KOMPAS.com-Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023–2024, Alissa Wahid, meminta petugas haji 2026 memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, terutama lansia dan perempuan.
“Perjalanan haji adalah impian setiap Muslim. Berikanlah pengalaman terbaik bagi jemaah lansia. Mungkin ini adalah perjalanan terakhirnya,” ujar Alissa saat memberikan materi kepada petugas haji 2026, Selasa (20/1/2026).
Alissa menegaskan bahwa pelayanan kepada jamaah tidak boleh terbatas pada aspek fisik semata, tetapi juga harus menyentuh sisi emosional dan psikologis, khususnya bagi jamaah lansia dan perempuan.
Baca juga: Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Penekanan tersebut sejalan dengan tema besar penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang diusung Kementerian Haji dan Umrah, yakni Haji Ramah Lansia dan Perempuan.
Menurut Alissa, jamaah lansia menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan ibadah haji, terutama terkait penurunan kapasitas fisik seperti pendengaran, penglihatan, serta daya tahan tubuh.
Selain itu, lansia juga menghadapi tantangan dari sisi mental, mulai dari berkurangnya daya pemahaman, risiko demensia, hingga kondisi psikologis yang lebih mudah tertekan.
Perubahan konteks kehidupan turut menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah lansia, seperti menurunnya produktivitas, hilangnya status sosial, serta rasa kesepian.
Baca juga: Warga Padang Berjalan Kaki ke Makkah demi Haji, Kemenhaj Beri Penjelasan
Alissa menambahkan bahwa tantangan lain muncul ketika jemaah lansia harus berhadapan dengan lingkungan baru di Arab Saudi, seperti pengalaman pertama ke luar negeri, pertama kali naik pesawat, perbedaan bahasa, lingkungan yang asing, hingga kesenjangan teknologi.
“Kondisi ini menuntut petugas haji memiliki ketahanan mental yang baik dalam menghadapi dinamika jemaah lansia,” kata Alissa.
Ia menekankan bahwa petugas haji harus melayani dengan sikap sabar, penuh sukacita, waspada, serta proaktif dalam membantu kebutuhan jemaah.
Selain jamaah lansia, Alissa juga menyoroti tantangan yang dihadapi jamaah haji perempuan Indonesia, antara lain terkait siklus reproduksi, kebutuhan perlengkapan khusus, fasilitas penunjang, serta pendampingan dalam pelaksanaan ibadah.
Alissa berharap peningkatan jumlah petugas haji perempuan pada 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah dan responsif terhadap kebutuhan jemaah perempuan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang