Penulis
KOMPAS.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama dan Pondok Buntet Pesantren.
Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza, wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Kabar wafatnya ulama kharismatik tersebut dikonfirmasi Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren, KH Aris Ni'matullah, pada Senin pagi sekitar pukul 09.15 WIB.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian kabar duka yang beredar di kalangan keluarga besar pesantren dan Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Dari Mufti Keraton ke Pesantren Rakyat: Kisah Buntet Melawan Narasi VOC Sejak 1750
Salah seorang pengurus Ponpes Buntet Ustaz Muhammad Nurul Alam membenarkan KH Adib wafat hari ini.
"Iya Mas, jam 9 di Rumah Sakit Harapan Kita," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.
Alam mengatakan almarhum akan langsung dimakamkan hari ini juga di kompleks pemakaman Ponpes Buntet.
"Dimakamkan di Ponpes Buntet," katanya.
Dilansir dari NU Online, almarhum KH Adib Rofiuddin Izza dikenal sebagai salah satu tokoh penting di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU pada masa khidmah 2004-2015 dan kembali dipercaya pada periode 2022-2027.
Selain itu, almarhum juga pernah mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU pada masa khidmah 2015-2021.
KH Adib menghabiskan masa kecil dan remajanya di lingkungan Pondok Buntet Pesantren, Cirebon. Sejak muda, ia aktif mengaji dan menempuh pendidikan di lingkungan pesantren tersebut.
Baca juga: Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Setelah itu, KH Adib melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang. Selama kuliah, ia juga memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Mangkang, Semarang.
KH Adib lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965. Ia merupakan putra pertama dari pasangan KH Izzuddin bin KH Ahmad Zahid Abdul Jamil dan Nyai Hj Nihayah binti KH Busyrol Karim.
Kepergian KH Adib meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, warga Nahdliyin, serta masyarakat luas yang mengenal kiprah dan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan keagamaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang