Penulis
KOMPAS.com - Bulan Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender hijriah. Selain termasuk bulan haram, di bulan Rajab terjadi peristiwa besar, yaitu Isra Mi'raj. Peristiwa ini adalah perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Dilanjutkan naik ke langit ke tujuh untuk berdialog dengan Allah SWT.
Sepulang dari Isra Mi'raj terjadi, Rasulullah SAW menceritakan apa yang dialaminya kepada penduduk Mekkah. Namun reaksi penduduk Mekkah saat itu tak seperti yang diharapkan. Hampir semua penduduk tidak percaya dengan peristiwa Isra Mi'raj.
Orang-orang kafir semakin tidak percaya dengan Rasulullah SAW, sementara sebagian besar umat Islam meragukan cerita tersebut hingga sebagian murtad. Lalu tampillah Abu Bakar dengan keimanan yang teguh membenarkan apa yang dialami Rasulullah SAW sehingga umat Islam kembali pada keimanan mereka.
Baca juga: Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Berikut ini khutbah Jumat dengan tema 'Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar dalam Peristiwa Isra Mi'raj. Khutbah ini menjadi pembelajaran agar semakin meneguhkan iman. Keimanan tidak membutuhkan logika, tetapi keyakinan yang mantap dalam hati.
اَلْحَمْدُ للهِ اَلَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
اَللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى ألِه وَأصْحَابِه وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانِ إلَى يَوْمِ الدِّين
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang senantiasa memberikan berbagai kenikmatan kepada kita, terutama nikmat iman, sehat, dan sempat sehingga kita bisa hadir pada kesempatan ini.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya.
Sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya.
Dengan ketakwaan itulah kita akan mendapat keberkahan dan keberuntungan di dunia maupun di akhirat.
Baca juga: Khutbah Jumat 26 Desember 2025 Keutamaan Bulan Rajab
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Saat ini kita berada di bulan Rajab. Dimana di bulan ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat luar biasa, yaitu isra Mi'raj. Peristiwa ini merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Dilanjutkan naik ke langit ke tujuh untuk berdialog dengan Allah SWT.
Peritiwa Isra Mi'raj menjadi hiburan bagi Rasulullah SAW setelah mengalami periode kehidupan yang berat, yaitu meninggalnya Sang Paman Abu Thalib yang selalu membelanya dan Sang Istri Khadijah yang selalu setia mendampingi dan memberikan semangat dalam perjuangan Rasulullah SAW.
Persitiwa Isra Mi'raj diabadikan Allah SWT dalam Al Quran surat Al Isra' ayat 1.
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Saat ini kita meyakini bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan merupakan salah satu mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Bahkan setiap tahun kita mengenangh dan memperingati peristiwa tersebut.
Namun tidak demikian saat peristiwa itu terjadi. Banyak kalangan umat Islam yang meragukan peristiwa tersebut. Bahkan sebagian umat Islam ada yang murtad ketika mendengar peristiwa yang dianggap tidak masuk akan di zaman itu.
Baca juga: Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Menjadi Manusia Bermanfaat
Di tengah situasi yang sulit tersebut, tampillah Abu Bakar yang membenarkan apa yang disampaikan Rasulullah SAW. Abu Bakar berkata, “Sungguh saya telah membenarkannya perihal khabar langit (Mi’raj), maka bagaimana mungkin saya mengingkarinya dalam peristiwa itu (Isra). Selama (Rasulullah) yang berkata, maka sungguh dia benar.”
Jawaban tegas Abu Bakar ini membuat sebagian besar umat Islam yang meragukan kisah Rasulullah SAW saat itu kembali kepada keimanan yang lurus.
Berkat ucapannya ini, Abu Bakar kemudian mendapat julukan Ash Shiddiq atau orang yang membenarkan. Maksudnya membenarkan setiap perkataan Rasulullah SAW.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Abu Bakar adalah manusia yang paling teguh imannya. Ia senantiasa membenarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW. Tidak sedikitpun ada keraguan tentangnya. Maka tak heran jika beliau mendapat kedudukan sebagai manusia paling mulia setelah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits disampaikan:
كُنَّا نُخَيِّرُ بَيْنَ النَّاسِ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُخَيِّرُ أَبَابَكْرٍ، ثُمَّ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ، ثُمَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Artinya: “Kami (para sahabat) pernah menilai orang terbaik di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami dapatkan yang terbaik adalah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu , kemudian Umar bin Al Khathab radhiyallahu ‘anhu, kemudian ‘Utsman bin ‘Affan, mudah-mudahan Allah meridhai mereka semua.” (H.R. Bukhari).
Baca juga: Khutbah Jumat: Mengenal Penyebab Bencana dan Cara Menghindarinya
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Dari peristiwa Isra Mi'raj kita belajar dari manusia paling mulia Abu Bakar Ash Shiddiq bahwa keimanan itu tidak membutuhkan logika. Selama suatu hal disampaikan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka itu pastilah sebuah kebenaran.
Banyak orang tersesat karena terlalu mengandalkan logikanya. Ia kemudian mengingkari apa yang disampaikan Allah SWT dan Rasul-Nya yang menurutnya tidak masuk dalam logika. Padahal semua hal itu belum tentu bisa masuk logika. Manusia mempunyai logika yang terbatas untuk memahami semua hal yang terjadi.
Ketika logika tidak mampu memahami apa yang terjadi, maka disitulah keimanan dibutuhkan. itulah sebabnya Abu Bakar Ash Shiddiq dengan sangat yakin membenarkan ucapan Rasulullah SAW tentang peristiwa Isra Mi'raj. Padahal secara logika zaman itu, peristiwa Isra Mi'raj tidak masuk akan dan tidak bisa diterima secara logika.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Demikan khutbah Jumat ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita semua sehingga semakin hari keimanan kita semakin meningkat dan kuat. Dan pada akhirnya kita akan menduduki kedudukan mulia di sisi Allah SWT seperti Abu Bakar Ash Shiddiq.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ
Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Diketahui dan Dipenuhi
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang