Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya

Kompas.com, 4 Juni 2026, 21:33 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima The Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah atau penghargaan penyelenggaraan haji terbaik 2026 yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dalam ajang tersebut, dua negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura, berhasil meraih penghargaan pada kategori yang berbeda.

Menanggapi hal itu, pemerintah menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi target utama dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Fokus utama pemerintah, menurut Kementerian Haji dan Umrah, tetap pada peningkatan kualitas layanan, perlindungan, dan kepuasan jamaah selama menjalankan ibadah haji.

Pemerintah Sebut Penghargaan Bukan Target Utama

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan penilaian penghargaan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

Karena itu, pemerintah Indonesia menghormati hasil penilaian yang diberikan oleh otoritas penyelenggara haji di Arab Saudi.

"Tentu itu adalah wewenang Kerajaan Saudi Arabia. Kami menghormati subjektivitas dari Kerajaan Saudi Arabia," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Dahnil, pemerintah tidak menjadikan penghargaan sebagai ukuran utama keberhasilan penyelenggaraan haji.

Yang lebih penting adalah memastikan jamaah memperoleh pelayanan yang baik, aman, dan terlindungi selama menjalankan ibadah.

Dua Catatan Arab Saudi terhadap Penyelenggaraan Haji Indonesia

Dahnil mengungkapkan terdapat dua hal yang selama ini menjadi perhatian Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji Indonesia.

Pertama adalah tingginya keterbukaan pemberitaan media di Indonesia yang secara bebas menyampaikan kritik maupun berbagai persoalan selama pelaksanaan haji.

"Media itu bebas sekali. Kita tentu tidak bisa mengontrol media karena itu prinsip dasar demokrasi," ujarnya.

Catatan kedua berkaitan dengan aspek kesehatan jamaah dan pelaksanaan istitha'ah kesehatan sebelum keberangkatan.

Sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia yang mencapai sekitar 221 ribu orang, Indonesia memiliki angka kematian jamaah yang secara jumlah absolut lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Namun demikian, Dahnil menegaskan bahwa jika dihitung berdasarkan persentase, angka tersebut relatif lebih rendah dan terus mengalami perbaikan.

Angka Kematian Jamaah Haji Turun Signifikan

Menurut Dahnil, salah satu capaian penting pada musim haji tahun ini adalah penurunan jumlah jamaah yang meninggal dunia.

"Tahun lalu lebih dari 400 orang, sementara tahun ini per hari ini (kemarin, red) sekitar 180-an. Penurunannya sangat signifikan," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa penurunan tersebut tidak terlepas dari penerapan istitha'ah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan.

Pemerintah berencana mempertahankan bahkan memperkuat kebijakan tersebut pada penyelenggaraan haji berikutnya.

"Memang ini dilematis, tetapi mau tidak mau harus dilakukan karena menjadi mandat dari Kerajaan Saudi Arabia sebagai penyelenggara haji. Ke depan kami akan lebih ketat terkait istitha'ah kesehatan," pungkasnya.

Kemenhaj Akan Diperketat Istitha'ah Kesehatan 

Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf.

Ia mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan standar pelaksanaan istitha'ah kesehatan di berbagai daerah menjelang musim haji mendatang.

"Kita belum terlalu signifikan dalam meningkatkan standar dari istitha'ah kesehatan, walaupun di berbagai daerah sudah bagus, mungkin ada beberapa daerah yang pelaksanaan istitha'ah kesehatannya kurang bagus," kata dia.

Gus Irfan menegaskan bahwa usia bukan faktor utama yang menentukan seseorang layak berangkat haji.

Menurutnya, kondisi kesehatan jamaah menjadi aspek yang lebih penting dibanding usia.

Ia mencontohkan bahwa pada musim haji tahun ini terdapat jamaah yang berusia lebih dari 100 tahun dan tetap dapat berangkat karena memenuhi persyaratan kesehatan.

Meski demikian, ia mengakui penerapan istitha'ah kesehatan sering menghadapi tantangan sosial karena sebagian calon jamaah telah menunggu antrean haji selama bertahun-tahun.

"Ini memang sangat berkaitan. Kita paham mereka menunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat," ujar Gus Irfan.

Daftar Pemenang The Labaytum Award 2026

The Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah merupakan penghargaan tahunan yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kepada lembaga dan organisasi yang dinilai memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.

Berdasarkan keterangan di situs resmi haj.gov.sa, penghargaan ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas layanan, kepuasan jamaah, inovasi, serta daya saing penyelenggara layanan haji dan umrah.

Berikut daftar pemenang The Labaytum Award 2026:

Kategori Berlian (Diamond Award)

  • Malaysia
  • Irak
  • Ethiopia

Kategori Emas (Gold Award)

  • Djibouti
  • Komoro
  • Turki

Kategori Perak (Silver Award)

  • Maroko
  • Oman
  • Mesir

Kategori Perunggu (Bronze Award)

  • Aljazair
  • Tunisia
  • Singapura

Meski belum masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini, pemerintah menegaskan evaluasi dan perbaikan layanan haji akan terus dilakukan, terutama pada aspek kesehatan jamaah dan kualitas pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Wamenhaj Ungkap Dua Catatan Arab Saudi”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Aktual
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Aktual
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Aktual
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Aktual
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Aktual
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Aktual
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Aktual
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Aktual
 MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
Aktual
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Aktual
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Aktual
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Aktual
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
Aktual
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com