Penulis
KOMPAS.com - Pernikahan dalam Islam bukan hanya ikatan lahiriah, tetapi juga perjanjian suci (mitsaqan ghalizha) yang mengandung hak dan kewajiban bagi suami maupun istri. Memahami tanggung jawab masing-masing menjadi kunci terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Islam mengajarkan keseimbangan peran antara suami dan istri agar tidak terjadi kezaliman atau ketimpangan dalam kehidupan rumah tangga. Suami dan istri harus saling melengkapi dan bekerjasama menciptakan keharmonisan.
Untuk dapat menciptakan keluarga yang harmonis, berikut enam tanggung jawab utama suami dan istri dalam Islam yang wajib dipahami setiap Muslim.
Baca juga: Peran Suami dalam Islam: Tanggung Jawab dan Kepemimpinan Keluarga
Suami memiliki peran sebagai pemimpin dalam keluarga (qawwam). Kepemimpinan ini bukan bentuk kekuasaan mutlak, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Suami wajib memenuhi kebutuhan dasar istri, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, serta kebutuhan batin. Nafkah diberikan sesuai kemampuan, tanpa memberatkan atau menelantarkan.
وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ
Artinya: "Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf" (Q.S. Al Baqarah: 233).
Tanggung jawab suami tidak hanya bersifat materi, tetapi juga spiritual. Suami berkewajiban membimbing istri dalam ketaatan kepada Allah, mengajarkan agama, serta melindungi kehormatan dan keselamatan keluarganya.
Baca juga: Suami Nikah Siri Tanpa Izin Istri Sah, Ini Hukum, Ancaman Pidana, dan Langkah Istri
Islam menekankan pentingnya akhlak mulia dalam rumah tangga. Suami harus bersikap lembut, adil, penuh kasih sayang, dan tidak menyakiti istri baik secara fisik maupun verbal.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik terhadap keluargaku" (H.R. At Tirmidzi).
Istri memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan mendukung kepemimpinan suami selama berada dalam koridor syariat.
Ketaatan istri kepada suami berlaku selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ketaatan ini menjadi pondasi keharmonisan dan stabilitas keluarga.
"Jika seorang wanita salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki." (H.R. Ath Thabrani)
Baca juga: Inspirasi Istri-istri Rasulullah SAW untuk Muslimah Produktif Masa Kini
Istri bertanggung jawab menjaga kehormatan diri, harta suami, serta rahasia keluarga. Termasuk di dalamnya mengelola rumah tangga dengan baik dan penuh tanggung jawab.
"Sungguh, seburuk-buruk manusia pada hari kiamat adalah laki-laki yang menyebar rahasia istrinya, dan sebaliknya." (H.R. Muslim)
Istri diharapkan menjadi sumber ketenangan (sakinah) bagi suami. Dukungan moral, doa, serta sikap saling memahami sangat berperan dalam menghadapi ujian kehidupan bersama.
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ
Artinya: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik simpanan seorang lelaki, yaitu istri salehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (H.R. Abu Daud).
Baca juga: Zina dengan Istri Orang dalam Pandangan Islam
Tanggung jawab suami-istri dalam Islam bersifat saling melengkapi, bukan saling menuntut. Ketika suami menjalankan kewajibannya dengan penuh amanah dan istri menunaikan perannya dengan ikhlas, maka rumah tangga akan dipenuhi keberkahan.
Memahami dan mengamalkan hak serta kewajiban ini menjadi langkah penting bagi setiap Muslim untuk membangun keluarga yang harmonis, kuat secara spiritual, dan kokoh menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang