Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam

Kompas.com, 22 Januari 2026, 10:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki posisi sentral dalam kehidupan spiritual umat Muslim.

Kewajiban ini tidak langsung disyariatkan sejak awal kenabian, melainkan turun ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah hijrah ke Madinah.

Pertanyaan yang kerap muncul kemudian adalah berapa kali Rasulullah SAW menjalani ibadah puasa Ramadhan sepanjang hidupnya?

Jawaban atas pertanyaan ini dapat ditelusuri melalui catatan sejarah Islam klasik yang merekam fase-fase akhir kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Awal Disyariatkannya Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan mulai diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Peristiwa ini terjadi sekitar 18 bulan setelah Rasulullah SAW menetap di Madinah.

Ketetapan tersebut ditandai dengan turunnya Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjadi dasar hukum puasa bagi umat Islam. Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dalam buku Fiqh Sirah Nabawiyah karya Syaikh Muhammad Al-Ghazali dijelaskan bahwa puasa Ramadhan menjadi bagian dari proses pembinaan spiritual umat Islam Madinah, setelah fondasi akidah dan persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar mulai terbentuk kuat.

Baca juga: Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

Rasulullah SAW Menjalani Puasa Ramadhan Selama Sembilan Kali

Berdasarkan riwayat sejarah, Rasulullah SAW menjalani puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali.

Hal ini karena beliau wafat pada tahun ke-11 Hijriah, sementara kewajiban puasa dimulai sejak tahun ke-2 Hijriah.

Dalam Ensiklopedia Sejarah Nabi Muhammad karya Mahdi Rizqullah Ahmad disebutkan bahwa sejak Ramadhan pertama di Madinah hingga Ramadhan terakhir sebelum wafat, Rasulullah SAW menjalani ibadah puasa selama sembilan tahun berturut-turut.

Dari sembilan kali Ramadhan tersebut, delapan kali berlangsung selama 29 hari dan satu kali berlangsung selama 30 hari.

Perbedaan ini berkaitan dengan sistem kalender Qamariyah yang bergantung pada peredaran bulan, sehingga jumlah hari dalam satu bulan bisa berbeda.

Aktivitas Ibadah Rasulullah SAW di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan tidak hanya diisi Rasulullah SAW dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dengan peningkatan kualitas ibadah secara menyeluruh, baik personal maupun sosial.

Dalam buku Ensiklopedia Peradaban Islam: Makkah dan Madinah dijelaskan bahwa setiap malam di bulan Ramadhan, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW untuk melakukan tadarus Al-Qur’an bersama. Tradisi ini dikenal sebagai mu’aradhah, yaitu saling memperdengarkan bacaan Al-Qur’an.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan merupakan bulan penguatan hubungan antara wahyu dan Rasulullah SAW, sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an.

Selain itu, Rasulullah SAW juga dikenal memperbanyak sedekah. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa kedermawanan Nabi mencapai puncaknya saat Ramadhan, bahkan diibaratkan lebih cepat dari hembusan angin dalam memberi bantuan kepada orang lain.

Baca juga: Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya

Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan Menurut Rasulullah SAW

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan adalah umrah. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.”

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kesetaraan ini bukan dalam aspek kewajiban, melainkan dalam besarnya pahala yang Allah berikan kepada orang yang melaksanakannya dengan ikhlas.

Tingkatan Puasa dalam Perspektif Ulama

Para ulama membagi puasa ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan kualitas spiritualnya. Pembagian ini banyak dikutip dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

Tingkatan pertama adalah puasa orang awam, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Tingkatan kedua adalah puasa khawas, yaitu menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat, termasuk lisan, pendengaran, dan pandangan.

Adapun tingkatan tertinggi adalah puasa khawasul khawas, yaitu puasa hati dari segala bentuk ketergantungan duniawi dan memusatkan kesadaran sepenuhnya kepada Allah SWT.

Konsep ini sejalan dengan hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana Allah SWT berfirman:

“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Baca juga: Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan

Teladan Rasulullah SAW dalam Menjalani Ramadhan

Dari catatan sejarah tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rasulullah SAW menjalani sembilan kali Ramadhan dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan ibadah, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Ramadhan bagi Nabi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pembinaan umat, penguatan spiritual, dan peneguhan nilai kemanusiaan.

Teladan ini menjadi rujukan utama bagi umat Islam dalam menghidupkan Ramadhan, bukan hanya melalui puasa fisik, tetapi juga melalui puasa akhlak dan pengendalian diri secara menyeluruh.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Aktual
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Doa dan Niat
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com