Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nabi Muhammad SAW Lupa Mengucapkan Insya Allah

Kompas.com, 5 November 2025, 19:48 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ucapan insya Allah mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Insya Allah artinya jika Allah menghendaki atau jika Allah berkehendak. Ucapan ini diucapkan ketika seseorang berjanji atau akan melakukan sesuatu di masa yang akan datang.

Gara-gara lupa mengucapkan insya Allah, Nabi Muhammad SAW hampir saja dipermalukan oleh orang-orang kafir Quraisy karena belum bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Berikut kisah lengkap Nabi Muhammad SAW lupa mengucapkan insya Allah.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Diracun Wanita Yahudi

Pertanyaan Kaum Kafir Quraisy Kepada Nabi Muhammad SAW

Kaum kafir Quraisy terus berusaha untuk menjatuhkan Nabi Muhammad SAW. Salah satu upayanya adalah meminta nasehat kepada seorang pendeta Yahudi di Madinah. Para pemimpin Quraisy mengutus An Nadhr bin Harits dan Uqbah bin Abi Mu'ith ke Madinah.

Tujuan diutusnya kedua orang tersebut adalah bertanya seputar agama samawi untuk bisa mendebat dan menjatuhkan Nabi Muhammad SAW. Pendeta Yahudi itu kemudian memberikan saran.

"Kalian hendaknya bertanya kepada Muhammad tentang tiga perkara. Jika Muhammad dapat menjawab tiga pertanyaan ini, maka sungguh ia adalah utusan Allah. Namun, jika tak dapat menjawabnya, ia hanyalah orang biasa yang mengaku-aku sebagai nabi." kata pendeta Yahudi tersebut.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Terkena Sihir Orang Yahudi

Sikap Nabi Muhammad SAW Ketika Mendapat Pertanyaan

Sepulang dari Madinah, keduanya kemudian menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya tentang tiga hal. Pertama, pertanyaan tentang pemuda-pemuda pada zaman dahulu yang bepergian dan apa yang terjadi kepada mereka. Kedua, pertanyaan tentang seorang pengembara yang sampai ke Masyriq (timur) dan Maghrib (barat) dan apa yang terjadi atas dirinya. Dan ketiga, pertanyaan tentang ruh.

Ketika mendapat pertanyaan tersebut, Nabi Muhammad SAW menjawab, "Aku akan menjawab pertanyaan kalian besok."

Nabi Muhammad yakin Allah SWT melalui malaikat Jibril akan memberikan bantuan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun sudah berlalu beberapa hari, Nabi Muhammad SAW tak kunjung mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut.

Malaikat Jibril tak jua turun untuk memberikan jawaban. Bahkan hal tersebut berlangsung sampai lima belas hari lamanya. Orang-orang kafir Quraisy pun mulai mencemooh Nabi Muhammad SAW karena tidak bisa menjawab pertanyaan mereka.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad SAW Ditampar Orang Badui

Turunnya surat Al Kahfi ayat 23-24

Nabi Muhammad SAW sedih karena tidak bisa menjawab pertanyaan orang-orang kafir Quraisy tersebut.

Malaikat Jibril akhirnya turun dengan membawa wahyu surat Al Kahfi ayat 23-24 sebagai teguran kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak mengucapkan kata 'insya Allah' saat berjanji akan menjawab pertanyaan orang-orang kafir Quraisy.

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَا۟ىْءٍ إِنِّى فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا. إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Artinya: "Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini"." (Q.S. Al Kahfi: 23-24).

Selain ayat di atas, Malaikat Jibril juga menurunkan ayat yang berisi jawaban atas pertanyaan orang-orang kafir Quraisy, yaitu surat Al Kahfi ayat 9-26) tentang Ashabul Kahfi, surat Al Kahfi ayat 83-101 tentang Dzulqarnain, dan surat Al Isra' ayat 85 tentang ruh.

Dengan turunnya ayat ini, terjawab sudah pertanyaan orang-orang kafir Quraisy yang diajukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan

Hikmah Kisah

Berdasarkan kisah di atas, dapat diambil pelajaran bahwa ketika berjanji atau mengatakan akan melakukan sesuatu esok atau kemudian hari, hendaknya mengucapkan 'Insya Allah'.

Ucapan Insya Allah merupakan sebuah ucapan yang menunjukkan kerendahan diri seseorang bahwa ia tidak mampu memastikan apa yang terjadi. Segala sesuatu hanya terjadi atas kehendak Allah.

Orang yang tidak mengucapkan Insya Allah saat berjanji atau akan melakukan sesuatu, maka ia termasuk orang yang sombong karena mendahului kehendak Allah SWT.

Demikianlah kisah tentang Nabi Muhammad SAW lupa mengucapkan kata Insya Allah ketika berjanji. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
17 Tahun Lebaran di Tokyo Tak Semeriah Indonesia, Tapi Hangat oleh Kebersamaan
17 Tahun Lebaran di Tokyo Tak Semeriah Indonesia, Tapi Hangat oleh Kebersamaan
Aktual
Hukum Shalat dan Puasa Jika Haid Tidak Lancar, Ini Penjelasan Ulama
Hukum Shalat dan Puasa Jika Haid Tidak Lancar, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Doa dan Niat
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Aktual
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Aktual
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Aktual
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Aktual
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Aktual
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Aktual
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Aktual
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Aktual
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com