Penulis
KOMPAS.com - Salah satu impian seluruh umat Islam adalah dapat berziarah ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji atau umroh. Sayangnya, tidak semua berkesempatan berkunjung ke sana.
Ditambah waktu antrian yang begitu lama di indonesia, kecil peluangnya untuk bisa melaksanakan haji secara reguler.
Bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan haji dan umroh. Islam memberikan kabar gembira dengan amalan-amalan yang pahalanya setara haji dan umroh. Tentunya hal ini tetap tidak menghilangkan niat dan upaya untuk menunaikan haji dan umroh.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Lantas apa saja amalan-amalan yang pahalanya setara haji dan umroh? Simak penjelasannya.
Sholat syuruq atau isyraq adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari beberapa menit setelah waktu terbit matahari. Sholat ini mempunyai beberapa rangkaian, diawali dengan sholat Subuh berjamaah, kemudian berdiam diri dengan dzikir dan membaca Al Quran di masjid, kemudian melaksanakan sholat syuruq.
Bagi yang bisa melaksanakan sholat syuruq sesuai contoh dari Rasulullah SAw, maka akan mendapatkan pahala haji dan umroh yang sempurna.
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (H.R. Tirmidzi).
Berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu, mempunyai banyak keutamaan. Salah satunya adalah mendapatkan pahala setara haji dan umroh serta berjihad di jalan Allah SWT.
فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ، وَمُعْتَمِرٌ، وَمُجَاهِدٌ، فَإِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللَّهَ وَبِرَّهَا
Artinya: “Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad” (H.R. Ath Thabrani).
Baca juga: Sholat Dhuha dan Doa-doanya, Amalan Pagi yang Diyakini Membuka Rezeki
Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa sholat fardhu berjamaah rutin di masjid akan diganjar dengan pahala setara haji.
مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَ مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ نَافِلَةٍ
Artinya: “Siapa yang berjalan menuju shalat wajib berjama’ah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah” (H.R. Ath Thabrani).
Majelis ilmu adalah taman-taman surga yang dihadirkan di dunia. Menghadiri ilmu yang diselenggarakan di masjid akan mendapatkan pahala setara haji yang sempurna.
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ
Artinya: “Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya” (H.R. Ath Thabrani).
Bagi yang berkesempatan melakukan umroh di bulan Ramadhan, maka pahalanya setara dengan melaksanakan ibadah haji.
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
Artinya: “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (H.R. Bukhari).
Baca juga: Amalan dan Doa Perlindungan agar Anak Dijauhkan dari Zina
جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنَ الأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلاَ وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى ، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ ، وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا ، وَيَعْتَمِرُونَ ، وَيُجَاهِدُونَ ، وَيَتَصَدَّقُونَ قَالَ « أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ بِأَمْرٍ إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ ، وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ ، إِلاَّ مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ ، وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ
Artinya: “Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi SAW. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal.
Mereka sholat sebagaimana kami sholat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumroh, berjihad serta bersedekah.
Nabi SAW lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian.
Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir sholat sebanyak tiga puluh tiga kali” (H.R. Bukhari).
Orang-orang yang sudah berniat haji dan umroh disertai dengan ikhtiar, seperti menabung atau sudah mendaftarkan haji. Maka apabila sampai meninggal tidak sempat menunaikan haji dan umroh, maka ia sudah mendapatkan pahala haji dan umroh.
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna.
Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Amalan Peredam Murka Allah SWT Sehingga Azab Tidak Ditimpakan kepada Manusia
Islam adalah agama yang selalu memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memperoleh kemuliaan dalam beramal.
Ibadah haji dan umroh adalah ibadah haji yang membutuhkan biaya besar dan badan yang kuat. Tidak semua orang berkesempatan melaksanakannya. Namun Allah SWT mempunyai Kasih Sayang yang luar biasa. Dia menyediakan berbagai amalan yang pahalanya setara haji dan umroh.
Jadi, bagi orang yang belum berkesempatan menunaikan haji dan umroh, melakukan amalan-amalan yang pahalanya setara haji dan umroh dapat menjadi solusinya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang