Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umroh Indonesia ungkap pesan Presiden Prabowo trkait melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur).
Kenaikan harga avtur menjelang musim haji 2026 kini memang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Lonjakan ini dipicu oleh gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor penerbangan.
Baca juga: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional perjalanan haji 2026 yang akan dimulai sebentar lagi.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa tambahan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah haji.
Baca juga: Menhaj Irfan Yusuf soal Kuota Haji: Tak Boleh Ada Kursi Mubazir...
Dilansir dari Antara, Menteri Haji dan Umroh Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa kenaikan harga avtur saat ini cukup signifikan dan langsung berdampak pada biaya penerbangan haji.
"Aftur naik dua kali, bahkan tiga kali lebih. Itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini," kata Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Kenaikan ini menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Pemerintah saat ini tengah mencari solusi atas kenaikan biaya tersebut. Presiden menegaskan agar kondisi ini tidak berdampak pada beban finansial jemaah.
"Presiden tentu menekankan jangan sampai, apapun yang terjadi, jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita. Itu harapan Presiden, permintaan Presiden," katanya.
Selain itu, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.
Dalam upaya mengantisipasi dampak ketegangan di Timur Tengah, Kementerian Haji telah menetapkan strategi penerbangan.
Untuk jemaah haji reguler, penerbangan akan dilakukan secara langsung ke Arab Saudi.
Sementara itu, untuk jemaah haji khusus yang umumnya menggunakan penerbangan transit, pemerintah meminta penyelenggara swasta untuk mencari alternatif penerbangan langsung.
"Kami sudah meminta mereka untuk memitigasi kemungkinan-kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi," demikian katanya.
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.
"Kami di Kedutaan Arab Saudi senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami untuk berkoordinasi dan bekerja sama, dan juga membantu berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi," kata Dubes Faisal.
"Tentu kita akan siap untuk memberikan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar," imbuh Dubes Faisal.
Pemerintah berharap situasi geopolitik tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Dengan berbagai langkah mitigasi yang dilakukan, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan sesuai rencana.
"Dari hati yang sangat dalam, mudah-mudahan musim haji tahun ini berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian, masyarakat Indonesia, para jemaah haji Indonesia, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke Tanah Air dengan selamat," demikian kata Dubes Faisal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang