Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar, Islah di Lirboyo Tercapai

Kompas.com, 25 Desember 2025, 16:56 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tercapai dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh dan mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Pertemuan tersebut menandai berakhirnya ketegangan internal yang berlangsung beberapa bulan terakhir.

Kedua pimpinan PBNU sepakat untuk menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama sebagai solusi.

Baca juga: Pertemuan Lirboyo Sepakati Muktamar Ke-35 NU Digelar Secepatnya

"Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama," ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai pertemuan, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis.

Proses Islah dan Penyelesaian Konflik

Musyawarah di Lirboyo merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro sebelumnya.

Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU, yang berawal dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam yang dinilai tidak sesuai AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui islah dan Muktamar yang sah.

Kesepakatan ini dicapai setelah dialog intens dalam semangat ukhuwah nahdliyah, dengan kehadiran tokoh sentral NU seperti Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, serta para kiai sepuh.

Pengakhiran Konflik dan Tindak Lanjut

Dengan tercapainya kesepakatan, konflik internal PBNU resmi berakhir.

Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Baca juga: Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Sejak Awal Kami Selalu Buka Pintu Dialog

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan Muktamar ke-35 NU.

"Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat," pungkas Gus Yahya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya
Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya
Doa dan Niat
Profil Pulau Kharg: Lokasi, Sejarah, dan Alasan AS Mengincar Pusat Minyak Vital Iran
Profil Pulau Kharg: Lokasi, Sejarah, dan Alasan AS Mengincar Pusat Minyak Vital Iran
Aktual
Niat Shalat Ba’diyah 5 Waktu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Niat Shalat Ba’diyah 5 Waktu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Nikita Willy Berhijab, Ini Hukum dan Alasan Wajib Hijab dalam Islam
Nikita Willy Berhijab, Ini Hukum dan Alasan Wajib Hijab dalam Islam
Doa dan Niat
Benarkah Rumput di Kuburan Bisa Ringankan Siksa Kubur? Ini Dalilnya
Benarkah Rumput di Kuburan Bisa Ringankan Siksa Kubur? Ini Dalilnya
Doa dan Niat
Seruan Wamenhaj: Redam Konflik Dunia Demi Haji 2026 Berjalan Aman
Seruan Wamenhaj: Redam Konflik Dunia Demi Haji 2026 Berjalan Aman
Aktual
Makna Uban dalam Islam: Pengingat Ajal dan Cahaya di Hari Kiamat
Makna Uban dalam Islam: Pengingat Ajal dan Cahaya di Hari Kiamat
Aktual
Doa Istighosah Lengkap: Niat dan Tata Cara Shalat Solusi Hadapi Ujian
Doa Istighosah Lengkap: Niat dan Tata Cara Shalat Solusi Hadapi Ujian
Doa dan Niat
Doa-doa Haji dan Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Panduan Penting untuk Jamaah
Doa-doa Haji dan Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Panduan Penting untuk Jamaah
Doa dan Niat
Apa Itu Hari Tasyrik? Ini Tanggal dan Larangan Puasa dalam Islam
Apa Itu Hari Tasyrik? Ini Tanggal dan Larangan Puasa dalam Islam
Aktual
Strategi RI Jamin Keselamatan Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timteng
Strategi RI Jamin Keselamatan Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timteng
Aktual
Doa Puasa Syawal 6 Hari, Niat, dan Keutamaannya Lengkap dengan Dalil
Doa Puasa Syawal 6 Hari, Niat, dan Keutamaannya Lengkap dengan Dalil
Doa dan Niat
Haji 2026, Menhaj Libatkan KPK hingga Polisi Awasi Dana Rp 18 Triliun
Haji 2026, Menhaj Libatkan KPK hingga Polisi Awasi Dana Rp 18 Triliun
Aktual
Puasa Syawal Setara Pahala Setahun, Ini Cara dan Waktu Terbaiknya
Puasa Syawal Setara Pahala Setahun, Ini Cara dan Waktu Terbaiknya
Aktual
Gus Yahya Bawa Pesan Kiai Sepuh: Muktamar NU Diusulkan Digelar di Pesantren Lirboyo
Gus Yahya Bawa Pesan Kiai Sepuh: Muktamar NU Diusulkan Digelar di Pesantren Lirboyo
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com