Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Begini Cara Persiapan Ramadan yang Tepat

Kompas.com, 19 Januari 2026, 10:37 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki pertengahan Januari 2026, suasana menyambut Ramadan mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat Muslim.

Pertanyaan tentang “puasa tinggal berapa hari lagi?” menjadi semakin relevan, terutama bagi mereka yang ingin mempersiapkan ibadah secara matang.

Jika perhitungan dimulai dari 19 Januari 2026, maka jarak menuju awal Ramadan berada pada kisaran 30 hingga 31 hari.

Artinya, umat Islam memiliki waktu kurang dari lima pekan untuk memantapkan kesiapan spiritual, fisik, dan sosial sebelum memasuki bulan suci.

Hitung Mundur Puasa 2026 Versi Pemerintah dan NU

Pemerintah Indonesia bersama Nahdlatul Ulama menggunakan pendekatan rukyat dan hisab imkanur rukyat dalam penetapan awal Ramadan.

Berdasarkan kalender hisab awal, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika dihitung dari 19 Januari 2026, maka jarak menuju hari pertama puasa adalah sekitar 31 hari.

Meski demikian, kepastian resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada akhir Syaban dengan mempertimbangkan laporan pengamatan hilal dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam buku Ilmu Falak Kontemporer karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa rukyat tidak hanya berfungsi sebagai konfirmasi astronomis, tetapi juga sebagai mekanisme syariat yang menegaskan dimensi kehati-hatian dalam penetapan waktu ibadah.

Baca juga: Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur dan Persiapan Menyambut Ramadhan 1447 H

Hitung Mundur Puasa 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan titik awal perhitungan dari 19 Januari 2026, maka jarak menuju Ramadan versi Muhammadiyah adalah sekitar 30 hari.

Metode ini memberikan kepastian kalender sejak jauh hari sehingga memudahkan umat dalam menyusun agenda ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Dalam buku Pedoman Hisab Muhammadiyah dijelaskan bahwa pendekatan hisab modern mengacu pada data astronomi yang presisi dan dapat diprediksi secara konsisten dari tahun ke tahun.

Ramadan Semakin Dekat, Mengapa Persiapan Tidak Bisa Ditunda?

Ramadan bukan hanya momentum ritual, tetapi juga fase pembentukan karakter spiritual. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa puasa adalah sarana penyucian jiwa yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Ketika Ramadan datang tanpa persiapan, ibadah sering kali hanya berhenti pada aspek formal. Sebaliknya, persiapan yang dilakukan sejak jauh hari membantu seseorang memasuki Ramadan dengan kondisi mental yang stabil, niat yang lurus, dan tujuan ibadah yang jelas.

Persiapan Ibadah Menyambut Puasa 2026

Persiapan ibadah menjadi fondasi utama dalam menyambut Ramadan. Salah satu langkah awal yang perlu diperhatikan adalah menyelesaikan utang puasa Ramadan sebelumnya.

Dalam Fiqih Islam karya Wahbah Az-Zuhaily dijelaskan bahwa qadha puasa wajib didahulukan sebelum datang Ramadan berikutnya agar kewajiban ibadah tidak tertunda.

Selain itu, membiasakan puasa sunnah di bulan Syaban menjadi bentuk adaptasi spiritual dan fisik.

Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini sebagai latihan sebelum Ramadan.

Meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dari persiapan. Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, sehingga membangun kebiasaan tilawah sejak Januari dapat membantu menjaga konsistensi ibadah saat memasuki bulan suci.

Persiapan ilmu pun tidak kalah penting. Memahami kembali hukum puasa, adab sahur dan berbuka, serta ketentuan zakat fitrah membantu umat menjalankan ibadah secara lebih tertib dan sesuai tuntunan syariat.

Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah menegaskan bahwa kualitas ibadah sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap hukum-hukum dasar yang menyertainya.

Baca juga: Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan

Persiapan Fisik agar Puasa Lebih Optimal

Puasa Ramadan menuntut daya tahan tubuh yang stabil. Adaptasi pola hidup sejak sebulan sebelum Ramadan menjadi langkah strategis agar tubuh tidak mengalami perubahan ekstrem.

Pengaturan pola makan dengan mengurangi konsumsi gula berlebihan, makanan instan, serta minuman berkafein dianjurkan agar metabolisme tubuh lebih seimbang.

Dalam buku Nilai Kesehatan dalam Syariat Islam karya Ahmad Syauqi Al-Fanjari disebutkan bahwa puasa yang didukung pola makan sehat mampu meningkatkan fungsi organ pencernaan dan menjaga kestabilan energi tubuh.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dan peregangan juga membantu menjaga kebugaran.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit kronis, menjadi bagian penting dari persiapan Ramadan yang bertanggung jawab.

Persiapan Sosial dan Keuangan Menyambut Ramadan

Ramadan selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas sosial dan konsumsi rumah tangga. Karena itu, perencanaan keuangan sejak Januari menjadi langkah preventif agar pengeluaran tetap terkendali.

Dalam buku Pemikiran Ekonomi Islam karya Muhammad Syafi’i Antonio dijelaskan bahwa anggaran Ramadan sebaiknya mencakup kebutuhan pangan, zakat fitrah, infak, sedekah, serta persiapan Idul Fitri agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi menjelang akhir bulan.

Selain aspek finansial, Ramadan juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial. Program berbagi takjil, santunan dhuafa, dan kegiatan masjid dapat direncanakan lebih awal agar pelaksanaannya lebih terorganisir dan tepat sasaran.

Koordinasi keluarga pun penting dilakukan sejak dini, mulai dari pembagian peran saat sahur dan berbuka hingga perencanaan mudik Lebaran. Persiapan ini membantu menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib dan harmonis.

Baca juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari

Menyambut Ramadan dengan Kesadaran dan Perencanaan

Dengan hitung mundur yang semakin singkat, Ramadan 2026 bukan lagi sekadar agenda tahunan, melainkan momentum besar yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.

Perbedaan penetapan tanggal antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah merupakan bagian dari dinamika fiqh yang telah berlangsung lama dan patut disikapi dengan sikap saling menghormati.

Yang terpenting, esensi Ramadan terletak pada kualitas persiapan dan kesungguhan menjalani ibadah.

Seperti ditegaskan dalam kitab Tarbiyah Ruhiyah karya Yusuf Al-Qaradawi, Ramadan adalah madrasah spiritual yang hanya dapat memberikan hasil maksimal bagi mereka yang datang dengan kesiapan hati, tubuh, dan niat yang matang.

Dengan sisa waktu sekitar satu bulan, inilah saat yang tepat untuk mulai menata diri, memperbaiki kebiasaan, serta memperkuat komitmen ibadah.

Ramadan tidak datang untuk dihadapi secara spontan, tetapi untuk disambut dengan perencanaan yang sadar dan penuh makna.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Dana Operasional Haji 2026 Kemenhaj Rp 18,2 Triliun, Untuk Apa Saja?
Dana Operasional Haji 2026 Kemenhaj Rp 18,2 Triliun, Untuk Apa Saja?
Aktual
Ramadhan 2026: Zakat di Bulan Ramadhan dan Cara Sedekah yang Benar
Ramadhan 2026: Zakat di Bulan Ramadhan dan Cara Sedekah yang Benar
Aktual
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Begini Cara Persiapan Ramadan yang Tepat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Begini Cara Persiapan Ramadan yang Tepat
Aktual
Kalender Februari 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Kalender Februari 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Ali bin Abi Thalib: Khalifah Di Tengah Umat yang Terpecah
Ali bin Abi Thalib: Khalifah Di Tengah Umat yang Terpecah
Doa dan Niat
Daftar Masalah Haji dan Cara Kemenhaj Menanganinya, dari Gagal Berangkat hingga Layanan Tak Sesuai
Daftar Masalah Haji dan Cara Kemenhaj Menanganinya, dari Gagal Berangkat hingga Layanan Tak Sesuai
Aktual
Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur dan Persiapan Menyambut Ramadhan 1447 H
Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur dan Persiapan Menyambut Ramadhan 1447 H
Aktual
Kapan Waktu Shalat Dhuha: Awal, Akhir, dan Jam Terbaiknya
Kapan Waktu Shalat Dhuha: Awal, Akhir, dan Jam Terbaiknya
Doa dan Niat
Doa Awal Bulan Sya'ban Sesuai Sunnah Nabi Lengkap dengan Artinya
Doa Awal Bulan Sya'ban Sesuai Sunnah Nabi Lengkap dengan Artinya
Doa dan Niat
Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari
Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari
Aktual
Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun KIP Kuliah 2026 untuk PTKN, Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing
Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun KIP Kuliah 2026 untuk PTKN, Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan
Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan
Aktual
Doa untuk Ferry Irawan Korban ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit, Semoga Diselamatkan Allah
Doa untuk Ferry Irawan Korban ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit, Semoga Diselamatkan Allah
Aktual
Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir
Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir
Aktual
Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?
Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com