Editor
KOMPAS.com - Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 turut mengangkat nama Lamine Yamal sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di dunia sepak bola.
Jauh sebelum sukses di panggung dunia, pemain Barcelona itu juga menjadi sorotan karena menunjukkan solidaritas kepada Palestina dalam perayaan gelar La Liga.
Peristiwa ini terjadi saat Lamine Yamal tampil impresif sepanjang musim yang berakhir dengan keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga.
Baca juga: Lamine Yamal: Saya Seorang Muslim, Alhamdulillah
Gelar ke-29 itu dipastikan setelah Barcelona mengalahkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam laga El Clasico.
Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh puluhan ribu suporter yang memadati jalan-jalan Kota Barcelona untuk menyambut para pemain dalam parade juara.
Baca juga: Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral
Dilansir dari Al-Jazeera, dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial pada Senin (11/5/2026), Yamal yang saat itu berusia 18 tahun terlihat mengibarkan bendera Palestina dari atas bus terbuka yang membawa skuad Barcelona.
Saat parade berlangsung, Yamal berdiri santai di sisi kanan bus sambil memegang bendera Palestina berukuran besar.
Ia diketahui tidak tampil dalam laga El Clasico karena mengalami cedera, tetapi tetap bergabung bersama rekan-rekannya pada parade kemenangan sehari setelah pertandingan.
Aksi solidaritasnya yang terbilang berani itu langsung mendapat sorakan dan tepuk tangan dari para pendukung.
Aksi Lamin Yamal mengibarkan bendera Palestina yang sempat menuai pujian.Gestur Yamal menuai banyak pujian dari penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak pihak menilai tindakannya sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Pemain asal Spanyol itu disebut sebagai sosok pemberani karena berani mengangkat bendera Palestina di tengah perayaan gelar juara Barcelona.
Video aksinya dengan cepat menjadi viral dan mendapat respons positif dari penggemar sepak bola, pengamat, aktivis, hingga sesama pemain.
Sejumlah aktivis bahkan menilai satu tindakan sederhana yang dilakukan Yamal mampu meningkatkan perhatian dunia terhadap isu Palestina.
Aktivis politik dan penulis asal Lebanon, Dyab Abou Jahjah, memberikan apresiasi melalui media sosial.
"Ketika Anda memiliki panggung, gunakanlah. Ketika Anda memiliki suara, bersuaralah. Bravo, Lamine Yamal."
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan dirinya sempat berbicara dengan Yamal terkait aksinya tersebut.
"Saya berbicara dengannya (Yamal) dan mengatakan: 'Kalau memang itu yang ingin kamu lakukan, itu keputusanmu. Kamu sudah cukup dewasa.'"
Usai parade, Yamal juga mengunggah foto dirinya membawa bendera Palestina di akun Instagram bersama sejumlah momen perayaan lainnya.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luar biasa. Dengan lebih dari 44,2 juta pengikut di Instagram, postingan Yamal memperoleh sekitar 5,3 juta tanda suka, lebih dari 100.000 kali dibagikan, serta dibanjiri komentar.
Penulis dan penyair Palestina, Mosab Abu Toha, turut meninggalkan komentar.
"Kami mencintaimu, dari Gaza."
Rekan setimnya di Barcelona, Marcus Rashford, serta pesepak bola Belanda Anwar El Ghazi juga termasuk di antara lebih dari 166.000 akun yang memberikan komentar.
Seorang mahasiswa Palestina di Gaza, Muhammed Akram, mengaku tersentuh dengan aksi Yamal.
"Bagi sebagian orang ini mungkin hanya gestur sederhana, tetapi di Gaza, tindakan itu menyentuh hati dengan cara yang sulit diungkapkan dengan kata-kata."
"Terima kasih, Lamine Yamal. Dari Gaza, Anda dicintai lebih dari yang Anda bayangkan."
Selama lebih dari dua tahun terakhir, bendera Palestina kerap dikibarkan dalam berbagai aksi solidaritas di ratusan kota di dunia.
Simbol tersebut dipandang sebagai bentuk dukungan kepada warga Palestina di Gaza yang terdampak perang sejak Oktober 2023.
Barcelona sendiri menjadi salah satu pusat utama gerakan solidaritas Palestina di Spanyol.
Kota tersebut rutin menggelar demonstrasi pro-Palestina dan menjadi titik keberangkatan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) juga mengapresiasi aksi Yamal.
"Terima kasih atas gestur yang penuh kemanusiaan ini. Olahraga memiliki kekuatan untuk membuat dunia melihat apa yang tidak boleh dilupakan."
Pakar sepak bola Palestina, Bassil Mikdadi, menilai tindakan Yamal mencerminkan nilai-nilai yang selama ini melekat pada Barcelona.
"Selama dua dekade terakhir, FC Barcelona semakin menjadi entitas yang sangat dikomersialkan. Mulai dari sponsor di jersey, hak penamaan stadion, hingga berbagai kebijakan finansial. Lamine Yamal menunjukkan seperti apa jati diri klub dan para suporternya."
Meski mendapat banyak dukungan, aksi Yamal juga menuai kritik dari sebagian pengguna media sosial yang pro-Israel.
Mereka menilai Yamal tidak pantas lagi mengenakan seragam Timnas Spanyol dan bahkan menyebut aksinya seharusnya menjadi alasan dirinya tidak layak meraih penghargaan Ballon d'Or.
Namun, banyak pihak justru memuji keberanian pemain muda tersebut.
Akademisi dan aktivis asal Barcelona, Neus Torbisco Casals, menyebut tindakan Yamal sebagai simbol solidaritas dan kemanusiaan.
"Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina adalah gestur solidaritas dan martabat kemanusiaan yang sangat kuat."
"Ini menjadi pengingat bahwa olahraga juga dapat menjadi suara untuk menentang genosida, penindasan, dan mendukung kebebasan suatu bangsa."
Ia juga memuji keberanian Yamal menyampaikan sikapnya di tengah berbagai tekanan.
"Seorang pemuda Catalan yang sangat berani karena bersuara ketika ada begitu banyak tekanan untuk tetap diam. Gestur seperti ini dapat menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia."
Yamal sebelumnya juga pernah menyuarakan penolakannya terhadap rasisme dan Islamofobia di sepak bola Spanyol.
Pada laga uji coba Spanyol melawan Mesir, ia mengecam nyanyian anti-Muslim yang dilontarkan sebagian suporter.
"Saya seorang Muslim. Kemarin di stadion terdengar nyanyian 'Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim'."
"Saya tahu saya bermain untuk tim lawan dan itu bukan ditujukan secara pribadi kepada saya. Namun, sebagai seorang Muslim, hal itu tetap merupakan tindakan yang tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi."
Hingga kini, Yamal telah mencetak 30 gol dalam lebih dari 100 penampilan bersama Barcelona serta enam gol dari 25 pertandingan bersama Timnas Spanyol.
Aksi solidaritasnya juga terus mendapat apresiasi dari warga Palestina. Salah satunya datang dari mahasiswa asal Gaza, Haitham el-Masri.
"Hanya 14 detik, tetapi itu sudah cukup membuat saya menangis."
"Satu momen yang akan dikenang sepanjang sejarah sebagai salah satu momen paling manusiawi yang pernah disaksikan dunia."
"Saya tidak bisa sepenuhnya menggambarkan apa yang kami rasakan ketika melihat masih ada orang yang berani menyuarakan kebenaran dan berdiri bersama rakyat yang sedang mengalami salah satu genosida paling mengerikan dalam sejarah modern."
"Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kami, yang bersuara untuk kami, yang menolak diam dan memilih kemanusiaan."
"Anda tidak dapat membayangkan betapa besar arti cinta, kepedulian, dan solidaritas itu bagi kami. Perasaan bahwa kami masih berarti bagi dunia ini."
"Dari hati Gaza... Terima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam. Terima kasih telah membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang