KOMPAS.com – Di antara berbagai amalan sunnah dalam Islam, Puasa Daud sering disebut sebagai salah satu ibadah yang paling istimewa.
Puasa ini dikenal sebagai puasa sunnah terbaik karena dilakukan secara seimbang, sehari berpuasa dan sehari berbuka.
Bagi sebagian Muslim, Puasa Daud bukan hanya latihan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga jalan spiritual untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, hingga pengendalian diri.
Tak sedikit pula yang meyakini bahwa rutin menjalankan Puasa Daud membawa perubahan besar dalam hidup, mulai dari ketenangan hati hingga kemudahan rezeki.
Lalu, seperti apa sebenarnya Puasa Daud menurut ajaran Islam? Bagaimana niat, tata cara, hukum, serta keutamaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan secara selang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.
Puasa ini dinamakan Puasa Daud karena merupakan amalan Nabi Daud AS yang disebut dalam banyak hadis Rasulullah SAW sebagai puasa paling utama.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.”
Dalam buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa para ulama sepakat Puasa Daud termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu menjalankannya secara konsisten.
Berbeda dengan puasa sunnah biasa, Puasa Daud dianggap sebagai bentuk ibadah yang seimbang karena tetap memperhatikan hak tubuh, keluarga, dan aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Puasa Sunnah Apa Saja di Mei 2026? Ini Jadwal dan Niat Lengkapnya
Rasulullah SAW menyebut Puasa Daud sebagai puasa sunnah paling utama karena tidak berlebihan, tetapi tetap memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.
Dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Daud.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut muncul ketika Abdullah bin Amr bin Ash ingin beribadah secara berlebihan dengan puasa setiap hari dan qiyamul lail sepanjang malam.
Namun Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tubuh manusia memiliki hak untuk dijaga.
Karena itu, Nabi menganjurkan pola puasa yang lebih seimbang, yaitu Puasa Daud.
Dalam buku Fikih Empat Mazhab karya Abdurrahman Al-Juzairi dijelaskan bahwa hikmah terbesar Puasa Daud adalah menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik manusia.
Puasa ini melatih konsistensi tanpa membuat tubuh lemah secara berlebihan.
Keutamaan terbesar Puasa Daud adalah disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT.
Hal ini menunjukkan tingginya nilai ibadah tersebut dibanding puasa sunnah lainnya.
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa amalan yang paling dicintai Allah bukan selalu yang paling berat, tetapi yang paling istiqamah dan seimbang.
Puasa Daud mengajarkan disiplin dan kontrol diri karena dilakukan terus-menerus secara bergantian.
Seseorang belajar mengatur pola makan, emosi, hingga menjaga perilaku selama berpuasa.
Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih hati agar lebih dekat kepada Allah SWT.
Berbeda dengan puasa setiap hari yang berpotensi melemahkan tubuh, Puasa Daud dianggap lebih adil karena memberi waktu istirahat bagi fisik.
Karena itu Rasulullah SAW melarang umatnya berlebihan dalam ibadah hingga melupakan hak tubuh dan keluarga.
Banyak ulama menjelaskan bahwa Puasa Daud membantu seseorang menjaga konsistensi ibadah jangka panjang.
Dalam buku Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa amalan yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah dibanding amalan besar tetapi hanya sesaat.
Baca juga: Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 2026 Lengkap Niatnya
Secara umum, tata cara Puasa Daud tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya.
Berikut langkah-langkahnya:
Niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar.
Lafaz niat yang umum dibaca:
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Dauda sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah Ta’ala.”
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa letak niat sebenarnya ada di dalam hati.
Sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Selama berpuasa, seseorang wajib menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Selain itu, puasa juga harus dijaga dari ghibah, dusta, dan perbuatan maksiat lainnya.
Ketika matahari terbenam, puasa segera dibuka sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa Puasa Daud tidak dianjurkan digabung secara berlebihan dengan puasa sunnah lain hingga memberatkan tubuh.
Karena inti dari Puasa Daud adalah keseimbangan.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan:
“Tidak ada yang lebih utama dari itu.”
Artinya, Puasa Daud sudah menjadi batas maksimal puasa sunnah terbaik yang dianjurkan.
Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits
Di tengah masyarakat, banyak kisah tentang orang yang istiqamah menjalankan Puasa Daud lalu merasakan perubahan besar dalam hidupnya.
Sebagian mengaku lebih tenang, lebih mudah mengendalikan emosi, hingga merasa lebih dekat kepada Allah SWT.
Dalam buku Agar Hati Selalu Dekat dengan Allah karya Ustaz Salim A. Fillah, disebutkan bahwa puasa sunnah yang dilakukan secara konsisten sering menjadi sarana pembentukan karakter dan kebeningan hati.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar tujuan utama Puasa Daud tetap dilandasi niat ibadah, bukan semata mengejar manfaat duniawi.
Puasa Daud dianjurkan bagi Muslim yang sehat, mampu secara fisik, dan tidak terganggu aktivitas wajibnya.
Namun bagi orang sakit, lansia, ibu hamil, atau mereka yang memiliki pekerjaan berat, Islam tidak memaksa menjalankan puasa sunnah ini.
Dalam Islam, menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup tetap menjadi bagian penting dari ibadah.
Puasa Daud bukan hanya tentang menahan lapar secara bergantian, tetapi juga tentang belajar hidup seimbang.
Ibadah ini mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah SWT tidak harus dilakukan secara berlebihan hingga menyiksa diri.
Justru melalui konsistensi, kesabaran, dan pengendalian diri, seorang Muslim perlahan membentuk kualitas spiritual yang lebih matang.
Karena itu, Puasa Daud tidak hanya dikenal sebagai puasa sunnah terbaik, tetapi juga sebagai latihan menjaga keseimbangan antara ibadah, tubuh, dan kehidupan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang