Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Nabi Muhammad Menjawab Keraguan Quraisy soal Isra Miraj

Kompas.com, 15 Januari 2026, 10:47 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peristiwa Isra Mi'raj bukan hanya mukjizat besar dalam sejarah kenabian, tetapi juga menjadi ujian keimanan yang nyata bagi umat Islam pada masa awal dakwah.

Ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan kisah perjalanan luar biasa yang dialaminya dalam satu malam, respons masyarakat Quraisy justru dipenuhi keraguan, ejekan, bahkan penolakan terbuka.

Namun, di tengah gelombang skeptisisme itu, Rasulullah SAW menunjukkan keteguhan, kejernihan, dan kejujuran yang akhirnya mempertegas kebenaran risalahnya.

Kisah Malam Isra Mi’raj yang Mengguncang Quraisy

Dalam Sirah Nabawiyah karya Muhammad Ridha, Rasulullah SAW menceritakan bahwa pada suatu malam beliau diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu dilanjutkan naik menembus langit hingga Sidratul Muntaha.

Perjalanan itu bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi juga penuh dengan pengalaman spiritual yang mendalam, termasuk perjumpaan dengan para nabi terdahulu dan penerimaan perintah shalat lima waktu.

Ketika kisah tersebut disampaikan kepada kaum Quraisy, reaksi yang muncul justru bernada sinis.

Bagi mereka, perjalanan Makkah–Baitul Maqdis saja membutuhkan waktu berbulan-bulan, mustahil ditempuh hanya dalam satu malam.

Sebagian menertawakan Rasulullah, sebagian lain menganggapnya sebagai bukti kebohongan, bahkan ada yang goyah imannya.

Baca juga: Peringatan Isra Miraj dan Tradisi Muslim di Berbagai Negara

Tantangan Langsung dari Tokoh Quraisy

Keraguan kaum Quraisy tidak berhenti pada penolakan verbal. Mereka mengajukan tantangan konkret agar Rasulullah membuktikan kebenaran ceritanya.

Salah satu tokoh Quraisy, yaitu Muth’im meminta Nabi Muhammad SAW menggambarkan secara rinci Baitul Maqdis, tempat yang tidak pernah beliau kunjungi sebelumnya.

Dalam situasi itu, Rasulullah tidak bersikap defensif atau emosional. Dengan pertolongan Allah SWT melalui Malaikat Jibril, beliau mampu menjelaskan detail-detail Masjidil Aqsa secara akurat, mulai dari bentuk bangunan hingga letak pintu-pintunya.

Penjelasan itu membuat sebagian penentangnya terdiam, meski tidak serta-merta melunakkan sikap mereka.

Keteguhan Rasulullah Menghadapi Penolakan

Penolakan kaum Quraisy menunjukkan bahwa persoalan utama mereka bukan pada kurangnya bukti, melainkan pada penolakan terhadap kebenaran yang bertentangan dengan logika dan kepentingan mereka.

Rasulullah SAW menyadari hal tersebut, namun tetap menyampaikan kebenaran tanpa dikurangi atau dilebihkan.

Sikap Nabi Muhammad SAW mencerminkan prinsip dakwah yang kokoh, yaitu menyampaikan risalah dengan jujur, menyerahkan hidayah sepenuhnya kepada Allah SWT, serta tidak terpengaruh oleh tekanan sosial maupun cemoohan.

Baca juga: Khutbah Jumat Isra Miraj: Meneladani Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari

Abu Bakar dan Makna Keimanan Tanpa Syarat

Di tengah badai keraguan, muncul sosok Abu Bakar ash-Shiddiq yang memberikan teladan keimanan sejati.

Ketika kaum musyrikin menyampaikan kabar tentang klaim Isra Mi’raj kepada Abu Bakar dengan maksud mengejek, jawabannya justru menjadi penegasan iman yang monumental.

Abu Bakar menyatakan bahwa jika Rasulullah SAW benar mengatakan hal tersebut, maka ia mempercayainya sepenuhnya.

Baginya, kepercayaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak dibatasi oleh logika manusia semata, karena ia telah membenarkan wahyu yang turun dari langit setiap hari. Dari sikap inilah Abu Bakar mendapat gelar ash-Shiddiq, orang yang membenarkan tanpa ragu.

Baca juga: Isra Miraj Boleh Puasa atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama dan Dalil yang Menyertainya

Isra Mi’raj sebagai Ujian Iman Sepanjang Zaman

Peristiwa Isra Mi’raj memperlihatkan garis pemisah yang jelas antara iman dan penolakan. Kaum Quraisy yang mengedepankan logika sempit menolak kebenaran, sementara para sahabat yang tulus imannya justru semakin yakin.

Jawaban Rasulullah SAW terhadap keraguan Quraisy bukan hanya berupa penjelasan faktual, tetapi juga teladan akhlak dan keteguhan hati.

Hingga kini, Isra Mi’raj tetap menjadi pengingat bahwa iman tidak selalu menunggu bukti kasatmata, melainkan bertumpu pada kepercayaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
Aktual
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Aktual
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Aktual
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Aktual
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Aktual
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Aktual
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Aktual
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Aktual
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Aktual
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Aktual
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Aktual
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com