Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peluang Cirebon Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35 Menguat, Pesantren Buntet Dinilai Penuhi Syarat

Kompas.com, 6 Juli 2026, 15:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Peluang Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 semakin terbuka setelah tim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan survei terhadap tiga pondok pesantren yang diusulkan sebagai lokasi penyelenggaraan.

Dari hasil peninjauan sementara, Pondok Pesantren Buntet dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan penting untuk mendukung pelaksanaan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Meski demikian, PBNU menegaskan bahwa penilaian tersebut belum menjadi keputusan final karena seluruh hasil survei masih akan dibahas oleh panitia pusat sebelum menetapkan tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Baca juga: 32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya

Survei ini menjadi bagian dari proses verifikasi PBNU untuk memastikan kesiapan lokasi dari berbagai aspek, mulai dari fasilitas persidangan, akses transportasi, akomodasi, hingga mobilitas ribuan peserta yang akan menghadiri muktamar.

PBNU Survei Tiga Pesantren di Kabupaten Cirebon

Tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) PBNU melakukan survei lapangan ke tiga pesantren di Kabupaten Cirebon, yakni Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek pada Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU

Melalui keterangan tertulis yang disampaikan Minggu (5/7/2026), Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan masing-masing lokasi.

Peninjauan meliputi fasilitas persidangan, akses transportasi, akomodasi, hingga kelancaran mobilitas peserta dan tamu yang akan hadir dalam Muktamar NU ke-35.

Menurutnya, agenda lima tahunan NU tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi.

Selain peserta resmi, ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah juga diperkirakan akan memadati lokasi penyelenggaraan.

"Karena itu, kami melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi, baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun akses pendukung lainnya," ujar Abu Yazid.

Pesantren Buntet Dinilai Sementara Penuhi Persyaratan

Abu Yazid menegaskan bahwa hasil survei belum menjadi dasar penetapan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

Seluruh hasil peninjauan akan disampaikan kepada panitia pusat untuk dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan lokasi yang akan menjadi tuan rumah.

"Kami tidak menentukan satu lokasi. Di Cirebon ada tiga pesantren yang disurvei. Tugas kami menyampaikan hasil survei apa adanya," ucapnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil peninjauan sementara, Pondok Pesantren Buntet dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan yang dibutuhkan.

"Untuk sementara Pondok Pesantren Buntet ini cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah Muktamar," jelas dia.

Abu Yazid kembali mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui rapat tim SC dan OC PBNU setelah seluruh hasil survei dievaluasi secara menyeluruh.

Fasilitas Pesantren Buntet Dinilai Mendukung Pelaksanaan Muktamar

Saat melakukan survei di Pondok Pesantren Buntet, tim PBNU meninjau sejumlah fasilitas yang diproyeksikan mendukung pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah gedung berkapasitas besar yang dapat digunakan sebagai lokasi sidang pleno.

"Untuk pelaksanaan pleno sudah tersedia gedung yang cukup besar. Jika diperlukan kapasitas lebih, tersedia lapangan yang telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan besar, bahkan pernah menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden," katanya.

Selain gedung sidang, tim juga melihat berbagai sarana lain yang dapat menunjang kebutuhan penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

PCNU Kabupaten Cirebon Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menyatakan seluruh elemen NU di Kabupaten Cirebon siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki tiga pesantren yang dapat menjadi alternatif lokasi penyelenggaraan.

"Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin," ujar Wawan.

Ia mengatakan seluruh unsur NU di Kabupaten Cirebon siap bergotong royong demi menyukseskan agenda lima tahunan tersebut.

"Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap," ucapnya.

Pengasuh Pesantren Buntet Sambut Positif Hasil Survei PBNU

Optimisme juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Buntet, KH Fahad Ahmad Sadat.

Menurut Fahad, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan sinyal positif terhadap kesiapan pesantren yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan tim PBNU telah meninjau berbagai fasilitas penting, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah area yang diproyeksikan menjadi lokasi sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.

"Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, Insya Allah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar," jelas Fahad.

Survei di tiga pesantren tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi PBNU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.

Keputusan akhir mengenai tuan rumah akan ditentukan oleh panitia pusat berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek yang telah disurvei.

Adapun survei dipimpin langsung oleh Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami bersama Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma'ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya.

Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul "PBNU Survei Tiga Pesantren di Cirebon, Buntet Pesantren Kandidat Kuat Tuan Rumah Muktamar NU".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Iran Tutup Ruang Udara Teheran Saat Pemakaman Ali Khamenei, Operasional Bandara Stop Sementara
Iran Tutup Ruang Udara Teheran Saat Pemakaman Ali Khamenei, Operasional Bandara Stop Sementara
Aktual
Gelombang Panas Landa Arab Saudi, Suhu di Makkah Diprediksi 48 Derajat
Gelombang Panas Landa Arab Saudi, Suhu di Makkah Diprediksi 48 Derajat
Aktual
Peluang Cirebon Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35 Menguat, Pesantren Buntet Dinilai Penuhi Syarat
Peluang Cirebon Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35 Menguat, Pesantren Buntet Dinilai Penuhi Syarat
Aktual
Baznas Gandeng DPR Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Dorong Regulasi Lebih Kuat
Baznas Gandeng DPR Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Dorong Regulasi Lebih Kuat
Aktual
Wamenag Sebut Prabowo-Gibran Komitmen Wujudkan Madrasah Lebih Baik
Wamenag Sebut Prabowo-Gibran Komitmen Wujudkan Madrasah Lebih Baik
Aktual
Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan
Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Kunjungi KH Imam Jazuli Bahas soal Masa Depan NU
Menag Nasaruddin Umar Kunjungi KH Imam Jazuli Bahas soal Masa Depan NU
Aktual
Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul
Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul
Aktual
Aceh Menuju Episentrum Wakaf Dunia: Menanam 'Pohon Peradaban' lewat Peta Jalan Strategis 2026
Aceh Menuju Episentrum Wakaf Dunia: Menanam "Pohon Peradaban" lewat Peta Jalan Strategis 2026
Aktual
Menag: Pesantren Jadi Benteng Karakter Bangsa, Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Menag: Pesantren Jadi Benteng Karakter Bangsa, Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Aktual
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Aktual
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Aktual
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Aktual
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar