Editor
KOMPAS.com - Shalat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk mengawali aktivitas di pagi hari.
Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat dhuha juga membantu seorang Muslim mengisi waktu pagi dengan amalan yang bernilai ibadah.
Walau begitu, pertanyaan terkait kapan waktu pelaksanaan shalat dhuha dimulai dan kapan batas akhirnya tidak jarang terlontar.
Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Dhuha: Niat, Tata Cara, Doa, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
Para ulama telah menjelaskan rentang waktu, waktu paling utama, hingga jumlah rakaat yang dianjurkan dalam pelaksanaan shalat dhuha.
Dilansir dari laman MUI, waktu shalat dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata.
Baca juga: Doa Setelah Shalat Dhuha: Penarik Rezeki Dari Segala Arah
Dalam perhitungan waktu yang umum digunakan di Indonesia, kondisi tersebut biasanya terjadi sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit.
Karena itu, shalat dhuha umumnya sudah dapat dikerjakan mulai sekitar pukul 06.30 WIB hingga 07.00 WIB, tergantung waktu terbit matahari di masing-masing daerah.
Penjelasan mengenai awal waktu dhuha ini diterangkan dalam kitab Al-Fiqh Al-Muyassar:
مِنْ طُلُوعِ الشَّمْسِ حَتَّى تَرْتَفِعَ قَدْرَ رُمْحٍ فِي رَأْيِ الْعَيْنِ، وَهُوَ قَدْرُ مِتْرٍ تَقْرِيبًا، وَيُقَدَّرُ بِالْوَقْتِ بِحَوَالِي رُبْعِ السَّاعَةِ أَوْ ثُلُثِهَا
Artinya: “Yaitu sejak terbitnya matahari hingga matahari naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata, yang kira-kira setara dengan satu meter. Jika diukur berdasarkan waktu, hal itu sekitar seperempat jam atau sepertiganya.” (Al-Fiqh Al-Muyassar, h. 66).
Waktu shalat dhuha berlangsung hingga sesaat sebelum zawal, yaitu ketika matahari mulai bergeser dari titik tengah langit ke arah barat. Waktu tersebut berdekatan dengan masuknya waktu shalat Zuhur.
Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan shalat dhuha sejak matahari naik hingga menjelang waktu Zuhur, selama belum memasuki waktu zawal.
Meski dapat dilakukan sejak pagi, para ulama menjelaskan bahwa terdapat waktu yang lebih utama untuk melaksanakan shalat dhuha.
Waktu terbaik adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan panasnya mulai terasa. Dalam praktik sehari-hari, waktu tersebut umumnya berada pada kisaran pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.
Keterangan mengenai waktu utama shalat dhuha dijelaskan dalam kitab Mirqah Al-Mafatih Syarh Misykah Al-Masabih:
وَالْحَاصِلُ أَنَّ أَوَّلَهُ حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ، وَآخِرَهُ قُرْبَ الِاسْتِوَاءِ، وَأَفْضَلُهُ أَوْسَطُهُ، وَهُوَ رُبْعُ النَّهَارِ، لِئَلَّا يَخْلُوَ كُلُّ رُبْعٍ مِنَ النَّهَارِ عَنِ الصَّلَاةِ
Artinya: “Kesimpulannya, awal waktu Shalat dhuha adalah ketika matahari terbit, dan akhir waktunya adalah menjelang istiwa’ (matahari tepat di tengah langit). Adapun waktu yang paling utama adalah pertengahannya, yaitu pada seperempat hari, agar setiap seperempat waktu siang tidak kosong dari pelaksanaan Shalat.” (Mirqah Al-Mafatih Syarh Misykah Al-Masabih, jilid 3, h. 354).
Para ulama juga menjelaskan bahwa pembagian waktu tersebut mengandung hikmah agar setiap bagian siang hari terisi dengan ibadah shalat, mulai dari Subuh, Dhuha, Zuhur, hingga Ashar.
Shalat dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat. Sementara itu, jumlah rakaat yang paling utama adalah delapan rakaat dan batas maksimalnya sebanyak dua belas rakaat.
Keterangan tersebut dijelaskan oleh Imam Ar-Rafi’i dalam kitab Fath Al-‘Aziz Syarh Al-Wajiz:
وَالْأَفْضَلُ أَنْ يُصَلِّيَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، وَأَكْثَرُهَا اثْنَتَا عَشْرَةَ، ذَكَرَهُ الْقَاضِي الرُّوَيَانِيُّ، وَوَرَدَ فِي الْأَخْبَارِ
Artinya: “Dan yang paling utama adalah melaksanakannya sebanyak delapan rakaat, sedangkan jumlah maksimalnya adalah dua belas rakaat. Hal ini disebutkan oleh Al-Qāḍī Ar-Ruyānī, dan juga diriwayatkan dalam beberapa hadis.” (Fath Al-‘Aziz Syarh Al-Wajiz, jilid 4, h. 257).
Setelah membaca Surah Al-Fatihah, terdapat beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca dalam shalat dhuha. Di antaranya adalah Surah Asy-Syams dan Ad-Dhuha, atau Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
Sebagian ulama bahkan menganjurkan penggabungan surat-surat tersebut. Pada rakaat pertama membaca Asy-Syams dan Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca Ad-Dhuha dan Al-Ikhlas.
Dengan rentang waktu yang cukup panjang dan tata cara yang sederhana, shalat dhuha menjadi salah satu amalan sunnah yang mudah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membuka pagi dengan ibadah, shalat dhuha juga menjadi sarana menjaga kedekatan kepada Allah SWT di tengah berbagai aktivitas yang dijalani sepanjang hari.
Bagi Anda yang ingin mengetahui jadwal sholat hari ini sesuai wilayah masing-masing, informasi lengkapnya dapat disimak melalui tautan berikut KLIK DI SINI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang