JAKARTA, KOMPAS.com- Sekitar 1.600 petugas haji 2026 digembleng dengan pelatihan bahasa Arab sebelum melayani jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Materi bahasa Arab bakal diberikan selama 20 hari mulai 10 Januari 2026 hingga 30 Januari 2026 dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Ichsan Marsha mengungkapkan, pendidikan bahasa Arab menjadi bekal bagi petugas haji untuk berkomunikasi saat menjalankan tugas.
"Karena petugas nantinya akan berada di Arab Saudi. Jadi setidaknya mereka memahami bahasa dan komunikasi dasar di sana," kata Ichsan di Asrama Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Petugas Haji 2026 Jalani Pelatihan Baris-Berbaris, Dibentuk Jadi Tim Solid Pelayan Jamaah
Kementerian Haji dan Umrah menggandeng fasilitator dari Yayasan Tayah Bhakti Bangsa bekerja sama dengan LPK Al Hikmah untuk memberikan materi bagi calon petugas.
Salah satu peserta PPIH Arab Saudi 2026 Emi Puspitawati mengungkapkan, pelatihan bahasa Arab mampu menambah kepercayaan diri petugas haji.
Apalagi, ada sejumlah petugas haji yang sebelumnya memang belum pernah mendapatkan pendidikan bahasa Arab.
Baca juga: Menhaj Kerahkan 531 Petugas Perempuan untuk Haji 2026
"Banyak manfaat yang kami rasakan. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang diterapkan di sana kita harus punya bekal itu," katanya.
Adapun pemberian materi berupa kelas besar dan pengelompokan kelas kecil berdasarkan kemampuan berbahasa Arab masing-masing petugas haji.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang