Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

700 Porsi Bubur Nusantara di Masjid Negara IKN, Simbol Persatuan saat Ramadhan 1447 H

Kompas.com, 1 Maret 2026, 15:57 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan suasana kebersamaan berbeda selama Ramadhan 1447 Hijriah dengan menyediakan hingga 700 porsi takjil setiap hari bagi masyarakat.

Program berbuka puasa bersama tersebut digelar di kawasan inti pusat pemerintahan Nusantara dan terbuka bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.

Menu utama yang disajikan adalah Bubur Nusantara, kuliner khas Kalimantan Timur yang dimasak langsung di pelataran masjid menjelang waktu Magrib.

Kehadiran Bubur Nusantara di Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Ramadhan, tetapi juga simbol persatuan di ibu kota baru Indonesia.

Baca juga: Masjid IKN Siap Tampung 29.000 Jemaah, Sholat Tarawih Perdana Digelar Awal Ramadan 1447 H

700 Porsi Takjil Satukan Warga

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan setiap hari sekitar 700 porsi disiapkan untuk masyarakat yang datang berbuka puasa.

"Setiap hari ada sekira 700 porsi disiapkan untuk warga yang datang berbuka puasa, sehingga rasa manis dan kehangatan bukan hanya terasa di lidah, namun juga dari kebersamaan di masjid menjelang azan Magrib, bahkan hingga Tarawih," kata Alimuddin di Nusantara, Minggu (1/3/2026), dilansir dari Antara.

Menjelang azan Magrib, pegawai, pekerja konstruksi, keluarga, hingga anak-anak duduk berdampingan menikmati takjil di area masjid.

Masyarakat non-Muslim juga turut hadir merasakan suasana kebersamaan Ramadhan di Masjid Negara IKN.

Semangkuk Bubur Nusantara menjadi jembatan sederhana yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu ruang yang sama.

Baca juga: Sidang Isbat Ramadhan 2026 Sejalan Fatwa MUI, Kemenag Siapkan 37 Titik Rukyat Termasuk Masjid IKN

Kuliner Khas Samarinda Seberang Diangkat ke Panggung Nasional

Alimuddin menjelaskan, Bubur Nusantara merupakan bagian dari upaya mengangkat kearifan lokal kawasan IKN dan daerah penyangga.

Resep bubur tersebut berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, diwariskan secara turun-temurun, dan biasanya hanya disajikan saat Ramadhan.

Bubur berwarna cokelat muda dengan taburan bubuk rempah keemasan itu dimasak sekitar satu setengah jam di dapur masjid.

Racikan beragam rempah dalam bumbu kari menjadi kunci cita rasa khas Bubur Nusantara.

"Kami mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur, harapannya agar makin dikenal luas. Masyarakat umum silakan datang ke Masjid Negara. Kami ikhtiarkan tempat ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman," ujarnya.

Baca juga: Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026, Masjid IKN Masuk Daftar Titik Rukyat

Bubur Nusantara, Wajah Inklusif Ibu Kota Baru

Di tengah pembangunan IKN yang terus berlangsung, kegiatan buka puasa bersama ini menghadirkan wajah sosial ibu kota baru yang inklusif.

Bubur Nusantara tidak sekadar menjadi hidangan takjil, tetapi simbol bahwa Nusantara dibangun untuk semua tanpa membedakan ras, agama, maupun golongan.

Muhammad Tasrik, salah seorang juru masak, menyebut bumbu kari rempah sebagai identitas utama Bubur Nusantara.

"Wangi dari aroma rempah inilah yang membuat khas bubur tersebut," katanya.

Muslih, pekerja house keeping di Rumah Susun ASN, mengaku selalu menantikan momen berbuka puasa di Masjid Negara IKN.

"Seru berbuka di sini. Banyak masyarakat datang untuk menikmati takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak banget, gurih, bikin ketagihan," katanya.

Kehangatan Ramadhan di Masjid Negara IKN melalui Bubur Nusantara memperlihatkan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang merawat persatuan dalam keberagaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar