Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!

Kompas.com, 7 April 2026, 21:37 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali mencatat capaian di tingkat nasional.

Dalam pemeringkatan uniRank 2026, sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN) berhasil masuk daftar 100 besar kampus terbaik di Indonesia.

Pencapaian ini menunjukkan peningkatan daya saing PTKIN di tengah persaingan perguruan tinggi nasional.

Selain itu, hasil ini juga mencerminkan penguatan visibilitas digital institusi pendidikan Islam di Indonesia.

Baca juga: SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental

7 PTKIN Masuk 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026

Dalam rilis Kemenag, pada pemeringkatan universitas Indonesia 2026 oleh uniRank, terdapat tujuh UIN yang berhasil masuk 100 besar dari total 611 perguruan tinggi yang dinilai.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peringkat 36
  2. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, peringkat 48
  3. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, peringkat 50
  4. UIN Sunan Ampel Surabaya, peringkat 54
  5. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, peringkat 58
  6. UIN Raden Intan Lampung, peringkat 76
  7. UIN Negeri Alauddin Makassar, peringkat 78

Capaian ini menempatkan PTKIN sebagai bagian penting dalam peta persaingan pendidikan tinggi nasional.

Baca juga: Hari Ini Pengumuman SPAN PTKIN 2026, Simak Cara Cek dan Linknya

Indikator Visibilitas Digital dan Reputasi Kampus

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menilai hasil pemeringkatan ini menjadi indikator penting meningkatnya visibilitas dan reputasi PTKIN di ranah digital global.

“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN, khususnya UIN, semakin kompetitif dan adaptif dalam merespons perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan masyarakat modern,” ujar Prof. Sahiron di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi saat ini.

Metode Pemeringkatan uniRank

Prof. Sahiron menjelaskan bahwa metode pemeringkatan uniRank memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lembaga pemeringkat lainnya. Penilaian tidak didasarkan pada data akademik yang dilaporkan oleh kampus.

“uniRank menilai popularitas dan visibilitas perguruan tinggi berbasis data digital yang tidak dapat dimanipulasi. Ini menjadi refleksi penting bagi PTKIN untuk terus memperkuat kehadiran digital, tata kelola informasi, serta publikasi institusi,” jelasnya.

Adapun kriteria penilaian mencakup aspek legalitas institusi, penyelenggaraan program sarjana atau pascasarjana, serta sistem pembelajaran tatap muka.

Dorongan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Digital

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh PTKIN untuk terus meningkatkan kualitas secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi visibilitas digital, tetapi juga mutu akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, PTKIN harus mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan transformasi digital agar tidak hanya unggul dalam visibilitas, tetapi juga dalam mutu dan kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tujuh UIN masuk 100 besar nasional versi uniRank 2026 menegaskan posisi PTKIN dalam persaingan pendidikan tinggi Indonesia.

Dengan penguatan kualitas dan transformasi digital, PTKIN diharapkan semakin berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
Aktual
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Aktual
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Aktual
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Aktual
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com