Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Puasa 2026 Dimulai? Ini Prediksi Libur Sekolah dan Idul Fitri

Kompas.com, 26 Januari 2026, 10:22 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki awal tahun 2026, umat Islam mulai bersiap menyambut bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari.

Selain persiapan ibadah, satu hal yang juga banyak ditunggu keluarga adalah jadwal libur sekolah.

Momentum Ramadan kerap dimanfaatkan untuk mudik, silaturahmi, liburan keluarga, hingga memperkuat pendidikan spiritual anak.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, pemerintah daerah telah menyusun kalender akademik yang memuat perkiraan libur awal Ramadan hingga libur Hari Raya Idul Fitri.

Meski penetapan awal Ramadan masih menunggu sidang isbat Kementerian Agama, kalender pendidikan ini menjadi rujukan penting bagi orang tua dan sekolah dalam merancang kegiatan belajar.

Ramadan sebagai Momentum Pendidikan Spiritual Anak

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter dan disiplin spiritual. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân… (QS. Al-Baqarah: 185)

Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil…”

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan ruhani. Dalam konteks anak sekolah, masa libur Ramadan dapat dimanfaatkan untuk membentuk kebiasaan ibadah sejak dini.

Menurut buku Pendidikan Karakter karya Abdul Majid dan Dian Andayani, pembiasaan ibadah sejak usia sekolah akan membentuk karakter religius, disiplin, serta tanggung jawab sosial.

Karena itu, libur Ramadan seharusnya tidak sekadar menjadi waktu istirahat, tetapi juga ruang pembelajaran nonformal dalam keluarga.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Ramadhan? Ini Perkiraannya

Perkiraan Libur Awal Ramadan 2026

Mengacu pada kalender pendidikan DKI Jakarta, libur awal Ramadan diproyeksikan berlangsung di awal bulan puasa.

Jika awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka jadwal libur awal Ramadan diperkirakan sebagai berikut:

1. Rabu, 18 Februari 2026

Libur sehari sebelum Ramadan yang berfungsi sebagai masa transisi bagi siswa untuk menyesuaikan ritme aktivitas puasa.

2. Kamis–Jumat, 19–20 Februari 2026

Libur dua hari pertama Ramadan yang memberikan kesempatan anak beradaptasi dengan pola makan sahur, jadwal shalat tarawih, dan aktivitas ibadah lainnya.

Menariknya, periode ini berdekatan dengan libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kombinasi libur nasional dan libur awal Ramadan ini berpotensi menciptakan jeda panjang yang ideal untuk perjalanan keluarga atau mudik lebih awal.

Libur awal Ramadan ini berlaku lintas jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan sederajat, meskipun pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.

Tujuan Libur Awal Ramadan bagi Siswa

Pemberian libur di awal Ramadan bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah dan sekolah mempertimbangkan faktor fisiologis dan psikologis siswa.

Beberapa tujuan utama libur awal Ramadan antara lain:

  • Membantu siswa beradaptasi dengan perubahan pola tidur dan makan
  • Memberi ruang untuk menyesuaikan stamina tubuh di hari-hari awal puasa
  • Mengurangi beban akademik pada fase transisi ibadah
  • Memberikan waktu bagi keluarga membangun suasana religius di rumah

Dalam buku Psikologi Islam karya Muhammad Utsman Najati dijelaskan bahwa perubahan pola biologis seperti puasa memerlukan masa adaptasi agar konsentrasi belajar tetap terjaga. Karena itu, libur awal Ramadan dinilai relevan secara pedagogis.

Perkiraan Libur Idul Fitri 2026

Selain libur awal Ramadan, masyarakat juga menanti libur panjang Idul Fitri yang identik dengan tradisi mudik dan silaturahmi.

Berdasarkan kalender akademik DKI Jakarta, libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan berlangsung selama sekitar 12 hari, yaitu:

Baca juga: Awal Ramadhan 2026: Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Periode Libur Idul Fitri

Diperkirakan mulai Senin, 16 Maret 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026.

Sementara itu, Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama memproyeksikan:

  • 1 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Februari 2026
  • Idul Fitri 1447 H: Sabtu atau Minggu, 21–22 Maret 2026

Dengan asumsi Ramadan berlangsung selama 30 hari, maka puasa diperkirakan berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun, perlu ditegaskan bahwa tanggal resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kemenag berdasarkan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Penetapan Awal Ramadan yang Berpengaruh pada Libur Sekolah

Penentuan awal Ramadan menjadi faktor penting dalam penyesuaian kalender akademik. Pemerintah menggunakan mekanisme rukyatul hilal dan sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli falak, dan perwakilan ormas Islam.

Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia menggabungkan metode astronomi modern dengan pengamatan langsung, sehingga hasilnya memiliki legitimasi ilmiah dan syar’i.

Karena itu, sekolah biasanya bersiap dengan dua skenario kalender agar tidak terjadi benturan jadwal pembelajaran.

Strategi Orang Tua Memanfaatkan Libur Ramadan

Libur Ramadan bukan hanya tentang waktu luang. Orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan aktivitas anak agar tetap produktif dan bernilai ibadah.

Beberapa aktivitas yang direkomendasikan antara lain:

  • Membiasakan anak mengikuti shalat berjamaah dan tarawih
  • Mengajak anak tadarus Al-Qur’an secara rutin
  • Mengatur jadwal belajar ringan di pagi hari
  • Mengajak anak mengikuti kegiatan sosial seperti berbagi takjil
  • Membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu ibadah

Dalam perspektif Islam, pendidikan keluarga menjadi fondasi utama pembentukan karakter. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, termasuk bagaimana memanfaatkan waktu libur Ramadan, sangat menentukan arah perkembangan spiritual anak.

Baca juga: Persiapan Ramadhan dari Rumah hingga Hati, Sudahkah Anda Siap?

Menyambut Ramadan dengan Perencanaan Matang

Perkiraan jadwal libur sekolah Ramadan 2026 memberikan peluang bagi keluarga untuk menyusun agenda yang seimbang antara ibadah, pendidikan, dan rekreasi.

Dengan perencanaan matang, Ramadan tidak hanya menjadi bulan puasa, tetapi juga momentum membangun kebiasaan baik yang bertahan hingga bulan-bulan berikutnya.

Ramadan memang hanya berlangsung satu bulan, tetapi nilai dan pembelajarannya dapat membekas seumur hidup, terutama bagi generasi muda yang tengah membangun fondasi karakter.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Doa dan Niat
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Aktual
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Aktual
Niat Sahur Puasa yang Sahih: Bacaan, Waktu Terbaik, dan Tata Caranya Sesuai Hadis
Niat Sahur Puasa yang Sahih: Bacaan, Waktu Terbaik, dan Tata Caranya Sesuai Hadis
Doa dan Niat
Bacaan Dzikir dan Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Artinya
Bacaan Dzikir dan Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Artinya
Aktual
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Arab, Arti, dan Waktu Membacanya Menurut Ulama
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Arab, Arti, dan Waktu Membacanya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Kapan Puasa 2026 Dimulai? Ini Prediksi Libur Sekolah dan Idul Fitri
Kapan Puasa 2026 Dimulai? Ini Prediksi Libur Sekolah dan Idul Fitri
Aktual
Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah
Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah
Aktual
Rektor UIN Palu Datangi Sekolah, 2.200 Mahasiswa Bisa Kuliah Gratis
Rektor UIN Palu Datangi Sekolah, 2.200 Mahasiswa Bisa Kuliah Gratis
Aktual
Kapan Awal Puasa 2026? Ini Penjelasan Hisab dan Rukyat
Kapan Awal Puasa 2026? Ini Penjelasan Hisab dan Rukyat
Aktual
Kapan Awal Puasa 2026? Panduan Resmi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapan Awal Puasa 2026? Panduan Resmi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Tata Cara Mengirim Al Fatihah untuk Orang yang Meninggal Dunia Lengkap dengan Doanya
Tata Cara Mengirim Al Fatihah untuk Orang yang Meninggal Dunia Lengkap dengan Doanya
Doa dan Niat
KAI Sumut Siapkan 5.616 Kursi Per Hari untuk Angkutan Lebaran 2026
KAI Sumut Siapkan 5.616 Kursi Per Hari untuk Angkutan Lebaran 2026
Aktual
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Ramadhan? Ini Perkiraannya
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Ramadhan? Ini Perkiraannya
Aktual
Ingin Kerja di Uni Emirat Arab? Ini 12 Jenis Izin Kerja Resmi Pemerintah
Ingin Kerja di Uni Emirat Arab? Ini 12 Jenis Izin Kerja Resmi Pemerintah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com