Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat

Kompas.com, 10 Januari 2026, 19:31 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Nabi Muhammad SAW adalah sosok agung dalam sejarah perjalanan manusia, khususnya bagi umat Islam. Semua kisah hidupnya bisa menjadi teladan bagi manusia untuk membentuk pribadi yang luar biasa. Maka tak heran banyak yang menuliskan kisah Nabi Muhammad SAW.

Ada istilah tak kenal maka tak sayang. Untuk bisa mencintai Nabi Muhammad SAW, maka manusia harus mengenal Nabi Muhammad SAW secara personal, yaitu dengan membaca kisah hidupnya. Berikut ini ringkasan kisah hidup Nabi Muhammad SAW lengkap dari lahir hingga wafat berdasarkan buku Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Lupa Mengucapkan Insya Allah

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dimulai ketika Abdul Muthalib menikahkan putranya yang bernama Abdullah dengan anak perempuan dari pemimpin Bani Zuhrah, yaitu Aminah binti Wahab.

Pernikahan dan kebersamaan dua insan ini hanya sementara, tetapi dampaknya dapat mengubah dunia. Abdullah dan Aminah hanya hidup bersama selama sepuluh hari setelah menikah.

Abdullah harus meninggalkan Aminah untuk berdagang ke Syam. Saat ditinggalkan, Aminah sudah dalam keadaan mengandung. Sayangnya, Abdullah tidak pernah pulang lagi karena meninggal dan dimakamkan di Yatsrib.

Saat Abdullah meninggal, kandungan Aminah memasuki usia 6 bulan. Waktu pun berlalu hingga lahirlah bayi Aminah yang diberi nama Muhammad oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Nama yang tak lazim pada zaman itu, tetapi mengandung makna yang agung, yiatu orang yang terpuji.

Bayi Muhammad lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah. Disebut tahun gajah karena kelahiran Nabi Muhammad bertepatan dengan terjadinya penyerangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah dari Yaman. Menurut hitungan tahun masehi, lahirnya Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun 571 M.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Diracun Wanita Yahudi

Masa Kecil Hingga Remaja

Sejak lahir, Nabi Muhammad SAW tidak menyusu kepada ibunya. Seperti tradisi di Arab saat itu, Nabi Muhammad SAW awalnya disusui oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab yang dibebaskan. Setelah itu, Beliau dibawa oleh Halimatus Sa'diyah untuk disusukan hingga usia 2 tahun.

Nabi Muhammad SAW kembali diasuh oleh Halimatus Sa'diyah hingga usia 4-5 tahun. Nabi Muhammad dikembalikan dan diasuh oleh Aminah. Nabi dalam pengasuhan ibunya sampai usia 6 tahun karena ditinggal meninggal sang ibu saat berkunjung ke Madinah untuk berziarah ke makam ayah Nabi Muhammad.

Sepeninggal sang ibu, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib sampai usia 8 tahun. Abdul Muthalib meninggal saat usia Nabi menginjak usia 8 tahun. Pengasuhan kemudian beralih ke pamannya Abu Thalib.

Sejak kecil, Nabi Muhammad rajin membantu pamannya menggembalakan kambing. Dan ketika usianya sudah sampai 12 tahun, ia diajak untuk berdagang ke Syam. Saat itulah Abu Thalib bertemu dengn Pendeta Bahira yang mengabarkan bahwa ada tanda-tanda kenabian pada keponakannya.

Untuk itu, Pendeta Bahira menyarankan agar rombongan Abu Thalib segera kembali ke Mekkah. Pendeta Bahira juga menasehati Abu Thalib untuk menjaga keponakannya dengan baik. Salah satu tanda kenabian saat itu adalah Nabi Muhammad selalu dinaungi awan ketika berjalan.

Di masa remaja, Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi remaja yang gagah dan pedagang yang amanah. Ia dijuluki sebagai Al Amin, artinya orang yang dapat dipercaya dan amanah. Beliau mendapat kepercayaan membawa dagangan para saudagar Mekkah untuk dijajakan ke Syam dan negeri-negeri lain.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Ditampar Orang Badui

Pernikahan dengan Khadijah

Salah satu saudagar yang mempercayakan dagangannya kepada Nabi Muhammad adalah seorang janda kaya bernama Khadijah binti Khuwailid. Nabi membawa dagangan tersebut ke Syam bersama dengan pembantu Khadijah yang bernama Maisarah.

Sepulang berdagang, Maisarah menceritakan betapa luar biasanya Nabi Muhammad saat berdagang. Dan selama jalan bersama, Nabi Muhammad selalu dinaungi awan yang menjaganya dari panas.

Cerita Maisarah ini membuat Khadijah takjub dan berhasrat untuk menikahi Nabi Muhammad. Keinginan pun disampaikan, Nabi Muhammad menyambut ajakan nikah itu dengan mengajak pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib untuk meminang Khadijah.

Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah yang saat itu sudah berusia 40 tahun. Meskipun ada sebagian yang menuliskan usia Khadijah saat itu 28 tahun.

Dari pernikahan tersebut, lahirlah 4 putri yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kutsum, dan Fatimah serta 2 putra, yaitu Abdullah dan Qasim.

Baca juga: Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah

Diangkat Menjadi Nabi dan Rasul

Menjelang usia 40 tahun, Nabi Muhammad sering merasakan kegelisahan mengenai kondisi masyarakat yang semakin rusak. Maka Nabi Muhammad SAW sering bertahanuts (menyendiri untuk beribadah dan menjauhkan diri dari dosa) di Gua Hira'.

Nabi Muhammad bisa menghabiskan waktu selama beberapa hari, bahkan bulan untuk bertahanuts di gua Hira'. Lebih intensif lagi menjelang diangkat menjadi Nabi. Pada bulan Ramadhan tanggal 17 tiga belas tahun sebelum Hijriah, Nabi didatangi Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama, yaitu surat Al 'Alaq ayat 1-5.

Turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu ini menandai pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.

Dakwah di Mekkah

Tugas seorang Nabi dan Rasul adalah menyebarkan risalah kepada kaumnya. Nabi Muhammad kemudian memberitahukan tentang Islam kepada keluarga, kerabat dekat, dan pra sahabat. Ada beberapa orang yang menerimanya dan ada pula yang menolaknya.

Orang-orang yang pertama kali memeluk Islam disebut dengan Assabiqunal Awwalun, jumlahnya sekitar 30-40 orang.

Dakwah kemudian meluas ke seluruh masyarakat di Mekkah. Dakwah tersebut ternyata tidak mudah. Tokoh-tokoh Quraisy banyak yang menentang dakwah Nabi, terutama  datang dari Abu Lahab dan Abu Jahal.

Dakwah di Mekkah semakin berat ketika istri tercinta, Khadijah, dan paman yang melindunginya, Abu Thalib meninggal. Nabi Muhammad kemudian berusaha melebarkan dakwahnya ke Thaif, tetapi penolakan keras yang justru didapatkan.

Beratnya dakwah di Mekkah ini kemudian mendapat jalan keluar ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW beserta umat Islam untuk berhijrah ke Madinah.

Baca juga: Nama-Nama Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diketahui Umat Islam

Perkembangan Islam di Madinah

Setelah berhijrah ke Madinah, dakwah Islam menemui titik terang. Mayoritas masyakarat Madinah menerima dakwah Nabi Muhammad dengan baik. Di sinilah Islam berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah kekuatan besar di masyarakat.

Perlahan-lahan, berbagai hambatan yang menghalangi dakwah Islam satu persatu berhasil disingkirkan, entah melalui diplomasi maupun peperangan. Berbagai peperangan dimenangkan umat Islam, kecuali pada perang Uhud.

Di Perang Uhud, umat Islam menderita kekalahan akibat ketidak disiplinan pasukan pemanah yang harusnya berjaga hingga peperangan usai. Namun mereka terburu-buru turun untuk turut berebut harta rampasan perang. Akibatnya, kemenangan yang sudah di depan mata sirna, berganti kekalahan yang memilukan.

Puncak dari perjuangan Nabi Muhammad dan Umat Islam datang setelah berhasil menaklukkan Mekkah tanpa kekerasan. Peristiwa ini disebut dengan Fathu Makkah. Islam akhirnya berkembang pesat di seantero jazirah Arab.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Kemenangan gemilang umat Islam terhadap musuh yang selama ini menentang dakwah dengan keras, yaitu kaum kafir Quraisy menandai kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam mengemban risalah Kenabian.

Ketika risalah sudah sempurna dan membumi, maka tugas risalah sudah selesai. Itulah saat Nabi Muhammad SAW untuk kembali ke Pangkuan Allah SWT.

tepat pada Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, tahun ke-11 hijriah, Nabi Muhammad SAW wafat. Sang Nabi Agung dikebumikan di kamarnya. Kepemimpinan Islam pun beralih kepada Abu Bakar Ash Shiddiq.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Cara Mengamalkannya
Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Menag Tinjau Progres Pembangunan Rumah Ibadah Lintas Agama di IKN
Menag Tinjau Progres Pembangunan Rumah Ibadah Lintas Agama di IKN
Aktual
Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta
Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta
Aktual
Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung
Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung
Aktual
Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya
Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
ISNU Salurkan Bantuan UKT untuk 51 Mahasiswa Korban Banjir Aceh Tamiang
ISNU Salurkan Bantuan UKT untuk 51 Mahasiswa Korban Banjir Aceh Tamiang
Aktual
Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj
Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj
Aktual
KPK Targetkan Penahanan Gus Yaqut dan GP Ansor Hormati Proses Hukum
KPK Targetkan Penahanan Gus Yaqut dan GP Ansor Hormati Proses Hukum
Aktual
7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026
7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026
Aktual
Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah
Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah
Aktual
Ribuan Hafizah Berkumpul di Kendal, Menag Ungkap Besarnya Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan di Pesantren
Ribuan Hafizah Berkumpul di Kendal, Menag Ungkap Besarnya Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan di Pesantren
Aktual
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026: Sejarah Peristiwa dan Makna Pensyariatan Sholat
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026: Sejarah Peristiwa dan Makna Pensyariatan Sholat
Aktual
Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Waktu Terbaik, Tata Cara, dan Bacaan Doa Mustajab
Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Waktu Terbaik, Tata Cara, dan Bacaan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat
Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat
Doa dan Niat
Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com