Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir

Kompas.com, 12 Juni 2026, 13:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia.

Tanggal tersebut menandai pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah yang diperingati umat Islam di berbagai belahan dunia.

Momen ini tidak hanya menjadi penanda awal tahun dalam kalender Islam, tetapi juga sarat makna spiritual dan sejarah.

Baca juga: Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama

Karena itu, setiap negara memiliki tradisi khas yang mencerminkan nilai keislaman sekaligus budaya lokal dalam menyambut datangnya 1 Muharram.

Tahun Baru Islam merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Peringatan ini menjadi pengingat atas peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang menjadi titik awal penanggalan Hijriah.

Baca juga: Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah

Selain bernilai sejarah, pergantian tahun Hijriah juga dimaknai sebagai momentum refleksi diri, memperkuat keimanan, dan memperbarui semangat dalam menjalani kehidupan.

Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara

Di berbagai negara, perayaan Tahun Baru Islam dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Dilansir dari Antara, berikut di antaranya.

1. Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia

Di Indonesia, salah satu tradisi yang paling dikenal dalam menyambut Tahun Baru Islam adalah pawai obor.

Anak-anak hingga orang dewasa mengenakan busana Muslim sambil membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan tempat tinggal mereka.

Tradisi ini menjadi simbol suka cita menyambut datangnya tahun baru Hijriah sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Di berbagai daerah, pawai obor rutin digelar setiap tahun dan menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan.

2. Irak Kenang Perjuangan Imam Husein

Suasana Tahun Baru Islam di Irak memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan negara lain.

Masyarakat setempat memperingati momen ini dengan mengenang perjuangan Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang gugur dalam peristiwa Karbala.

Kegiatan yang dilakukan umumnya berupa cerita tentang pengorbanan Imam Husein yang disertai lantunan lagu bernuansa haru.

Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas keberanian dan keteladanan Imam Husein dalam sejarah Islam.

3. Lebanon Rayakan dengan Aksi Donor Darah

Di Lebanon, Tahun Baru Islam sering diperingati melalui kegiatan sosial berupa donor darah.

Masyarakat memaknai kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Imam Husein.

Sebagian warga juga mengenakan pakaian putih dan membuat simbol goresan di dahi sebagai representasi pengorbanan.

Tradisi ini menjadi ekspresi spiritual yang menunjukkan penghormatan mendalam terhadap nilai perjuangan dan pengabdian.

4. Brunei Darussalam Sambut Muharram dengan Membersihkan Masjid

Masyarakat Brunei Darussalam menyambut Tahun Baru Islam dengan membersihkan masjid dan berbagai tempat ibadah.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, warga biasanya berkumpul untuk berdoa bersama.

Tradisi tersebut mencerminkan pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin dalam menyambut momen keagamaan yang istimewa.

Bagi masyarakat Brunei, menjaga kesucian rumah ibadah merupakan bagian dari penghormatan kepada Allah SWT dan sesama Muslim.

5. Malaysia Perkuat Kebersamaan melalui Maal Hijrah

Di Malaysia, peringatan Tahun Baru Islam dikenal dengan semangat "mengikat hati" yang bertujuan mempererat hubungan antarsesama umat Muslim.

Perayaan biasanya diisi dengan ceramah agama, tilawah Al-Quran, pawai Maal Hijrah, serta pemberian penghargaan kepada tokoh yang berjasa dalam dakwah dan pengembangan Islam.

Tradisi ini menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.

6. Mesir Rayakan dengan Silaturahmi dan Zikir

Masyarakat Mesir umumnya menyambut Tahun Baru Islam dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan.

Anak-anak juga sering mendapatkan hadiah sebagai bagian dari perayaan tahun baru Hijriah.

Selain itu, kelompok Sufi biasanya menggelar kegiatan keagamaan berupa lantunan pujian dan zikir yang menciptakan suasana khusyuk dan penuh makna.

Tahun Baru Islam Sarat Nilai Spiritual

Tradisi Tahun Baru Islam di berbagai negara menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam berpadu dengan budaya lokal yang berkembang di masing-masing wilayah.

Meski bentuk perayaannya berbeda, seluruh tradisi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW serta memperkuat keimanan dan kebersamaan umat.

Karena itu, 1 Muharram tidak hanya menjadi pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga momentum refleksi dan pembaruan diri bagi umat Islam di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Aktual
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Aktual
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Aktual
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Aktual
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Doa dan Niat
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
Aktual
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Aktual
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com