Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, Waktu Pelaksanaan, dan Dalil Kesunnahannya

Kompas.com, 24 Desember 2025, 12:22 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Pagi hari menjadi waktu yang sarat harapan sekaligus awal dari berbagai ikhtiar yang dijalani manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ajaran Islam, sholat dhuha dipandang sebagai salah satu amalan utama untuk membuka rangkaian aktivitas sejak pagi hari.

Dilansir dari laman MUI, selain berfungsi mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat dhuha juga menjadi sarana membangun keistiqamahan ibadah di tengah waktu pagi yang relatif longgar sebelum aktivitas harian dimulai.

Baca juga: Panduan Sholat Dhuha untuk Pemula: Waktu, Keutamaan, Niat, dan Doa Lengkap

Pelaksanaan sholat dhuha membantu memaknai waktu senggang agar tidak berlalu tanpa nilai ibadah dan spiritualitas.

Secara bahasa, istilah dhuha merujuk pada permulaan siang atau waktu pagi.

Dalam kajian fikih, sholat dhuha didefinisikan sebagai sholat sunah yang dikerjakan sejak matahari terbit setinggi satu tombak, sekitar tujuh hasta atau kurang lebih 2,5 meter, hingga menjelang waktu zawal ketika matahari mulai condong ke barat.

Para ulama sepakat menetapkan hukum sholat dhuha sebagai sunah muakkadah atau amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin.

Baca juga: Waktu Terbaik Melaksanakan sholat Dhuha Dilengkapi Niat dan Doanya

Imam An-Nawawi dalam karyanya menjelaskan keutamaan sholat dhuha beserta rentang waktu pelaksanaannya sebagaimana berikut.

صَلَاةُ الضُّحَى سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ.. وَوَقْتُهَا مِنِ ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ إِلَى الزَّوَالِ، قَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي: وَقْتُهَا الْمُخْتَارُ، قَالَ: إِذَا مَضَى رُبْعُ النَّهَارِ

Artinya: “Sholat Dhuha adalah sunah yang sangat dianjurkan. Waktunya dimulai sejak matahari naik hingga tergelincir. Penulis kitab Al-Ḥāwī berkata: Waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah ketika telah berlalu seperempat hari.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzab, jilid 4, halaman 36).

Baca juga: 7 Keutamaan Sholat Dhuha: Dilengkapi Niat dan Doanya

Anjuran menunaikan sholat dhuha tidak hanya bersandar pada pendapat ulama, tetapi juga diperkuat oleh hadis-hadis sahih dari Rasulullah SAW.

Sholat dhuha termasuk amalan sunah yang secara khusus diwasiatkan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat.

Salah satu hadis yang paling dikenal terkait sholat dhuha diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagaimana berikut.

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ، لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah melaksanakan sholat witir.” (HR. Bukhari).

Hadis tersebut menegaskan posisi sholat dhuha sebagai ibadah sunah yang dijaga secara konsisten oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, bukan sekadar amalan tambahan semata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com