KOMPAS.com - Memasuki awal tahun 2026, umat Islam mulai bersiap menyambut bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari.
Selain persiapan ibadah, satu hal yang juga banyak ditunggu keluarga adalah jadwal libur sekolah.
Momentum Ramadan kerap dimanfaatkan untuk mudik, silaturahmi, liburan keluarga, hingga memperkuat pendidikan spiritual anak.
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, pemerintah daerah telah menyusun kalender akademik yang memuat perkiraan libur awal Ramadan hingga libur Hari Raya Idul Fitri.
Meski penetapan awal Ramadan masih menunggu sidang isbat Kementerian Agama, kalender pendidikan ini menjadi rujukan penting bagi orang tua dan sekolah dalam merancang kegiatan belajar.
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter dan disiplin spiritual. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân… (QS. Al-Baqarah: 185)
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil…”
Ayat ini menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan ruhani. Dalam konteks anak sekolah, masa libur Ramadan dapat dimanfaatkan untuk membentuk kebiasaan ibadah sejak dini.
Menurut buku Pendidikan Karakter karya Abdul Majid dan Dian Andayani, pembiasaan ibadah sejak usia sekolah akan membentuk karakter religius, disiplin, serta tanggung jawab sosial.
Karena itu, libur Ramadan seharusnya tidak sekadar menjadi waktu istirahat, tetapi juga ruang pembelajaran nonformal dalam keluarga.
Baca juga: Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Ramadhan? Ini Perkiraannya
Mengacu pada kalender pendidikan DKI Jakarta, libur awal Ramadan diproyeksikan berlangsung di awal bulan puasa.
Jika awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka jadwal libur awal Ramadan diperkirakan sebagai berikut:
Libur sehari sebelum Ramadan yang berfungsi sebagai masa transisi bagi siswa untuk menyesuaikan ritme aktivitas puasa.
Libur dua hari pertama Ramadan yang memberikan kesempatan anak beradaptasi dengan pola makan sahur, jadwal shalat tarawih, dan aktivitas ibadah lainnya.
Menariknya, periode ini berdekatan dengan libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Kombinasi libur nasional dan libur awal Ramadan ini berpotensi menciptakan jeda panjang yang ideal untuk perjalanan keluarga atau mudik lebih awal.
Libur awal Ramadan ini berlaku lintas jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan sederajat, meskipun pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.
Pemberian libur di awal Ramadan bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah dan sekolah mempertimbangkan faktor fisiologis dan psikologis siswa.
Beberapa tujuan utama libur awal Ramadan antara lain:
Dalam buku Psikologi Islam karya Muhammad Utsman Najati dijelaskan bahwa perubahan pola biologis seperti puasa memerlukan masa adaptasi agar konsentrasi belajar tetap terjaga. Karena itu, libur awal Ramadan dinilai relevan secara pedagogis.
Selain libur awal Ramadan, masyarakat juga menanti libur panjang Idul Fitri yang identik dengan tradisi mudik dan silaturahmi.
Berdasarkan kalender akademik DKI Jakarta, libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan berlangsung selama sekitar 12 hari, yaitu:
Baca juga: Awal Ramadhan 2026: Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Diperkirakan mulai Senin, 16 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026.
Sementara itu, Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama memproyeksikan:
Dengan asumsi Ramadan berlangsung selama 30 hari, maka puasa diperkirakan berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026.
Namun, perlu ditegaskan bahwa tanggal resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kemenag berdasarkan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Penentuan awal Ramadan menjadi faktor penting dalam penyesuaian kalender akademik. Pemerintah menggunakan mekanisme rukyatul hilal dan sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli falak, dan perwakilan ormas Islam.
Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia menggabungkan metode astronomi modern dengan pengamatan langsung, sehingga hasilnya memiliki legitimasi ilmiah dan syar’i.
Karena itu, sekolah biasanya bersiap dengan dua skenario kalender agar tidak terjadi benturan jadwal pembelajaran.
Libur Ramadan bukan hanya tentang waktu luang. Orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan aktivitas anak agar tetap produktif dan bernilai ibadah.
Beberapa aktivitas yang direkomendasikan antara lain:
Dalam perspektif Islam, pendidikan keluarga menjadi fondasi utama pembentukan karakter. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, termasuk bagaimana memanfaatkan waktu libur Ramadan, sangat menentukan arah perkembangan spiritual anak.
Baca juga: Persiapan Ramadhan dari Rumah hingga Hati, Sudahkah Anda Siap?
Perkiraan jadwal libur sekolah Ramadan 2026 memberikan peluang bagi keluarga untuk menyusun agenda yang seimbang antara ibadah, pendidikan, dan rekreasi.
Dengan perencanaan matang, Ramadan tidak hanya menjadi bulan puasa, tetapi juga momentum membangun kebiasaan baik yang bertahan hingga bulan-bulan berikutnya.
Ramadan memang hanya berlangsung satu bulan, tetapi nilai dan pembelajarannya dapat membekas seumur hidup, terutama bagi generasi muda yang tengah membangun fondasi karakter.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang