Penulis
KOMPAS.com - Di tengah kehidupan yang semakin berat, banyak orang merasa terhimpit oleh berbagai masalah. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, konflik keluarga, tekanan emosional, hingga kegelisahan batin yang tak kunjung usai.
Tidak sedikit pula yang kebingungan harus memulai dari mana untuk memperbaiki hidup. Bahkan, sebagian orang justru menempuh jalan yang keliru. Alih-alih hidup menjadi lebih baik, masalah justru semakin bertambah.
Dalam Islam, para ulama menegaskan bahwa langkah awal memperbaiki kehidupan adalah dengan memperbaiki shalat. Shalat merupakan ibadah paling utama dan fondasi kehidupan seorang Muslim.
Baca juga: Ini Waktu Paling Utama Shalat Tahajud dan Witir Menurut Sunnah Nabi
Shalat sebagai ibadah utama dalam Islam tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi pembeda antara iman dan kekufuran. Rasulullah SAW bersabda:
العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Artinya: "Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Islam adalah agama yang penuh rahmat. Shalat tetap wajib dilaksanakan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, dengan berbagai keringanan sesuai kemampuan.
Rasulullah SAW bersabda:
صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
Artinya: "Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu, maka duduk. Jika tidak mampu, maka berbaring." (HR. Bukhari)
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim dan tidak boleh ditinggalkan sama sekali.
Baca juga: Daftar 10 Perkara yang Bisa Membatalkan Shalat, Wajib Diketahui Umat Islam
Saat hidup terasa berat, manusia membutuhkan tempat bergantung dan bersandar. Tidak ada sandaran terbaik selain Allah SWT.
حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ
Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran: 173)
Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan shalat sebagai sarana meminta pertolongan:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu." (QS. Al Baqarah: 153)
Memperbaiki shalat bukan hanya soal rutinitas, tetapi kualitas. Dimulai dari wudhu yang benar, shalat di awal waktu, tumakninah, serta berusaha khusyuk.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ
Artinya: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (Q.S. Al Ankabut: 45)
Ketika seseorang terjaga dari maksiat, ia akan semakin taat kepada Allah. Dari ketaatan inilah lahir ketakwaan. Dan takwa adalah kunci solusi hidup.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2–3).
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: Jadikan Momen Isra Miraj untuk Memperbaiki Kualitas Shalat
Shalat adalah bentuk dzikir tertinggi. Allah SWT berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Artinya: "Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku." (QS. Thaha: 14)
Hati manusia sejatinya hanya akan tenang dengan mengingat Allah:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’du: 28)
Ketika shalat dijaga dan diperbaiki, ketenangan batin akan hadir, pikiran lebih jernih, dan hidup terasa lebih ringan.
Memperbaiki shalat adalah langkah nyata untuk memperbaiki hidup. Dengan shalat, Allah SWT mendatangkan pertolongan, menumbuhkan ketakwaan, membuka pintu rezeki, serta memberikan ketenangan hati.
Jika hidup terasa berat, jangan mulai dari luar, mulailah dari sajadah. Karena dari sanalah perubahan besar sering kali bermula.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang