Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu Anjlok hingga Nol Derajat, Gelombang Dingin Menguat di Arab Saudi

Kompas.com, 5 Januari 2026, 08:40 WIB
Khairina

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com-Gelombang udara dingin melanda sejumlah wilayah Arab Saudi dan menyebabkan suhu udara turun hingga nol derajat Celsius di beberapa kota, menurut laporan Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, Minggu (4/1/2026).

Dilansir dari Gulf News, Pusat Meteorologi Nasional menyatakan gelombang dingin tersebut disertai angin aktif dan diperkirakan masih akan bertahan di berbagai wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Penurunan suhu dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Makkah, Madinah, Tabuk, Al Jouf, Wilayah Perbatasan Utara, Hail, Al Qassim, Riyadh, serta Provinsi Timur.

Baca juga: Gelombang Dingin dan Al-Azeerq Melanda Arab Saudi, Warga Diminta Waspada

Otoritas meteorologi mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi kondisi cuaca yang lebih dingin, terutama pada malam dan dini hari.

Wilayah barat laut Tabuk mengalami penurunan suhu yang cukup tajam sejak Minggu dini hari, khususnya di daerah terbuka dan kawasan dataran tinggi.

Embun beku terpantau terbentuk di sejumlah lokasi terbuka seiring berlanjutnya dampak gelombang dingin di wilayah utara Arab Saudi.

Prakirawan cuaca memperkirakan suhu di Tabuk masih berpotensi turun lebih lanjut dan disertai angin kencang yang dapat meningkatkan rasa dingin.

Kondisi cuaca dingin diprediksi tetap berlangsung di wilayah terdampak selama beberapa hari mendatang.

Baca juga: Gelombang Udara Dingin Landa Arab Saudi, Suhu Turun hingga Minus 1 Derajat

Kota dengan Suhu Terendah

Pusat Meteorologi Nasional mencatat beberapa kota mencatat suhu terendah di Arab Saudi pada Minggu.

Kota Arar, Qurayyat, dan Turaif masing-masing mencatat suhu nol derajat Celsius dan menjadi wilayah terdingin secara nasional.

Sementara itu, suhu udara di Rafha tercatat mencapai tiga derajat Celsius, sedangkan Sakaka mencatat empat derajat Celsius.

Kedua wilayah tersebut termasuk daerah dengan suhu terendah selama periode gelombang udara dingin yang sedang berlangsung.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah utara, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca dingin.

Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi aktivitas di luar ruangan pada pagi dan malam hari, seiring suhu rendah dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com