi dan pemanfaatannya selama perjalanan haji.
Pemerintah Saudi juga menyediakan informasi kontak penting, nomor bantuan darurat, layanan kesehatan, hingga pusat layanan jemaah yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kebingungan jemaah, terutama di tengah padatnya aktivitas selama musim haji.
Baca juga: Arab Saudi Tangkap 7 Penyelundup 13 Jemaah Haji Ilegal ke Makkah
Selain urusan teknis dan ibadah, panduan haji Saudi tahun ini juga memberi perhatian besar terhadap risiko cuaca panas ekstrem.
Dalam beberapa tahun terakhir, suhu di kawasan haji kerap mencapai lebih dari 45 derajat Celsius saat musim panas. Kondisi itu menjadi tantangan serius, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.
Dengan demikian, pemerintah Saudi memasukkan panduan khusus mengenai pencegahan heat stress atau stres akibat panas.
Jemaah diimbau memperbanyak minum air, menggunakan payung, menghindari aktivitas berat di siang hari, serta mematuhi arahan petugas kesehatan.
Dalam buku Fiqh al-Hajj wa al-Umrah karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa menjaga kesehatan selama haji merupakan bagian penting dari menjaga kemampuan menjalankan ibadah secara sempurna.
Islam, menurut Wahbah az-Zuhaili, juga memberi kemudahan bagi umat agar tidak membahayakan diri sendiri selama menjalankan ibadah.
Prinsip itulah yang kini semakin terlihat dalam pendekatan pelayanan haji modern di Arab Saudi.
Pelaksanaan ibadah haji saat ini tidak lagi sekadar persoalan ritual keagamaan. Di baliknya, terdapat sistem manajemen massa yang sangat kompleks karena melibatkan jutaan manusia dari berbagai negara dalam waktu bersamaan.
Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo disebutkan bahwa tantangan terbesar haji modern adalah bagaimana mengelola mobilitas jutaan jemaah secara aman tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Karena itu, Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan melalui digitalisasi, sistem transportasi pintar, hingga integrasi data jemaah.
Panduan haji terbaru ini menjadi bagian dari transformasi tersebut.
Dengan edukasi yang lebih rinci, pemerintah berharap jemaah bisa memahami prosedur perjalanan sejak awal sehingga potensi kepadatan, keterlambatan, atau kebingungan di lapangan dapat dikurangi.
Baca juga: Saudi Hadirkan Terjemahan 10 Bahasa untuk Jamaah Haji 2026 di Dua Masjid Suci
Penyusunan panduan haji ini melibatkan berbagai lembaga penting di Arab Saudi.
Selain Kementerian Haji dan Umrah, program tersebut juga dikerjakan bersama Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi, serta Kementerian Media Arab Saudi melalui Pusat Operasi Media Haji Terpadu.
Tak hanya itu, turut terlibat pula Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, Otoritas Umum Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta Dewan Koordinasi Institusi dan Perusahaan Pelayanan Jamaah Haji Domestik atau Mutahed.
Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji kini menjadi sistem terpadu yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari ibadah, transportasi, teknologi, kesehatan, hingga keamanan.
Melalui panduan terbaru ini, pemerintah Saudi ingin memastikan jemaah tidak hanya dapat menjalankan ibadah dengan benar, tetapi juga merasa aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, pendekatan pelayanan haji pun ikut berubah. Edukasi kini menjadi bagian penting dari pengalaman ibadah itu sendiri.
Bagi jutaan Muslim, haji memang tetap tentang perjalanan spiritual menuju Allah SWT. Namun di era modern, perjalanan itu juga membutuhkan kesiapan fisik, pemahaman teknologi, dan kemampuan mengikuti sistem yang semakin terintegrasi.
Karena itulah, panduan haji terbaru dari Arab Saudi bukan sekadar buku petunjuk perjalanan, melainkan bagian dari wajah baru pelayanan ibadah haji di era digital.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang