Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makkah Berpotensi Diguyur Hujan & Badai Petir hingga Akhir Pekan, Ini Prediksinya

Kompas.com, 9 Juni 2026, 09:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Otoritas meteorologi setempat memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai badai petir di sejumlah kawasan, termasuk wilayah yang menjadi perhatian jutaan umat Islam, yakni Makkah dan sekitarnya.

Kondisi ini muncul di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan jemaah yang berada di Tanah Suci.

Karena itu, perkembangan cuaca menjadi salah satu informasi penting yang terus dipantau oleh pemerintah Arab Saudi maupun para jemaah yang sedang menjalankan ibadah.

Dilansir dari Saudi Gazette, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) merilis prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan adanya peluang hujan dan badai petir di sejumlah wilayah bagian barat dan selatan kerajaan hingga akhir pekan.

Berdasarkan hasil analisis Saudi Numerical Model, sistem cuaca aktif diperkirakan akan memengaruhi wilayah Jazan, Asir, Al Baha, serta sebagian kawasan Makkah dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: 3 Pesan bagi Jemaah Indonesia yang Bergeser dari Makkah ke Madinah, Termasuk soal City Tour

Cuaca Mulai Memburuk di Wilayah Asir

Menurut NCM, gangguan cuaca diperkirakan mulai berkembang pada Senin sore di Wilayah Asir.

Daerah yang berpotensi mengalami dampak paling nyata adalah kawasan sekitar Kota Abha yang merupakan ibu kota administratif Provinsi Asir.

Hujan diprediksi turun dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang, sebelum secara bertahap melemah pada malam hari.

Namun kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama.

Model cuaca menunjukkan bahwa pada Selasa sore sistem hujan kembali terbentuk di kawasan yang sama.

Intensitas hujan bahkan diprediksi meningkat dibandingkan hari sebelumnya dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sekitar Abha dan wilayah pegunungan sekitarnya.

Fenomena ini bukan hal yang asing bagi Asir. Wilayah yang berada di dataran tinggi Arab Saudi tersebut memang dikenal memiliki curah hujan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kawasan lain di negara tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat

Wilayah Makkah dan Taif Juga Berpotensi Diguyur Hujan

Selain Asir, perhatian juga tertuju pada Wilayah Makkah.

NCM memperkirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah area bagian selatan wilayah tersebut, termasuk kawasan yang menghubungkan Makkah dan Taif.

Meskipun intensitasnya tidak diperkirakan setinggi wilayah selatan Arab Saudi, keberadaan hujan tetap menjadi perhatian karena Makkah merupakan salah satu kota dengan mobilitas penduduk dan jemaah yang sangat tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus meningkatkan sistem pemantauan cuaca untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca terhadap aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan ibadah.

Kawasan Taif sendiri dikenal sebagai daerah pegunungan yang memiliki suhu lebih sejuk dibandingkan Makkah. Faktor topografi tersebut sering kali memengaruhi pembentukan awan hujan, terutama pada musim-musim tertentu.

Puncak Hujan Diperkirakan Terjadi pada Rabu

Berdasarkan prakiraan terbaru, aktivitas cuaca diperkirakan mencapai fase paling aktif pada Rabu sore.

Pada periode ini, hujan lebat diperkirakan mengguyur sebagian besar wilayah selatan Jazan sebelum bergerak ke arah utara menuju wilayah barat Asir dan bagian selatan Al Baha.

Pergerakan massa udara lembap dari Laut Merah yang bertemu dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil diyakini menjadi salah satu faktor yang mendukung pembentukan awan konvektif penyebab hujan deras dan badai petir.

Dalam meteorologi modern, badai petir terbentuk ketika udara hangat dan lembap naik ke atmosfer lalu bertemu lapisan udara yang lebih dingin.

Proses ini memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan deras, kilat, petir, dan hembusan angin kencang.

Dikutip dari buku Meteorology Today karya C. Donald Ahrens, awan cumulonimbus merupakan jenis awan yang paling sering berkaitan dengan cuaca ekstrem seperti badai petir dan hujan intensitas tinggi.

Baca juga: Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji

Cuaca Mulai Mereda pada Kamis

Memasuki Kamis, aktivitas hujan diperkirakan mulai berkurang.

Meski demikian, NCM masih memprediksi adanya hujan ringan di beberapa area terbatas di sekitar Makkah dan wilayah barat laut Asir.

Pada sore hari, intensitas hujan dapat meningkat sesaat sebelum akhirnya melemah kembali menjelang malam.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem cuaca yang berkembang tidak bersifat permanen, melainkan bergerak secara bertahap mengikuti dinamika atmosfer di kawasan tersebut.

Jumat Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Meski tren cuaca mulai membaik, peluang hujan belum sepenuhnya hilang.

Pada Jumat sore, hujan ringan diperkirakan kembali muncul di sebagian wilayah Jazan dan Asir bagian selatan.

Curah hujan secara perlahan dapat meluas hingga wilayah perbatasan Jazan-Asir dan bergerak ke arah barat.

Selain itu, koridor yang menghubungkan Makkah dan Taif juga diperkirakan masih memiliki peluang hujan ringan.

Namun menjelang malam hari, aktivitas hujan diprediksi kembali melemah hingga akhirnya mereda.

Baca juga: Belanja Oleh-oleh Haji di Al Balad, Jemaah Bisa Tawar-menawar Pakai Bahasa Indonesia

Mengapa Wilayah Selatan Arab Saudi Lebih Sering Diguyur Hujan?

Banyak orang menganggap seluruh wilayah Arab Saudi identik dengan gurun yang kering dan panas. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Dalam buku Climate of Saudi Arabia karya Abdullah Almazroui dijelaskan bahwa wilayah selatan dan barat daya Arab Saudi memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan kawasan gurun di bagian tengah.

Keberadaan Pegunungan Sarawat yang membentang di wilayah Asir, Jazan, dan Al Baha membuat kawasan ini lebih mudah menerima kelembapan dari Laut Merah.

Saat udara lembap naik ke daerah pegunungan, proses kondensasi terjadi lebih cepat sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.

Karena itu, wilayah Asir dan Al Baha sering disebut sebagai daerah dengan iklim paling hijau di Arab Saudi.

Cuaca dan Ibadah di Tanah Suci

Bagi umat Islam, informasi cuaca di Makkah dan wilayah sekitarnya memiliki arti penting, terutama bagi mereka yang sedang atau akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Meskipun hujan di Makkah tidak terjadi sesering di negara-negara tropis, peristiwa tersebut sering menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas di area terbuka seperti Masjidil Haram dan kawasan sekitarnya.

Dalam sejarah Islam, hujan di Tanah Haram sering dipandang sebagai salah satu bentuk rahmat Allah SWT.

Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa umat Islam tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan otoritas setempat ketika terjadi cuaca ekstrem.

Pentingnya Memantau Informasi Resmi

Dengan adanya potensi hujan dan badai petir hingga akhir pekan, masyarakat serta para jemaah di Arab Saudi diimbau untuk terus mengikuti pembaruan cuaca dari sumber resmi.

Prakiraan cuaca modern menggunakan kombinasi satelit, radar, dan model numerik berteknologi tinggi yang memungkinkan pergerakan awan hujan dipantau secara lebih akurat dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan proyeksi terbaru Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, wilayah Jazan, Asir, Al Baha, serta sebagian kawasan Makkah masih berpotensi mengalami hujan dan badai petir dalam beberapa hari ke depan.

Meski sebagian besar hujan diperkirakan terjadi di wilayah selatan kerajaan, kawasan Makkah dan Taif tetap memiliki peluang terdampak hujan ringan hingga sedang.

Karena itu, kewaspadaan dan pemantauan informasi cuaca resmi menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat maupun ibadah di Tanah Suci dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Aktual
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar