BANYUWANGI, KOMPAS.com - Seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur, bernama Kusnudin bin Saikun (85), warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani perawatan intensif.
Jamaah tergabung dalam Kloter 82 tersebut meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026) pukul 01.18 Waktu Arab Saudi (WAS) di King Faisal Hospital, Mekkah.
Berdasarkan laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), kondisi kesehatan Kusnudin mulai menurun setelah menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
"Almarhum mengalami sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum. Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen yang rendah disertai tekanan darah yang terus menurun," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.
Baca juga: Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Melihat kondisi tersebut, tim medis merujuk almarhum ke King Faisal Hospital, Mekkah, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di rumah sakit, Kusnudin menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan terapi oksigen, pemberian antibiotik, cairan infus, serta berbagai tindakan medis lainnya.
"Namun, kondisi almarhum terus memburuk akibat infeksi berat yang memicu gangguan pernapasan serius," tuturnya.
Berdasarkan diagnosis medis, Kusnudin meninggal dunia akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gagal napas akut, shock septik, serta Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau penyakit paru obstruktif kronis.
Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan terjadinya gagal napas berat yang diperparah oleh infeksi sistemik, hingga berujung pada kegagalan fungsi organ tubuh.
Amie mengatakan, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Terlebih pada fase pasca Armuzna, ketika jemaah dituntut menjalani aktivitas fisik yang cukup berat di tengah cuaca panas ekstrem.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Sumenep Meninggal Dunia Usai Jalani Wukuf di Arafah
Hingga 9 Juni 2026, dari total 1.317 jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, tercatat sebanyak 401 jemaah atau sekitar 30,4 persen masuk dalam kategori risiko tinggi dan terus mendapatkan pemantauan kesehatan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Dengan wafatnya Kusnudin, jumlah jemaah haji asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Tanah Suci tahun ini bertambah menjadi lima orang.
Mereka adalah Patonah binti Mat Yasir (71) yang meninggal dunia akibat acute respiratory failure, Bilal bin Sangidun (85) akibat aspirasi, Soejadi bin Mertokadiyo (85) akibat pneumonia disertai acute coronary syndrome (ACS), Syuwandi bin Saji (78) akibat STEMI dengan syok kardiogenik, serta Kusnudin bin Saikun (85) akibat ARDS, shock septik, dan COPD.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menyempurnakan rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang