Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Amalan Utama di Hari Jumat Sesuai Sunnah

Kompas.com, 29 Januari 2026, 13:38 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Hari Jumat adalah hari paling mulia dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari). Dalam sepekan, Jumat menjadi hari raya bagi kaum muslimin. Karena keutamaannya, banyak amalan sunnah dianjurkan untuk dikerjakan agar pahala yang diraih semakin besar.

Ada berbagai amalan yang bisa dikerjakan di hari Jumat. Amalan ini bisa dimulai saat malam Jumat menjelang hingga sebelum Maghrib di hari Jumat. Berikut ini beberapa amalan sunnah hari Jumat yang bisa dikerjakan:

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: Memuliakan Bulan Sya’ban

7 Amalan Sunnah Hari Jumat

1. Membaca Surat Al-Kahfi

Salah satu amalan paling populer di hari Jumat adalah membaca Surat Al-Kahfi. Keutamaannya adalah mendapatkan cahaya kebaikan di antara dua Jumat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya:
“Sesungguhnya barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat, ia akan diterangi dengan cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga memasukkan anjuran membaca Al-Kahfi sebagai amalan sunnah hari Jumat.

2. Memperbanyak Sholawat kepada Nabi SAW

Hari Jumat juga dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW. Amalan ini memiliki keutamaan besar dan menjadi sebab dekat dengan Nabi di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ

Artinya:
“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap hari Jumat…” (HR. Al-Baihaqi)

Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitab Jala’ul Afham bahwa sholawat di hari Jumat memiliki keistimewaan dibanding hari lainnya karena kemuliaan waktunya.

Baca juga: Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar

3. Memperbanyak Sedekah

Sedekah di hari Jumat dinilai lebih utama dibanding hari lain dalam sepekan. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Zaadul Ma’ad menyatakan:

“Sedekah pada hari Jumat dibandingkan hari lain dalam sepekan seperti sedekah di bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.”

Ini menunjukkan bahwa memperbanyak sedekah di hari Jumat termasuk amalan yang sangat dianjurkan oleh Para Ulama.

4. Mandi Jumat dan Membersihkan Diri

Mandi sebelum shalat Jumat adalah sunnah yang sangat ditekankan. Bahkan sebagian ulama mewajibkannya bagi yang menghadiri shalat Jumat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa mazhab Syafi’i sangat menganjurkan mandi, memotong kuku, dan membersihkan diri pada hari Jumat.

Baca juga: Keutamaan Sedekah Jumat: Pahala Berlipat, Penghapus Dosa, dan Pembuka Rezeki

5. Bersiwak atau Menggosok Gigi

Membersihkan mulut dengan siwak atau sikat gigi juga termasuk sunnah hari Jumat.

Rasulullah SAW bersabda:

غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَسِوَاكٌ، وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ

Artinya:
“Mandi hari Jumat itu wajib atas setiap orang yang telah baligh, bersiwak, dan memakai minyak wangi sesuai kemampuannya.” (HR. Muslim)

6. Memakai Wewangian Sebelum Shalat Jumat

Memakai parfum atau wewangian sebelum berangkat shalat Jumat termasuk sunnah Nabi SAW. Tujuannya agar tidak mengganggu jamaah lain dan menambah kekhusyukan ibadah.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih Bukhari bahwa Nabi menganjurkan memakai wewangian terbaik yang dimiliki ketika menuju shalat Jumat.

Para ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari' menegaskan bahwa berhias dan memakai wangi-wangian adalah bagian dari memuliakan syiar Jumat.

7. Memperbanyak Doa

Di hari Jumat terdapat satu waktu mustajab di mana doa akan dikabulkan.

Rasulullah SAW bersabda:

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya:
Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengannya, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim menyebut pendapat terkuat bahwa waktu mustajab tersebut berada di akhir waktu setelah Ashar hingga Maghrib. Meskipun ada juga yang berpendapat waktu tersebut adalah ketika khatib duduk di antara dua khutbah Jumat.

Baca juga: Tata Cara Mandi Shalat Jumat Lengkap dengan Niatnya

Penutup: Maksimalkan Amalan Sunnah di Hari Jumat

Hari Jumat adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal shalih. Membaca Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, sedekah, mandi Jumat, bersiwak, memakai wewangian, dan berdoa adalah amalan yang memiliki dasar kuat dan sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Dengan menghidupkan sunnah-sunnah hari Jumat, seorang muslim dapat meraih pahala besar setiap pekannya dan memperkuat kualitas ibadahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com