Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lirik Lagu Ya Lal Wathon Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya

Kompas.com, 21 Oktober 2025, 12:17 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Lagu Ya Lal Wathon atau Subbanul Wathon (Pemuda Cinta Tanah Air) merupakan salah satu lagu yang sangat populer di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Lagu Ya Lal Wathon menjadi lagu perjuangan bagi warga Nahdhiyin yang kerap dibawakan saat acara-acara organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, misalnya pada hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Baca juga: Lirik Tepuk Sakinah, Inovasi Kemenag untuk Edukasi Calon Pengantin di KUA

Sejarah Lagu Ya Lal Wathon

Lagu Ya Lal Wathon diciptakan oleh salah seorang ulama kharismatik bernama K.H. Abdul Wahab Chasbullah, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur.

K.H. Abdul Wahab Chasbullah merupakan seorang pahlawan nasional sekaligus menjadi salah satu pendiri Nahdlatul Ulama bersama Syaikh Kholil Bangkalan, K.H. Hasyim Asy'ari, K.H. Bisri Syansuri, K.H. As'ad Syamsul Arifin Situbondo, dan K.H. Mas Alwi.

Pada tahun 1916, K.H. Abdul Wahab Chasbullah mendirikan pusat pembelajaran Nahdlatul Wathon. Sebelum memulai pembelajaran, para peserta didik diwajibkan menyanyikan lagu perjuangan yang diciptakan oleh K.H. Abdul Wahab Chasbullah sendiri yang berjudul Subbanul Wathon atau Ya Lal Wathon.

Baca juga: Lirik Sholawat Nariyah Lengkap Arti dan Keutamaannya

Lirik Lagu Ya Lal Wathon

ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَن ياَ لَلْوَطَنْ
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon

حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَانْ
Hubbul Wathon minal Iman

وَلاَتَكُنْ مِنَ الْحِرْماَنْ
Wala Takum minal Hirman

اِنْهَضوُا أَهْلَ الْوَطَنْ
Inhadlu Ahlal Wathon

اِندُونيْسِياَ بِلاَدى
Indonesia Biladi

أَنْتَ عُنْواَنُ الْفَخَاماَ
Anta ‘Unwanul Fakhoma

كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْماَ
Kullu May Ya’tika Yauma

طَامِحاً يَلْقَ حِماَمًا
Thomihay Yalqo Himama.

Baca juga: Lirik Sholawat Tibbil Qulub Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Terjemahan Lagu Ya Lal Wathon

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintamu dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintaku dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku

Indonesia Negeriku
Engkau Panji Martabatku
Siapa Datang Mengancammu
Kan Binasa di bawah dulimu

Demikianlah lirik lagu Ya Lal Wathon lengkap dengan teks arab, Latin, dan terjemahannya. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com