Editor
KOMPAS.com - Jawa Tengah menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan daftar tunggu haji terbanyak di Indonesia, tepat di bawah Jawa Timur.
Data terkini mencatat jumlah calon jemaah haji asal Jawa Tengah yang masuk daftar tunggu mencapai sekitar 911.000 orang.
Angka tersebut menempatkan Jawa Tengah di atas Jawa Barat yang memiliki sekitar 700.000 calon jemaah.
Sementara Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan antrean haji tertinggi secara nasional, dengan jumlah daftar tunggu mencapai kurang lebih 1,2 juta jemaah.
Baca juga: Petugas Haji 2026 Jalani Pelatihan Baris-Berbaris, Dibentuk Jadi Tim Solid Pelayan Jamaah
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, mengatakan panjangnya daftar tunggu ini berdampak langsung pada masa tunggu keberangkatan haji.
Calon jemaah yang mendaftar pada tahun ini diperkirakan baru dapat berangkat ke Tanah Suci sekitar 26 tahun mendatang.
“Jawa Tengah itu sekarang yang antre waiting list mencapai 911.000 orang yang sudah daftar. Jawa Tengah menjadi waiting list terbanyak kedua setelah Jawa Timur,” ujar Fitriyanto, Selasa (13/1/2026).
Tingginya jumlah antrean tersebut menjadi dasar penambahan kuota haji untuk Jawa Tengah pada 2026.
Tahun ini, sebanyak 34.122 calon jemaah haji asal Jawa Tengah dijadwalkan berangkat, dengan kloter pertama direncanakan pada April 2026.
Fitriyanto menjelaskan, penentuan kuota haji kini tidak lagi mengacu pada jumlah penduduk muslim, melainkan berdasarkan besarnya daftar tunggu di masing-masing provinsi.
Kebijakan baru ini juga bertujuan menyamakan masa tunggu keberangkatan haji di seluruh daerah.
“Sekarang penentuan kuota tidak lagi berdasarkan jumlah penduduk muslim, tapi berdasarkan jumlah waiting list di masing-masing provinsi. Jadi daftar haji di mana pun, masa tunggunya 26 tahun sekarang,” jelasnya.
Ia menambahkan, jemaah Jawa Tengah yang berangkat pada 2026 mayoritas merupakan pendaftar tahun 2013, dengan masa tunggu sekitar 12 hingga 13 tahun.
Namun, bagi pendaftar baru, masa tunggu diperkirakan akan semakin panjang seiring meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun.
Secara nasional, posisi Jawa Tengah sebagai provinsi dengan daftar tunggu haji terbanyak kedua menegaskan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus menjadi tantangan dalam pengelolaan kuota dan masa tunggu keberangkatan ke depan.
Secara nasional, Jawa Timur masih menempati posisi teratas dengan daftar tunggu lebih dari 1,2 juta calon jemaah, bahkan masa tunggunya telah mencapai 34 tahun.
Baca juga: Menhaj Kenang Pengalaman Bersihkan Toilet Saat Haji, Pesan Rendah Hati bagi Petugas
Menanggapi antrean yang kian panjang itu, Kanwil Kemenag Jawa Timur mengusulkan agar pendaftaran haji dapat dilakukan sejak usia 0 tahun, serta tetap memprioritaskan calon jemaah lanjut usia.
Kanwil Kemenag Jatim juga menegaskan bahwa calon haji berusia 65 tahun ke atas tetap didahulukan keberangkatannya, meskipun masa pendaftarannya relatif baru.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi jemaah lansia di tengah panjangnya antrean haji nasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang