Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan

Kompas.com, 4 Februari 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, perhatian publik tidak hanya tertuju pada penetapan awal puasa, tetapi juga pada jadwal libur nasional yang berpotensi menciptakan long weekend.

Februari 2026 menjadi salah satu bulan yang paling disorot karena berdekatan dengan awal Ramadhan serta diwarnai rangkaian tanggal merah nasional.

Kombinasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri secara spiritual maupun sosial sebelum memasuki bulan penuh keberkahan.

Puasa Ramadhan dan Makna Persiapan Menyambut Bulan Suci

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Landasan kewajibannya ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar waktu menjalankan kewajiban ritual, melainkan momentum pendidikan rohani yang menuntut kesiapan mental, fisik, dan spiritual.

Karena itu, masa menjelang Ramadhan kerap dimanfaatkan umat Islam untuk mempersiapkan diri, termasuk melalui kegiatan ibadah, silaturahmi, hingga perencanaan aktivitas selama bulan puasa.

Baca juga: Libur Puasa Anak Sekolah 2026 Mengacu SKB 3 Menteri, Cek Jadwalnya

Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, terdapat rangkaian libur panjang pada pertengahan Februari 2026. Momen ini dinilai strategis karena terjadi tepat menjelang awal Ramadhan.

Long weekend tersebut terbentuk dari kombinasi libur akhir pekan, libur nasional, dan cuti bersama perayaan Tahun Baru Imlek.

Bagi sebagian masyarakat Muslim, masa libur ini menjadi kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan Ramadhan, mulai dari persiapan fisik, pengaturan jadwal kerja, hingga agenda ibadah.

Tanggal Merah Februari 2026: Rincian Lengkap

Februari 2026 tercatat memiliki rangkaian tanggal merah yang membentuk libur empat hari berturut-turut. Berikut rincian lengkapnya:

Sabtu, 14 Februari 2026: Libur akhir pekan

Minggu, 15 Februari 2026: Libur akhir pekan

Senin, 16 Februari 2026: Hari Libur Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Selasa, 17 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Rangkaian libur ini menciptakan long weekend selama empat hari. Jika dikaitkan dengan prediksi awal puasa, jeda waktu antara akhir libur dan awal Ramadhan relatif singkat, sehingga banyak pihak memanfaatkannya sebagai masa transisi menuju bulan puasa.

Baca juga: Cek Jadwal Libur Lebaran 2026 di Kalender Pendidikan DKI Jakarta

Awal Puasa Ramadhan 2026: Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia selalu menarik perhatian karena menggunakan pendekatan yang berbeda-beda.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, awal puasa Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, pemerintah tetap menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Syaban.

Nahdlatul Ulama (NU) juga akan melakukan pemantauan hilal dengan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Pendekatan ini mengombinasikan perhitungan astronomi dan hasil rukyat lapangan sebagai dasar penetapan awal bulan.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Ahmad Izzuddin dijelaskan bahwa perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam, selama tetap berpegang pada dalil syariat dan kaidah ilmiah.

Baca juga: Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026

Libur dan Ramadhan: Momentum Persiapan Spiritual

Kehadiran long weekend jelang Ramadhan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata atau ekonomi, tetapi juga memiliki nilai religius.

Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya mempersiapkan hati sebelum memasuki Ramadhan agar ibadah puasa tidak sekadar bersifat formal, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan moral dan spiritual.

Masa libur ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, memperkuat silaturahmi keluarga, serta merancang agenda Ramadhan seperti tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan kegiatan sosial.

Februari 2026 menjadi bulan yang istimewa karena menghadirkan long weekend jelang Ramadhan.

Rangkaian tanggal merah pada 14 hingga 17 Februari memberi ruang bagi masyarakat untuk bersiap menyambut bulan puasa.

Sementara itu, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada 18 Februari versi Muhammadiyah dan 19 Februari versi pemerintah serta NU.

Lebih dari sekadar agenda kalender, momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan selalu datang membawa undangan untuk memperbaiki diri.

Long weekend dan libur nasional hanyalah sarana, sementara tujuan utamanya tetap sama: menyambut bulan suci dengan kesiapan iman dan ketakwaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Aktual
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Aktual
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Aktual
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Aktual
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Aktual
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Aktual
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Aktual
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Aktual
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Aktual
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Aktual
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com