Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Segera Miliki Mushaf Tulis Tangan Al-Munawwir, Menag Sebut Prestasi Luar Biasa

Kompas.com, 19 Juni 2026, 11:48 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Indonesia segera memiliki mushaf Al-Qur'an tulis tangan bernama Mushaf Al-Munawwir yang lahir dari kolaborasi para ulama dan pengasuh pesantren.

Mushaf ini telah ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama dan akan diperkenalkan kepada publik melalui Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an 37 Bahasa di Yogyakarta dan Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi kehadiran mushaf tulis tangan di era modern karena dinilai sebagai karya yang langka dan bernilai tinggi.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Al-Quran: Sejarah, Jumlah Surat dan Ayat, hingga Penyusunan Mushaf

Pemerintah berharap kehadiran Mushaf Al-Munawwir dan penyelenggaraan expo internasional tersebut semakin memperkuat literasi serta peradaban Islam di Indonesia.

Mushaf Al-Munawwir Hasil Kolaborasi Ulama dan Pesantren

Penerbitan Mushaf Al-Munawwir merupakan hasil kolaborasi para masyayikh dan pengasuh pesantren.

Baca juga: Sedekah Al Quran: Hadirkan Mushaf Baru untuk Santri di Pelosok, Raih Pahala Jariyah Tanpa Henti

Inisiasi ini digawangi oleh sejumlah tokoh, di antaranya K.H. Hamid A. Qodir dari Pondok Pesantren Al-Munawwir, Ny. Hj. Nafisah Ali dari Pondok Pesantren Krapyak, K.H. Khoirul Fuad dari Pondok Pesantren Ali Maksum, KH DR Mus'tashim Billah dari Pondok Pesantren Pandan Aran, serta para kiai dan masyayikh lainnya.

Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, kehadiran mushaf Al-Qur'an tulis tangan di era modern merupakan pencapaian yang sangat langka dan berharga.

“Ini prestasi yang luar biasa. Kita bisa membuat mushaf dengan tulis tangan. Mudah-mudahan ini karya fundamental kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Kamis (18/6/2026).

Mushaf Al-Munawwir sendiri telah ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama sebelum dirilis kepada masyarakat.

Akan Diluncurkan di Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an 

Mushaf Al-Munawwir akan dirilis bersamaan dengan Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an 37 Bahasa yang akan digelar di Yogyakarta dan Jakarta.

Penyelenggaraan expo tersebut diharapkan menjadi jembatan literasi keagamaan sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat dan kalangan pesantren mengenai sanad serta sejarah orisinalitas mushaf Al-Qur'an.

Menteri Agama menyambut baik rencana tersebut dan berharap kualitas fisik Mushaf Al-Munawwir, termasuk pemilihan bahan kertas dan tata letaknya, terus disempurnakan sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.

Menteri Agama juga meminta agar cakupan Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an diperluas dengan menghadirkan berbagai ragam kesenian Islam sehingga memiliki daya tarik yang lebih luas bagi masyarakat.

“Expo nanti jangan hanya menampilkan Qur'an,” tegas Menag, menekankan pentingnya menyajikan dimensi kebudayaan Islam yang lebih luas.

Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, KH. Khoirul Fuad, mengatakan pameran berskala internasional itu dirancang untuk memberikan pengalaman yang utuh bagi umat.

Menurutnya, expo tidak hanya menjadi ruang pameran visual, tetapi juga membawa misi edukasi mengenai transmisi keilmuan Islam.

Menjawab usulan Menteri Agama, pria yang akrab disapa Kyai Fuad itu memastikan bahwa expo tidak akan berlangsung monoton.

“Di expo nanti akan menampilkan seni Islam, miniatur-miniatur seperti mushaf Turki, kiswah, pedang Rasulullah, dan lain-lain,” kata KH Fuad.

Rangkaian Kegiatan Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an

Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an akan menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat literasi dan kebudayaan Islam.

Kegiatan tersebut meliputi pameran mushaf multi-bahasa yang menampilkan Al-Qur'an dalam 37 bahasa dunia sebagai gambaran interaksi kitab suci dengan berbagai latar belakang bangsa.

Selain itu, akan digelar Festival Seni dan Budaya Islam yang menyajikan beragam ekspresi kebudayaan muslim dari berbagai negara.

Expo juga akan menghadirkan Simposium Internasional Ulama Al-Qur'an yang menjadi ruang ilmiah bagi para pakar dunia untuk membahas dinamika dan perkembangan konteks mushaf Al-Qur'an di berbagai negara.

Melalui sinergi antara pemerintah dan pesantren, penyelenggaraan expo ini diharapkan menjadi tuntunan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dan literasi Islam dunia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar