Editor
KOMPAS.com - Indonesia segera memiliki mushaf Al-Qur'an tulis tangan bernama Mushaf Al-Munawwir yang lahir dari kolaborasi para ulama dan pengasuh pesantren.
Mushaf ini telah ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama dan akan diperkenalkan kepada publik melalui Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an 37 Bahasa di Yogyakarta dan Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi kehadiran mushaf tulis tangan di era modern karena dinilai sebagai karya yang langka dan bernilai tinggi.
Baca juga: 10 Fakta Tentang Al-Quran: Sejarah, Jumlah Surat dan Ayat, hingga Penyusunan Mushaf
Pemerintah berharap kehadiran Mushaf Al-Munawwir dan penyelenggaraan expo internasional tersebut semakin memperkuat literasi serta peradaban Islam di Indonesia.
Penerbitan Mushaf Al-Munawwir merupakan hasil kolaborasi para masyayikh dan pengasuh pesantren.
Baca juga: Sedekah Al Quran: Hadirkan Mushaf Baru untuk Santri di Pelosok, Raih Pahala Jariyah Tanpa Henti
Inisiasi ini digawangi oleh sejumlah tokoh, di antaranya K.H. Hamid A. Qodir dari Pondok Pesantren Al-Munawwir, Ny. Hj. Nafisah Ali dari Pondok Pesantren Krapyak, K.H. Khoirul Fuad dari Pondok Pesantren Ali Maksum, KH DR Mus'tashim Billah dari Pondok Pesantren Pandan Aran, serta para kiai dan masyayikh lainnya.
Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, kehadiran mushaf Al-Qur'an tulis tangan di era modern merupakan pencapaian yang sangat langka dan berharga.
“Ini prestasi yang luar biasa. Kita bisa membuat mushaf dengan tulis tangan. Mudah-mudahan ini karya fundamental kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Kamis (18/6/2026).
Mushaf Al-Munawwir sendiri telah ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama sebelum dirilis kepada masyarakat.
Mushaf Al-Munawwir akan dirilis bersamaan dengan Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an 37 Bahasa yang akan digelar di Yogyakarta dan Jakarta.
Penyelenggaraan expo tersebut diharapkan menjadi jembatan literasi keagamaan sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat dan kalangan pesantren mengenai sanad serta sejarah orisinalitas mushaf Al-Qur'an.
Menteri Agama menyambut baik rencana tersebut dan berharap kualitas fisik Mushaf Al-Munawwir, termasuk pemilihan bahan kertas dan tata letaknya, terus disempurnakan sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.
Menteri Agama juga meminta agar cakupan Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an diperluas dengan menghadirkan berbagai ragam kesenian Islam sehingga memiliki daya tarik yang lebih luas bagi masyarakat.
“Expo nanti jangan hanya menampilkan Qur'an,” tegas Menag, menekankan pentingnya menyajikan dimensi kebudayaan Islam yang lebih luas.
Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, KH. Khoirul Fuad, mengatakan pameran berskala internasional itu dirancang untuk memberikan pengalaman yang utuh bagi umat.
Menurutnya, expo tidak hanya menjadi ruang pameran visual, tetapi juga membawa misi edukasi mengenai transmisi keilmuan Islam.
Menjawab usulan Menteri Agama, pria yang akrab disapa Kyai Fuad itu memastikan bahwa expo tidak akan berlangsung monoton.
“Di expo nanti akan menampilkan seni Islam, miniatur-miniatur seperti mushaf Turki, kiswah, pedang Rasulullah, dan lain-lain,” kata KH Fuad.
Expo Internasional Mushaf Al-Qur'an akan menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat literasi dan kebudayaan Islam.
Kegiatan tersebut meliputi pameran mushaf multi-bahasa yang menampilkan Al-Qur'an dalam 37 bahasa dunia sebagai gambaran interaksi kitab suci dengan berbagai latar belakang bangsa.
Selain itu, akan digelar Festival Seni dan Budaya Islam yang menyajikan beragam ekspresi kebudayaan muslim dari berbagai negara.
Expo juga akan menghadirkan Simposium Internasional Ulama Al-Qur'an yang menjadi ruang ilmiah bagi para pakar dunia untuk membahas dinamika dan perkembangan konteks mushaf Al-Qur'an di berbagai negara.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pesantren, penyelenggaraan expo ini diharapkan menjadi tuntunan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dan literasi Islam dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang