Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nabi Muhammad SAW Diracun Wanita Yahudi

Kompas.com, 25 Oktober 2025, 22:04 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam episode kehidupan Nabi Muhammad SAW, pernah terjadi peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW diracun oleh orang Yahudi. Racun itu tetap membekas di tubuh Nabi Muhammad SAW hingga Beliau meninggal dunia.

Kisah Nabi Muhammad SAW diracun ini terjadi setelah perang Khaibar. Perang Khaibar adalah perang melawan kaum Yahudi Bani Nadhir. Perang tersebut dimenangkan oleh umat Islam. Berikut kisah lengkap Nabi Muhammad SAW diracun.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Terkena Sihir Orang Yahudi

Kisah Perang Khaibar

Perang Khaibar adalah peperangan umat Islam melawan kaum Yahudi yang bermukim di wilayah Khaibar, 150 km jaraknya dari Madinah. Khaibar merupakan daerah perkebunan yang subur dan menyimpan banyak harta bagi penghuninya.

Terjadinya perang Khaibar dilatarbelakangi pengkhianatan dan provokasi kaum Yahudi untuk memerangi umat Islam di Madinah. Penduduk Khaibar kebanyakan dihuni oleh kaum Yahudi Bani Nadhir yang terusir dari Madinah karena bersekongkol dengan kaum Musyrikin Mekkah untuk memerangi Nabi SAW dan umat Islam.

Pada perang tersebut, Nabi Muhammad SAW memimpin langsung pasukan yang berjumlah sekitar 1.600 pasukan.

Daerah Khaibar terdiri dari beberapa benteng yang kokoh dan sulit dikalahkan. Berkat kegigihan dan pertolongan Allah SWT, satu persatu benteng tersebut berhasil dikalahkan hingga akhirnya kaum Yahudi meminta perjanjian damai.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan

Nabi Mendapat Jamuan dari Orang Yahudi

Selesai perang, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mendapat jamuan makan dari seorang wanita bernama Zainab binti Harits. Rupanya Zainab bin Harits merupakan orang Yahudi yang menaruh dendam kepada umat Islam karena suaminya, Salam bin Miskham turut menjadi korban perang Khaibar.

Wanita itu sengaja menjamu Nabi SAW dan para sahabat dengan seekor kambing, salah satu makanan kesukaan Nabi Muhammad SAW. Daging kambing itu sudah dilumuri dengan racun yang mematikan.

Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang lelah setelah perang kemudian memakan daging tersebut. Beberapa sahabat sempat memakan sampai habis daging yang disuguhkan kepadanya, sementara Nabi Muhammad SAW baru sampai menggigit daging tersebut.

Daging itu memberitahukan kepada Nabi bahwa ada racun di dalamnya. Nabi kemudian segera berhenti memakan daging tersebut. Racun yang ada dalam daging itu berdampak kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau sempat menggigitnya.

Sedangkan beberapa sahabat yang sudah memakan daging tersebut segera dibekam untuk mengeluarkan racunnya. Sayangnya, salah seorang sahabat bernama Bisyr bin Barra' keracunan fatal hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Ditampar Orang Badui

Dialog Nabi Muhammad SAW dan Wanita Yahudi

Setelah peristiwa jamuan beracun tersebut, Nabi Muhammad SAW memanggil wanita Yahudi yang meracuninya.

“Apakah kalian meracuni daging ini?” Tanya Nabi Muhammad SAW.

Wanita Yahudi itu menjawab, “Kami ingin menguji. Jika engkau hanyalah raja, racun itu akan membunuhmu. Tapi jika engkau seorang nabi, tentu engkau akan selamat.”

Para sahabat kemudian bertanya apakah wanita itu boleh dibunuh, Nabi Muhammad SAW tidak mengizinkan sahabat membunuh wanita tersebut.

Namun ketika seorang sahabat bernama Bisyr bin Barra' meninggal, hukum qishash pun ditegakkan.

Baca juga: Kisah Umar bin Khattab dan Gadis Pemerah Susu: Kejujuran Membawa Keberkahan

Dampak Racun Wanita Yahudi

Racun yang diberikan wanita itu ternyata perlahan-lahan berdampak pada Nabi Muhammad SAW. Saat mendekati ajal, Nabi Muhammad SAW menyampaikan dampak racun tersebut terhadap tubuh Nabi Muhammad SAW.


قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ يَا عَائِشَةُ مَا أَزَالُ أَجِدُ أَلَمَ الطَّعَامِ الَّذِي أَكَلْتُ بِخَيْبَرَ فَهَذَا أَوَانُ وَجَدْتُ انْقِطَاعَ أَبْهَرِي مِنْ ذَلِكَ السُّمِّ

Artinya: "Aisyah RA berkata : Rasulullah SAW bersabda di saat beliau sakit menjelang wafat : “Wahai Aisyah, saya masih merasakan sakit dari racun yang ada di makanan pada saat di Khaibar. Dan saat ini saya merasakan dipotongnya urat tali nadiku oleh racun itu. ” (H.R. Bukhari)

Demikianlah kisah Nabi Muhammad SAW diracun wanita Yahudi. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Aktual
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Aktual
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Aktual
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Aktual
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Aktual
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Aktual
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa dan Niat
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Aktual
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar